
" Little girl tunggu !! " teriak El melihat Vania yang masih saja bergegas keluar gerai .
Pria itu kemudian menarik tangan Vania ketika sudah berada tepat di belakangnya hingga gadis itu berhenti dan berdiri menghadapnya .
" Hei ... kenapa harus lari ?? "
" Sebulan yang lalu aku genap tujuh belas tahun , itu artinya jika aku buat kekacauan polisi bisa membawaku . Aku tidak mau bikin kacau hidupku sendiri " jawab Vania .
" Kenapa kau tiba tiba ada di negara ini ?? "
" Cari kampus ... aku masih kecil jadi masih butuh pendidikan "
Ellard tertawa mendengarnya , setiap kata kata gadis itu membuat telinganya seperti tergelitik .
" Kau mengaku masih kecil ... tapi sudah punya calon suami ! Dari kemarin aku sudah menduga jika kau hanya sugar baby pria itu . Jadilah milikku ... aku lebih muda , lebih kaya dan kau akan lebih bahagia pastinya " ujar El berjalan mendekat ke arah Vania yang berdiri bersedekap .
" Aku berhak memilih ... dan aku memilihnya !! Aku tahu siapa yang pantas untuk berada di sisiku "
" Apa yang membuatku tak pantas berada di sisimu ?? "
" Pria sepertimu tak akan pernah cukup dengan satu wanita .... "
Ellard hanya tertawa mendengar jawaban dari gadis di depannya , ternyata walau masih muda gadis itu bisa melihat kepribadian orang dengan tepat . Dia memang sering bergonta ganti wanita hanya untuk menghangatkan ranjangnya .
" Aku akan berubah jika kau bersedia hidup bersamaku ... "
Vania tertawa sinis dan mulai berjalan menjauh , Ellard mengikuti langkah gadis itu yang sepertinya menuju kafe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi .
__ADS_1
" Untuk waktu berapa lama ?? Satu tahun ? Dua tahun ?? Kau bahkan tidak tahu apa arti mencintai ... "
Ellard kembali menarik tangan Vania tapi dengan sigap gadis itu menepisnya .
" Jangan coba menyentuhku !! Masih banyak gadis diluar sana yang tergila gila padamu ... maksudku uangmu !! Jangan sia siakan tenagamu untuk mengejarku ... "
" Aku tidak peduli , hariku kacau jika sehari tidak melihatmu "
Vania berdecak kesal , jika terus beradu pendapat seperti ini maka ia akan sulit untuk pergi tanpa di ikuti oleh pria menyebalkan didepannya . Tapi sekilas kemudian wajahnya kembali bersinar ketika seorang pelayan kafe datang menghampiri mereka .
" Dua moccalatte dingin dengan banyak es batu ehmmm dan dua cheese burger tanpa daun selada ataupun tomat , aku tidak suka sayur ... "
Gadis itu ternyata memesankan makan dan minum untuknya , hanya sesederhana itu tapi mampu membuat hatinya bahagia .
" Kau yang traktir !! Pelajar sepertiku tidak punya uang .... " sinis Vania yang melihat senyum pria di depannya .
Ellard mengeluarkan sebuah kartu hitam dan meletakkannya di depan Vania .
" Aku bukan fakir yang sedang meminta bantuan , aku bisa menghidupi diriku sendiri "
" Sama saja ... kau dapat uang dari sugar Daddymu itu ! Tenang saja aku ikhlas memberikannya , aku tidak minta imbalan apapun darimu "
Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang pelayan membawa pesanan mereka .
" Coba kau lihat disana ... " Vania menunjuk ke arah luar , dinding kafe yang terbuat dari kaca memungkinkan mereka melihat keluar .
" Memang ada apa !? " sahut El melihat ke arah yang ditunjuk gadis itu .
__ADS_1
" Tidak ada apa apa .... aku hanya tidak suka kau terus terusan melihatku " ujar Vania enteng .
Ellard mulai minum moccalattenya dan mencicipi cheese burger yang dipesankan gadis itu untuknya . Makanan biasa yang menjadi luar biasa karena apa yang saat ini ada di depannya adalah bentuk kepedulian dari gadisnya .
Vania pun dengan lahap memakan burgernya , ada senyum yang berhasil ia sembunyikan dari putra Jason Kyle itu . Dia menit kemudian Ellard seperti sedang menggoyang goyangkan kepalanya .
" Ehhmm .. aku mau ke kamar mandi sebentar , maukah kau mengantarku ?? "
" Tentu saja dengan senang hati sayang " jawab El walau sebenarnya kepalanya merasa sedikit pusing .
Vania beranjak setelah mengetik sesuatu diponselnya .
" Kau tak apa apa ?? Kenapa kau sedikit pucat !? " tanya Vania walau sebenarnya ia sangat tahu apa yang terjadi pada pria itu .
" Tidak apa apa ... "
Dengan langkah sedikit terhuyung El mengikuti Vania yang mulai melangkah ke toilet kafe yang terlihat sangat sepi . Sampai tiba tiba El nyaris ambruk jika saja tidak ada dua pria bertubuh besar menangkap tubuhnya .
" Taruh dia di dalam toilet , dia hanya akan tertidur selama dua jam ... "
" Baik Nona !! " sahut dua pria itu .
" Hisshhh ... kau apakan dia !!? " Jero ternyata juga ada bersama dua pria yang sedang menyeret tubuh El ke dalam toilet pria .
" Dia kelelahan ... hanya aku buat istirahat sebentar " jawab Vania sambil berkaca dan mengoles lip balm di bibirnya .
" Aku kira kau buat dia tidur selamanya ... "
__ADS_1
" Tadi niatnya memang begitu , tapi tidak seru jika dia mati semudah itu "
" Dasar gadis gila !!! "