Water N Fire

Water N Fire
165


__ADS_3

" Kau pikir aku main main anak muda , aku memang sudah tua tapi tanganku masih mampu menarik pelatuk untuk membidik sasaranku "


" Saya bersedia bukan sebagai bukti bahwa saya berani atau menentang anda Tuan . Saya anggap tiga peluru dari anda adalah salam perkenalan dari seorang kakek pada cucunya . Dan saya merasa terhormat karena hal itu " ucap Gema tanpa gentar sedikitpun .


Gema masih menggenggam erat tangan Vania karena ia tahu gadisnya pasti akan kembali berteriak karena tidak setuju dengan syarat dari Grandpa nya itu .


" Apa tidak ada syarat lain selain peluru ?? " tanya Vania dengan suara bergetar .


" Lepaskan dia .... hanya itu satu satunya jalan !! " kata Gregorius sambil mengisap cerutunya .


Hening ....


Semua rasa bergejolak dalam hati Vania kali ini . la tak akan rela melepas Gema Aksa , tapi ia juga tak akan membiarkan pria itu terluka ataupun mati dengan menerima tidak peluru dari kakeknya .


Semua orang tahu Gregorius adalah snipper handal , hanya satu dengan satu peluru pria tua itu bisa menghabisi nyawa calon suaminya .


" Baik ... aku lepaskan dia " akhirnya Vania membuat keputusan itu .


" Tidak ... tidak aku ijinkan kau melepasku , kau pikir cintaku tak cukup kuat untuk menerima tidak peluru itu !? " tukas Gema tidak setuju dengan keputusan gadisnya .

__ADS_1


" Tapi ... "


" Percaya padaku .... kau hanya harus percaya padaku . ltu saja !! Bukankah kita sudah sepakat untuk melaluinya bersama sama !? " ujar Gema menggenggam erat tangan gadisnya .


" Saya siap ... " kata Gema pada pria tua yang masih saja memandangnya dengan tatapan sinis itu .


" Sesuai dengan permintaanmu . Penjaga !! Bawa dia ke tempat latihan , kita lihat seberapa besar nyalinya ... "


Tiga orang bertubuh besar yang tadi berjaga di depan masuk dan meminta Gema untuk ikut , salah satu dari orang itu menutup mata Gema dengan menggunakan sebuah kain berwarna hitam .


" Vania ikut !!! " pekik Vania panik melihat Gregorius sudah mengambil senjata dalam laci yang ia tahu sebagai wadah koleksi senjata api miliknya .


" Vania tidak akan pernah memaafkan Grandpa jika terjadi sesuatu padanya !!! Tidak akan !! Minggir kalian " teriak Vania histeris , dua pria bertubuh besar menghalangi jalannya .


DUAAGGHHH ... BUAAGGHHH


Dua pria yang tadi menghalangi gadis itu jatuh seketika tak sadarkan diri akibat pukulan dan tendangan Vania . Gadis itu kalut seakan saat ini adalah saat terakhirnya melihat pria yang sangat ia cintai .


" Grandpa pastikan kepalanya yang akan menjadi sasaran jika kau masih saja ngotot untuk mengikuti kami ... " ancam Gregorius ketika melihat dua pria yang tadi menjaga cucunya sudah terkapar pingsan . Pria itu tahu jangankan dua , cucunya bisa menghadapi sepuluh pria sekaligus dengan mudah .

__ADS_1


" Tembak aku juga ... ada tujuh peluru di tanganmu . Jika tiga untuknya maka arahkan sisanya untukku !!! " teriak Vania , tidak ada seorang kekasih yang rela melihat penderitaan pasangannya .


" Sayang .... nurut sama Grandpa , aku tidak apa apa . Tunggu di sini " ujar Gema yang tahu gadisnya kalut walau tak bisa melihatnya .


Vania diam , hatinya teriris melihat kekasihnya begitu tenang ketika menghadapi sesuatu yang mungkin saja adalah ajalnya . Gadis itu dalam posisi yang sulit , di satu sisi ia ingin sekali menyelamatkan calon suaminya tapi di sisi lain ia berpikir hanya jalan ini yang bisa ditempuh untuk sebuah restu dari Grandpanya .


Sementara itu Gema merasa sudah di tempat yang lapang , mungkin dia sudah ada di lapangan tembak tempat latihan para pasukan di barak . Sesaat kemudian ia merasa seseorang memakaikannya sesuatu tapi entah apa karena ia tak bisa melihatnya . Tangannya juga di ikat menjadi satu ke arah belakang .


Satu yang pasti , ia pasrah dengan apapun yang di lakukan pria tua yang merupakan kakek dari kekasihnya .


" Kau siap ???!!! " suara Gregorius lantang terdengar .


" Sudah Tuan , anda bisa segera memulainya " jawab Gema masih mencoba tenang .


Hening , ....


Angin seperti berhenti berhembus , nafas yang tadi masih teratur menjadi tersengal karena detak jantungnya berpacu cepat dan tangannya mengepal agar bisa menahan semua nantinya .


DOORRRR .... DOOORRRR .... DOOORRRRR !!!!

__ADS_1


__ADS_2