
FLASH BACK
Beberapa jam sebelum kedatangan Gema
Adam duduk di ruang tengah villa yang sengaja ia sediakan untuk menyambut tamunya dari Jepang , Akihiro Yoshida .
Pria yang sama sama punya banyak tatto di tubuhnya itu sebenarnya ingin terbang ke negara XX tapi karena suatu hal ia urungkan dan memutuskan datang ke Jakarta karena sudah sangat lama tidak mengunjungi keluarga Adipraja .
Tapi sebelum berkunjung di mansion Adipraja Hiro meminta bertemu secara khusus dengan Adam untuk membahas suatu hal hingga akhirnya Adam menyediakan villanya di Bandung .
Adam berdiri ketika melihat tubuh tinggi besar mendekat padanya , tapi matanya sedikit memicing ketika melihat siluet seorang gadis di belakang pria itu .
" Hai ... lama tak bertemu Adam Walter Adipraja !! Bagaimana kabarmu " seru Hiro kemudian memeluk rekan sekaligus sahabatnya itu .
" Aku baik Tuan Yoshida . Dia ... "
" Hai Uncle , maaf jika tiba tiba datang seperti ini .... "
Hiro tersenyum ketika arah pandang sahabatnya tertuju pada gadis yang saat ini berdiri di sampingnya .
" Aku yakin kau sudah mengenal gadis nakal ini , sebenarnya bukan hanya aku yang ingin bicara padamu . Tapi kami ... kami ingin membahas suatu hal padamu "
Dua orang itu kemudian duduk di sofa panjang dengan Vania duduk di single sofa yang tepat ada disisinya .
" Kalian ingin minta bantuanku soal perseteruan klan Alvaro dengan klan Vergel !? Kurasa kalian sudah tahu jawabannya .... "
__ADS_1
Hiro dan Vania saling memandang dan tersenyum lebar mendengarnya .
" Kami sudah menyelesaikannya sendiri , Vania sudah mengakuisisi induk perusahaan Vergel . Aku yakin mereka sangat lemah saat ini .... yang kemarin tayang di media hanyalah salah satu kesalahan kecil anggota anggota kami . Kami sudah mendisiplinkan anggota anggota yang terlibat . Kau tahu bahwa pertarungan kecil di tempat terbuka semacam itu bukanlah style kami "
" Jadi itu sebabnya gadis nakal itu meminta Jero dan Oliver datang ke Dubay ?? Dia meminta bantuan duo Al Shamma untuk memutus kerjasama dengan Vergel . Gadis licik , kau sangat tahu jika Abbio dan Zahid tidak akan pernah menolak permintaan tolong dari salah satu keluarga kami "
" Tidak bisa setengah setengah jika ingin menghancurkan keluarga Vergel , mereka cukup mempunyai pengaruh yang kuat di dunia bisnis . Aku tidak memaksa Jero melakukan itu , dia sendiri yang ingin terjun ke dalamnya . Dan Uncle Oliver yang jadi mentornya ! Jero bilang ingin belajar jadi tangguh seperti ke empat ayahnya " sahut Vania .
" Ckk ... anak itu persis seperti Dewa , selalu ingin belajar banyak hal " gumam Adam sambil menghela nafasnya .
" Kami ingin membahas hal lain , ini ada hubungannya dengan keluarga kalian "
" Keluargaku ?? Apa ada yang tidak aku tahu !? " tanya Adam ketika Hiro ingin menjelaskan sesuatu .
" Keluarga Kyle ... apa kau mengingatnya !? Lebih tepatnya Jason Kyle , pria yang sudah pernah berniat membunuh bungsu kalian "
" Bagaimana dengan putramu !? " tanya Hiro yang spontan membuat Vania menoleh ke arahnya .
" Tanyakan saja padanya ... itu urusan mereka !! Bagiku yang penting mereka masih ada di jalur yang benar "
" Kenapa jadi membahas tentang kami ?? Uncle Hiro sudah berjanji tidak membahas ini !! Putra Uncle Adam itu terlalu menyebalkan !! " gerutu Vania membuat dua pria parubaya di sampingnya tertawa .
" Kurasa putramu punya lawan yang seimbang ... "
" Kita lihat saja "
__ADS_1
*
" Gue jamin Bos , Vania bukannya seneng malah bakal lari kalau liat muka Bos ditekuk tekuk kayak gitu ...." ujar Radit yang tertawa melihat muka kusut Gema .
" Berisik !!! " jawab Gema singkat , otaknya memang sedang pusing memikirkan bagaimana caranya nanti dia minta maaf . Dia tahu tidak akan. mudah bagi gadis itu untuk mau memaafkannya .
" Segalak galaknya perempuan itu tetep akan luluh jika dirayu Bos , kasih duit kek ... coklat kek ... sepatu kek ... pokoknya barang yang di senengi sama kaum hawa ! "
" Vania bukan gadis seperti itu "
" Yahhhh ... ngeyel kalo dibilangin !! Jangan harap di maafkan kalau cuma modal muka kusut kayak gitu !! "
Gema menghela nafasnya , tadi Radit menjemputnya dengan heli di bandara . Mereka akan pergi ke Bandung dengan menggunakan heli agar tidak memakan waktu .
Gema akan turun di landasan heli yang tempatnya tidak begitu jauh dari villa milik keluarganya . Tidak mungkin ia mendarat di kawasan villa dan mengganggu istirahat ayahnya dan para tamunya .
" Jadi apa yang harus aku lakukan ... "
" Nihh ... "
Radit menyodorkan sebuah memo kecil padanya , dahi Gema berkerut ketika membaca apa isinya .
" Norak banget !! Ogah gue .... "
Radit tertawa lebar , tadi dia berinisiatif membuat catatan pada sahabatnya karena dia tahu pria kaku dan sedingin kulkas lima pintu itu ingin menemui gadis pujaannya untuk minta maaf . Dia tahu karena sebelum terbang ke lbukota Gema sudah menceritakan semua untuk meminta pendapatnya .
__ADS_1
" Simpen aja ... sukur sukur di apalin !! ltu sih kalau pengen Vania cepet tunduk "
Gema hanya mendengus kasar , tidak ia sangka jika akan seribet ini menghadapi gadis belia seperti Vania . Mau tidak mau akhirnya ia mengambil catatan itu dan perlahan mulai di hafalkan satu persatu kata katanya . Dia melakukan itu hanya demi sebuah maaf dari gadisnya .