Water N Fire

Water N Fire
69


__ADS_3

Langit mendekap erat tubuh polos yang berada dipelukannya , malam panjang telah mereka lewati bersama . Dan kini wanita yang ia cintai benar benar sudah menjadi miliknya seutuhnya .


" Terimakasih sayang , sudah mengijinkan aku untuk memilikimu !! Hanya kau yang akan menjadi satu satunya untukku... "


" Hemmmm .... "


" Capek ?? "


" Udah tau nanya , Mas Langit nggak kira kira !! Sampai mau subuh baru berhenti , sampai sakit semua badan Lulu " gerutu Lulu yang membuat suaminya menggigit pundaknya gemas .


" Kamu nagih banget ... Awwwwsshh !! "


Lulu mencubit keras perut berotot suaminya , tak menyangka bahwa pria yang sudah menjadi suaminya itu semesum ini .


" Tapi memang kenyataan sayang , kamu enak banget !! lni aja kalau boleh mau nambah ... "


" Apaa !?? "


" l love you Hulwa Tsabilla ... aku sangat mencintaimu . Jangan pernah tinggalkan aku untuk alasan apapun "


" Bagaimana jika Mas yang ninggalin aku ? "


" Cintaku tidak setipis itu sayang , kau adalah nyawaku jadi selamanya aku akan ada di sisimu "


" Aku pegang kata katamu Mas , bahwa Mas juga tidak akan meninggalkan aku apapun alasannya "


Lulu mengecup dada bidang suaminya yang juga masih sama polosnya dengan dirinya . Dan tanpa sadar ia kembali mengusik sesuatu yang tadi sempat tertidur .

__ADS_1


" Mandi yuk Mas , kayaknya sebentar lagi sudah masuk waktu subuh "


" Yuk ... "


" Mas duluan aja , kalau bareng pasti ada iklannya . Kelamaan "


" Ya sudah kalau begitu iklannya disini saja , baru nanti mandi ... "


" Maasss !! " pekik Lulu yang kembali berada di bawah kungkungan suaminya .


Mereka kembali berbagi peluh pagi itu , babak baru dalam hidup mereka telah di mulai . Lulu berjanji pada dirinya sendiri akan benar benar menjadi istri yang baik untuk suaminya .


Dia akan benar benar menutup masa lalunya dan mengganti dengan lembaran baru bersama suaminya


*


Sepulang makan malam Gema melesatkan mobilnya ke area lintasan yang ada di pinggir kota . Sebuah area lintasan yang di jadikan tempat nongkrong kaum muda kalangan jet set .


Dan dia bekerjasama dengan istri dari seorang pengusaha Jepang untuk menjadikan tempat itu bengkel , restoran , hotel sekaligus lintasan balap yang sangat di sukai oleh kaum muda . Dengan berjalannya waktu karena Jerry terlalu sibuk di lnggris maka Gema dan Janu yang diserahi tugas untuk mengolahnya .


Sampai di sana Gema langsung ke area lintasan yang sepertinya sudah akan memulai race nya . Gema berdiri tepat di depan mobil Steve yang sudah siap menekan gas mobil sportnya .


" Stop it .... turun !!! "


Suasana yang semula riuh berangsur menjadi sunyi . Dentuman musik seketika terhenti ketika melihat Gema turun ke lintasan , semua orang tahu putra sulung Adipraja itulah yang memiliki kuasa atas tempat itu .


Steve terlihat sedikit emosi , ia tak segera turun dari mobilnya . Dan Gema pun tak bergeming dari tempatnya , ia tetap menghalangi mobil yang sedang di kendarai oleh salah satu adiknya itu .

__ADS_1


" Turun .... "


Dengan nada datar Gema memperingatkan Steve . Bukan tanpa sebab ia melarang Steve turun ke lintasan . Balapan di lintasan bukan hanya mengandalkan ketrampilan menginjak gas atau rem , tapi juga pengendalian emosi .


Sebagaimana Bumi , Jerry pun melarang keras putranya untuk balapan di lintasan seperti ini karena ajang seperti ini hanya di manfaatkan putranya untuk bersenang senang tanpa di barengi keahlian yang cukup .


Enam bulan yang lalu mobil yang di kendarai Steve keluar lintasan dan kecelakaan itu mengakibatkan cedera di lututnya . Dan untuk setahun ini dokter melarang Steve untuk mengendarai sendiri motor ataupun mobil karena kondisi kakinya belum stabil . Dan tampaknya Steve menganggap perkataan dokter hanya sebagai angin lalu .


" Steve turun .... !! "


Kali ini nada suaranya sedikit meninggi karena Steve belum juga mau turun dari mobilnya . Dan suara meninggi yang terdengar ditelinganya membuat Steve di kuasai emosinya .


BRAKKKK ....


" Kenapa kau menghalangi jalanku hahhh !! " teriak Steve , dia tak terima jika dipermalukan oleh Gema karena sudah menghentikan balapan yang akan dimulai .


" Steve ... " ujar Jero memperingatkan .


Selama ini semua putra putri adipraja menghormati Gema sebagai kakak sulung mereka , Jero berpikir tidak seharusnya Steve menyebut Gema dengan hanya memanggil ' kau ' .


Gema yang tahu maksud Jero hanya menganggukkan kepalanya seakan mengatakan bahwa dia tidak apa apa . Gema tahu Steve sedang di kuasai emosinya .


" Kau tahu jawabannya kenapa Kakak menghentikan balapan ini . ltu demi kebaikanmu "


" Kebaikan ??? Jangan selalu berkedok menjadi laki laki baik di depanku . Lintasan ini milikku !! Kau dengar ... ini semua milikku !!! "


Gema memberi isyarat pada teman temannya yang bertugas di tempat itu untuk membubarkan kerumunan orang di sekitarnya karena sepertinya Steve benar benar sudah tak terkendali .

__ADS_1


" Kau pikir siapa dirimu hingga berhak mengatur hidupku !!? Kau selalu merebut yang kami miliki !!! Ayah kami lebih percaya kepadamu daripada kami putranya sendiri , kau serakah !!! Padahal kau sangat tahu jika kau bukan siapa siapa ... kau dengar itu ??? Kau bukan siapa siapa !!! "


BUGGHHH .... BUGGHHHH


__ADS_2