
Langit memeluk sang istri yang sedang berdiri di balkon kamarnya , dia tahu sejak kehamilan Ava istrinya menjadi sedikit pendiam .
" Mas ... "
Lulu kaget ketika merasakan dua tangan tiba tiba melingkar diperutnya . Bibir Langitpun sudah berlabuh di tengkuk dan lehernya hingga mulutnya berdesis .
" Kok siang siang begini melamun sayang ?? Sedang memikirkan tentang apa ?? Kangen bapak ibu dan adik adik di kampung ?? Kita bisa menengok mereka kapan pun kami mau . Jangan memendam semua sendiri " tanya Langit setelah puas memberi jejak di leher jenjang istrinya .
Lulu membalikkan badan dan mencium kedua pipi suaminya setelah membawa tangan kanan Langit ke keningnya .
" Mas Langit jahil banget sih !! Jadi merah merah begini !! Mas kok siang siang begini sudah pulang .... Awwwsshh "
Langit menyentil lembut kening istrinya gemas , sepertinya wanitanya memang benar benar habis melamun .
" Kan tadi pagi Mas sudah bilang ingin makan siang di rumah , lupa ??? "
" O iyaaa ... maaf Mas ! Lulu siapin dulu !! "
Langit menarik tubuh Lulu yang hampir berlari ke luar kamar dan mendekapnya erat . Dia tahu wanitanya ingin berlari ke dapur untuk menyiapkan makanan untuknya .
" Masss .... "
__ADS_1
" Mas tidak akan makan sebelum kau berbicara , Mas tidak suka melihat kamu melamun , dari awal kita sudah sepakat untuk berbagi kan ??! Sini .... "
Langit menarik tubuh istrinya untuk duduk di sofa kamar , siang ini dia sengaja pulang hanya untuk mendengar isi hati istrinya yang akhir akhir ini mudah sekali termenung .
" Ehhmmm tapi jangan marah kalau nanti Lulu ngomong ... "
Langit hanya terkekeh mendengarnya , ternyata di mata istrinya dia adalah seorang pria pemarah . Dan dia sangat maklum karena ia pernah berubah jadi ' monster ' di depan istrinya . Dan seumur hidup ia akan menyesali hal itu .
" Mas janji nggak bakal marah sayang "
Lulu berkali kali menghela nafas ketika ingin mengeluarkan suaranya .
" Mas tahu itu , terus kenapa ?? "
" Kita kan bareng nikahnya , tapi sampai sekarang aku belum juga hamil " cicit Lulu pelan takut menyinggung perasaan suaminya .
Langit tertawa kemudian mengangkat tubuh istrinya agar duduk di pangkuannya .
" ltu artinya kita harus bekerja lebih keras "
" Maksud Mas apa !? Bukannya Mas Langit sudah sering banget kerja lembur ?? Apa Lulu juga harus kerja juga ya ?? "
__ADS_1
" Bukan kerja keras di kantor sayang .... tapi di ranjang !! " sahut Langit dengan wajah serius walau hatinya ingin sekali tertawa terbahak melihat wajah kebingungan istrinya .
" Mas Langit issshhhhh ... mesum !!! Tiap hari aja udah minta jatah , kurang keras apanya !!? " gerutu Lulu pada sang suami yang tak pernah bosan untuk menyentuhnya .
" Belum rejeki kita sayang !! Kita pasrah saja pada ketentuanNya karena semua rencananya adalah yang terbaik . Jangan pernah berpikir macam macam ok ?? Anggap saja masa masa ini adalah masa bulan madu kita , kita jadi lebih banyak waktu untuk berdua dan saling memahami "
Lulu mengangguk dan memeluk suaminya dengan erat . Akhir akhir ini dia takut karena belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya seperti saudara iparnya . Dia takut keluarga ini akan memandangnya sebelah mata karena hal itu .
Tapi setelah berbicara dengan Langit hatinya menjadi lega , beban di hatinya bisa terangkat .
" Sekarang aku ingin makan .... "
" Ya sudah Lulu siapkan dulu , Mamah sedang ikut Papah keluar kota . Mamah bilang mungkin nanti pulang larut . Masss ... lepas dulu !!? " rengek Lulu ketika merasakan tangan kekar Langit tak juga mau melepasnya .
" Aku bilang ingin makan sayang ... kenapa kau harus susah susah kebawah ??! "
" Kan dapurnya memang di bawah ... "
" Tapi sekarang aku ingin makan yang lain , kau hanya perlu berbaring di ranjang sayang . Kerja keras kita baru di mulai " bisik langit tepat di telinga istrinya .
" Massssss ..... "
__ADS_1