Water N Fire

Water N Fire
61


__ADS_3

" Kita tidak bisa tinggal diam Bos , Langit sudah jadi korbannya . Kita tidak bisa melihat ada ' Langit ' yang lain di keluarga Adipraja . Beri aku perintah maka aku akan menyelesaikannya ... "


Bumi dan Adam hanya saling memandang ketika mendengar laporan dari Wicaksono soal masalah yang mereka hadapi . Masalah lama yang akhir akhir ini sedikit menganggu pikiran mereka .


Beberapa tahun yang lalu Wicaksono mengundurkan diri dari posisi wakil CEO , dia mengolah perusahaan Al Shamma yang ada di lndonesia . Perusahaan dari keluarga istrinya yang juga semakin membesar seiring waktu . Tapi walau begitu ia tetap saja menjadi tangan kanan dari empat pilar .


Pria itu akan selalu ada jika keluarga Adipraja membutuhkan bantuannya . Karena dari sana ia mulai belajar segalanya . Tentang bisnis , persaudaraan dan juga arti keluarga .


" Tidak , jangan terlalu gegabah ! Anak itu terlalu licik seperti ibunya . Kita tidak bisa sembarangan bertindak atau Langit akan bertambah down jika mengetahui kebenarannya . Kau sangat tahu dari kecil mereka sudah sangat dekat "


" Licik !!! Dan selama beberapa tahun ini dia dan pria tua itu sudah membodohi kita !! Tahu akan begini dulu kubiarkan kau melenyapkannya " geram Adam terlihat sangat kesal .


" Ada di mana mereka sekarang !? "


" Sudah ada di lndonesia ... di Andalas , tapi pengawasan terhadap mereka sangat ketat . Tidak akan penjaga membiarkan dia mendekati lagi Adipraja apapun alasannya " jawab Sono.mantap .


" Kau sudah ambil anaknya yang ia tempatkan di panti asuhan !? " tanya Bumi .


" Sesuai permintaanmu B , dasar wanita gila !! Bisa bisanya dia menelantarkan anak sendiri . Sebejat bejatnya ibunya dulu tapi tetap mencintainya sepenuh hati " ujar Adam menjawab pertanyaan saudaranya .


" Ckk .. sudah jangan bahas dia lagi , darting gue kumat kalau terus terusan mengingatnya . Apalagi kalau bini gue tahu ... habis semuanya ! Terimakasih Son sudah membantu kami , jika tak ada kau pasti kami akan kesulitan menanganinya "


" Santai saja bos .. "


*

__ADS_1


" Cuma Abang satu satunya pengantin yang cemberut dari awal pernikahan . Roman romannya gagal unboxing lagi inihh ha .. ha... ha ... "


" Berisik ... " sahut Janu dengan menatap sinis ke arah Steve yang selalu bicara benar .


Dia harus menuntaskan semua di kamar mandi setelah peristiwa malam yang gagal panas semalam . Sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya .


" Ava mana Bang ?? "


" Masih tiduran , tadi dia bilang kepalanya sedikit pusing "


Perkataan Janu terhenti ketika mendengar Steve bertanya pada seseorang .


" Lhohh Queen ? katanya sakit ?? "


" Nohhh ... suami elo !! " tunjuk Steve menunjuk pada pria di depannya .


" Sayang , katanya tadi enggak turun ikut sarapan . lni Abang baru mau ambil buat kamu " ujar Janu sedikit heran karena istrinya terlihat menatap tidak suka kepadanya .


" Nggak usah , terima kasih !! Hehh Setep , ngapain elo senyum senyum nggak jelas gitu . Semalam Kak Dinda kirim pesan ke gue , nanyain elo .... nangis dia !! Nggak ada angin nggak ada hujan main putus " kata Ava yang berjalan melewati suaminya begitu saja dan duduk di samping Steve yang sedang menonton televisi .


" Kapan gue pacaran sama Dinda !? Yang ada dia yang ngejar ngejar gue sampai nyamper ke lnggris , najong banget !! "


Janu tahu jika Ava mungkin marah padanya karena kejadian semalam . Dia pun juga sangat terpaksa melakukannya , Adam mengijinkannya menikahi putrinya dengan syarat Ava harus tetap bisa menikmati masa mudanya tanpa terlebih dulu memiliki momongan .


Perlahan dia mendekat dan duduk di samping istrinya , direngkuhnya pinggang ramping itu dan diangkat agar duduk dipangkuannya . Dikecupnya lengan sang istri bertubi tubi seakan sebagai tanda permintaan maafnya .

__ADS_1


" Ckk mules perut gue liat kalian !! Sebentar sebentar berantem ... sebentar sebentar bucin . Ngomong ngomong kalian beneran nggak butuh tips dari gue ?? Main sampai pagi tapi keluarnya cuma sekali , gimana !? Tambah cinta pasti.elo sama Abang buluk kesayangan elo ini "


DUUGGHH ...


Janu menendang kaki Steve yang selalu bicara tanpa filter terlebih dahulu .


" Gue tenggelemin elo di kolam ikan kakek kalau masih bicara ngaco !! Pergi sono gue mau bicara sama bini gue !!! "


" Lhahh malah ngusir .. ya sudah jika begitu . Queen ntar gue ajarin elo gimana bikin Abang elo itu lemes tak berdaya di bawah ... "


" Siippp ... " sahut Ava dengan mengacungkan dua jempolnya dengan lidah menjulur ke arah suaminya .


Setelah Steve pergi Janu mengangkat tubuh sang istri yang masih dalam pangkuannya agar berhadapan dengannya .


" Kau masih marah sayang ?! "


" Marah kenapa ?? Ava nggak bisa maksa Abang , cuma lain kali kalau memang enggak niat yang mending nggak usah mulai duluan " gerutu Ava dengan dua sudut mata yang sudah berair.


" Heiii .. kok nangis sih !! Maaf ... Abang minta maaf , tapi sungguh Abang nggak punya maksud nyakitin kamu "


" Enggak apa apa , Ava ngerti ! Pernikahan kita memang terlalu cepat , mungkin kita butuh waktu untuk penyesuaian diri "


Janu mendekap erat tubuh yang berada di atas pangkuannya , sungguh ia pun sangat ingin menjadikan wanita di atasnya menjadi miliknya seutuhnya , tapi sementara harus ia tahan karena mengingat janjinya pada ayah dari gadis itu .


Hal ini akan sangat menyiksanya , tapi ia akan melakukan apapun demi kebahagiaan wanita belahan jiwanya .

__ADS_1


__ADS_2