Water N Fire

Water N Fire
120


__ADS_3

" Dasar gila !!! Elo bela belain beli rumah sakit tempat Venna kerja cuma biar bisa makan siang bareng di sana !? Kurang kerjaan " gumam Langit yang hari ini sudah mulai berangkat ke kantor bersama Steve .


" Ya kan sama belajar juga Lang , mau ngerasain gimana punya usaha lain selain usaha otomotif seperti yang sedang kita pegang sekarang . Abang juga janji mau bantuin gue ngawasin laporan keuangannya , kalau perlu gue minta tolong Kak Gema urus semua " jawab Steve enteng .


" Nah itu sih elo memang minta di tabok rame rame ... elo yang seneng seneng sama Venna trus orang lain yang capek ngurus rumah sakitnya "


" Seneng apaan !!!?? Boro boro mau seneng , doi aja masih jutek parah sama gue !! Liat muka gue masih illfeel banget " gerutu Steve yang tadi pagi sempat bertengkar dengan Venna gara gara wanita itu tahu bahwa Steve sudah menjadi pemilik rumah sakit tempatnya bekerja .


Venna tahu Steve masih buta tentang sistem rumah sakit , wanita itu tahu pria muda itu baru saja terjun ke usaha otomotif seperti Daddynya . Membeli rumah sakit tempatnya bekerja sama saja dengan membuang buang uang dan tenaga karena Steve tidak tahu bagaimana cara mengolahnya .


" Kemarin gue ketemu dia .... "


" Siapa ??? "


TOKKK ..... TOKKKKK


Sebelum Langit menjawab pertanyaan sepupunya terlihat sekretaris mereka mengetuk pintu kantor yang menang setengah terbuka .


" Maaf Tuan Langit ada tamu yang ingin bertemu dengan anda .... " kata sekretaris itu sambil melirik Steve .


" Aku tidak punya tamu hari ini " jawab Langit datar , ia tidak begitu suka dengan sekretarisnya yang selalu saja berdandan terlalu seksi itu .


" Aku yang datang .... "

__ADS_1


Seorang wanita yang tak kalah seksinya masuk keruangan kantor itu dengan langkah anggun . Steve dan Langit terhenyak melihat kedatangan tak terduga wanita itu .


" Ya Tuhan .... " Steve ternganga melihat penampakan yang sedang menghampirinya .


*


" Kau mau kemana ?? " tanya Gema yang melihat gadisnya sudah rapi dengan tas ransel di punggungnya .


" Pulang ... kan Uncle Hiro mau berkunjung ke mansion Adipraja hari ini . Aku datang bersamanya , berarti pergi juga bersamanya " jawab Vania terus melangkah tanpa melihat pria yang semalam sudah terang terangan ingin melamarnya .


Gema menarik tangan Vania hingga langkah kaki gadis itu terhenti .


" Aku tidak mengijinkan dirimu pergi bersamanya , Uncle Hiro pulang bersama Ayah dan kau akan pulang bersamaku !! "


"' Gadis nakal .... sini kau !! "


Gema meraih tubuh mungil itu dan mendekapnya erat , Vania tertawa geli ketika Gema mulai mengendus tengkuk dengan sekali kali menggigit lembut daun telinganya .


" Kita sudah ada dalam tahap ini , bisakah kau lebih terbuka padaku ???!! Banyak hal yang sama sekali tidak bisa aku lihat dari dirimu " lirih Gema tepat di telinga gadisnya .


" Kau akan melihat diriku seutuhnya jika aku sudah benar benar jadi milikmu " bisik gadis itu dan sukses membuat dahi seorang Gema berkerut untuk mencerna kata kata itu .


" Apa yang aku pikirkan sama dengan yang kau pikirkan ?? " tanya Gema yang merasakan jawaban ambigu dari gadis nakalnya .

__ADS_1


" Tentu saja ... aku akan tunjukkan semua yang kau mau sayang "


Vania tertawa kemudian mengalungkan dua tangannya dan berjinjit mencium pria yang masih menatapnya penuh tanya .


" Aku mencintaimu Om .... dan sayangnya harus aku yang pertama mengucapkan itu padamu "


" Aku bukan pria romantis , seharusnya tanpa aku mengucapkan pun kau sudah bisa merasakannya . Bahwa aku tergila gila padamu ... " sahut Gema yang kemudian ingin membalas kecupan gadisnya .


" Siapa yang gila ?? "


Vania dan Gema spontan menoleh bersama ketika suara Adam tiba tiba terdengar tak jauh dari mereka . Vania melepaskan tangan yang tadinya masih melingkar erat di leher kekasihnya , tapi Gema tetap saja menggenggam erat tangannya.


" Ayah dan Uncle Hiro mau berangkat sekarang ?? " tanya Gema yang melihat dua pria di depannya .


" Kami harus secepatnya tiba di mansion , Jero sedang menunggu kami di Dubay . Gadis nakal itu pasti sudah bercerita padamu ... " jawab Hiro sebelum Adam menjawabnya .


" Baik ... hati hati , kami akan segera menyusul !! " sahut Gema .


" Tidak !!! Hanya kau yang akan menyusul . Vania ... kau ikut Ayah sekarang , kalian tidak boleh berduaan sebelum janur kuning melengkung "


" Ya Ayahhh !!! " pekik Vania bersemangat ketika Adam menyebut dirinya sendiri sebagai ayah , itu tandanya pilar kedua itu sudah bisa menerima dirinya sebagai calon menantunya .


" Tapi Gema ... "

__ADS_1


" Menurut saja anak muda ... sebelum restu ayahmu di cabut " Hiro menepuk pundak pria muda yang gemas melihat gadisnya berjalan di belakang ayahnya dengan menjulurkan lidahnya , seakan mengejeknya karena saat ini ia sedang sendirian .


__ADS_2