
" Kok diem ?? Tadi saja aku menang ujian keduanya kamu ketawa ketawa " kata Gema sambil menyetir mobilnya , mereka dalam perjalanan pulang ke mansion Alvaro setelah makan malam di barak .
" Ckk selalu saja wanita yang dirugikan , masa iya habis nikah kita terpisah sih Om ?? "
" Lhohh yang bilang mau pisah sama kamu siapa sayang !? Grandpa dan aku tadi hanya sepakat jika kamu tetap harus melanjutkan pendidikan kamu setelah menikah nanti . Kami bisa terusin pendidikan kamu disini ... "
" Terus Om di lndonesia ??! "
" Aku punya tanggung jawab besar pada perusahaan sayang "
" Berarti bener kan habis nikah kita pisah ??! "
Gema menghentikan mobilnya di area yang tidak terlalu ramai . Sepertinya tidak leluasa jika bicara sambil menyetir .
" Sayang , kamu masih terlalu muda ... aku hanya memberikan kesempatan padamu untuk meraih mimpi mimpimu . Menjadi istriku bukan berarti kau terikat tak bisa bergerak ! Aku ingin suatu saat aku datang ke acara wisudamu dan menjadi orang yang pertama memberikan selamat untukmu "
Vania diam , walau tak sepenuhnya salah tapi tetap saja ia tak ingin berpisah dengan Gema jika mereka sudah menikah nanti . Bukankah tujuan menikah adalah menyatukan dua insan yang saling mencintai ? Aneh rasanya ketika sudah menikah tapi mereka masih terpisah oleh jarah ataupun waktu .
" Bagaimana jika aku kuliah di lndonesia ??? Dengan begitu kita masih akan tetap bisa bersama sama "
" Tadi aku sudah bicara panjang lebar dengan Grandpa sayang , selain kuliah masih ada banyak hal yang harus kau pelajari . Grandpa memberikan pilihan padaku tadi . Tetap menikahimu tapi sementara kita LDR atau menunda pernikahan kita sampai kau lulus kuliah "
" Om memilih tetap menikahiku tapi kita LDR !? "
" Pilihan sulit , tapi itu pilihan terbaik . Bukankah aku sudah bilang mau tidak mau kau akan tetap menjadi milikku . Minggu depan kita menikah dan seminggu kemudian kau sudah masuk perguruan tinggi ! Dan dalam minggu itu aku fokus menggarap proyek yang dilimpahkan Uncle Dewa untuk Perkasa "
Gema menghembuskan nafasnya dalam dalam , walau sebenarnya juga sulit untuknya tapi Gregorius benar tentang pentingnya pendidikan Vania . Gadis itu punya potensi luar biasa , sayang jika pendidikannya terhenti hanya karena sebuah pernikahan .
" Kalau aku kangen bagaimana ?? "
__ADS_1
" Aku akan sering sering kesini sayang "
" Kalau tiap hari kangennya masa iya tiap hari Om terbang kesini ... "
Gema tertawa , jika saja gadis itu tahu mungkin dialah yang akan sangat tersiksa karena merindukan istrinya nanti . Bukan tiga peluru , tapi dua tahun terpisah inilah yang akan menjadi ujian terberatnya .
" Ada video call , kita bisa berkirim pesan , masih banyak teknologi agar kita bisa bertatap muka tanpa harus bertemu langsung . Hanya dua tahun sayang ... setelah itu kau akan selalu di sisiku . Tak akan pernah lagi kubiarkan kau pergi "
" Begini banget sih rasanya mau merid ! Seneng iya .... susah juga iya "
Gema terkekeh dan mencium gemas pipi Vania , ia kemudian melajukan kembali mobilnya menuju mansion Alvaro karena hari sudah semakin malam .
Tapi dahi Gema mengernyit karena merasa ada dua mobil yang sedari tadi sepertinya mengikuti mereka sejak beberapa menit yang lalu .
" Adrick Vergel .... paling delapan apa sepuluh orang !! Masih penasaran anaknya ngilang " ujar Vania santai .
" Putrinya masih kau tahan di tempat tuna wisma itu . Bagaimana jika lukanya semakin parah ?? "
Gema membiarkan dua mobil itu menghadang jalannya , dia ingin tahu apa mau orang orang itu .
" Pakai jaketnya Om , buat jaga jaga ... " kata Vania mengambil sebuah pisau lipat kecil dari dalam tas ranselnya .
" Yakin cuma bawa itu !?? " tanya Gema sambil mengenakan jaket yang tadi diberi oleh Gregorius .
" Grandpa nggak mungkin biarin kita pulang sendirian saat Adrick masih penasaran soal putrinya . Kakek tua itu pasti mengincarku "
Benar saja , seorang pria tua dengan tubuh tinggi kurus keluar dari mobil bersama beberapa pria bertubuh besar .
" Revania Alvaro ... aku ingin bicara denganmu ! "
__ADS_1
Gema dan Vania berdiri tepat di depan mobil mereka .
" Aku mendengarmu ... " sahut Vania datar .
" Aku hanya ingin bertanya sekali saja padamu , dimana kau sembunyikan putriku ?? Kau pasti tahu keberadaannya ... "
" Aku juga sekali akan menjawab ... Aku tidak tahu . Aunty Kirey sangat suka berlibur , mungkin saja dia sedang berlibur di suatu tempat dan tidak ingin di ganggu olehmu "
" Tidak mungkin , terakhir dia menelponku ! Dia berkata ingin bertemu denganmu " ujar Adrick penuh selidik .
" Apa yang ingin kau lakukan padaku jika aku memang tidak tahu di mana putrimu !!? "
" Kau menantangku !!? "
" Hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya . Jangan salahkan aku kali ini ... "
Adrick terdiam , tampaknya ia sedang berpikir keras . Menyerang Vania bukanlah pilihan tepat karena sudah pasti ada orang orang Gregorius yang diam diam melindunginya . Lagipula pria disamping gadis itu punya kharisma yang kuat .
Walau belum tahu siapa pria itu tapi Adrick yakin pria itu bukan pria biasa .
" Kita pergi .... " akhirnya pria tua itu memutuskan untuk pergi .
" Tapi aku akan mencarimu jika terjadi apa apa dengan putriku "
" Aku akan menantikannya .... " sahut Vania .
Setelah Adrick dan orang orangnya pergi Gema tiba tiba memeluk calon istrinya dengan erat .
" Kenapa aku jadi ragu meninggalkanmu di sini sendirian !!??? "
__ADS_1
" Maka jangan tinggalkan aku ... "