Water N Fire

Water N Fire
169


__ADS_3

" Kok diem ?? Tadi saja aku menang ujian keduanya kamu ketawa ketawa " kata Gema sambil menyetir mobilnya , mereka dalam perjalanan pulang ke mansion Alvaro setelah makan malam di barak .


" Ckk selalu saja wanita yang dirugikan , masa iya habis nikah kita terpisah sih Om ?? "


" Lhohh yang bilang mau pisah sama kamu siapa sayang !? Grandpa dan aku tadi hanya sepakat jika kamu tetap harus melanjutkan pendidikan kamu setelah menikah nanti . Kami bisa terusin pendidikan kamu disini ... "


" Terus Om di lndonesia ??! "


" Aku punya tanggung jawab besar pada perusahaan sayang "


" Berarti bener kan habis nikah kita pisah ??! "


Gema menghentikan mobilnya di area yang tidak terlalu ramai . Sepertinya tidak leluasa jika bicara sambil menyetir .


" Sayang , kamu masih terlalu muda ... aku hanya memberikan kesempatan padamu untuk meraih mimpi mimpimu . Menjadi istriku bukan berarti kau terikat tak bisa bergerak ! Aku ingin suatu saat aku datang ke acara wisudamu dan menjadi orang yang pertama memberikan selamat untukmu "


Vania diam , walau tak sepenuhnya salah tapi tetap saja ia tak ingin berpisah dengan Gema jika mereka sudah menikah nanti . Bukankah tujuan menikah adalah menyatukan dua insan yang saling mencintai ? Aneh rasanya ketika sudah menikah tapi mereka masih terpisah oleh jarah ataupun waktu .


" Bagaimana jika aku kuliah di lndonesia ??? Dengan begitu kita masih akan tetap bisa bersama sama "


" Tadi aku sudah bicara panjang lebar dengan Grandpa sayang , selain kuliah masih ada banyak hal yang harus kau pelajari . Grandpa memberikan pilihan padaku tadi . Tetap menikahimu tapi sementara kita LDR atau menunda pernikahan kita sampai kau lulus kuliah "


" Om memilih tetap menikahiku tapi kita LDR !? "


" Pilihan sulit , tapi itu pilihan terbaik . Bukankah aku sudah bilang mau tidak mau kau akan tetap menjadi milikku . Minggu depan kita menikah dan seminggu kemudian kau sudah masuk perguruan tinggi ! Dan dalam minggu itu aku fokus menggarap proyek yang dilimpahkan Uncle Dewa untuk Perkasa "


Gema menghembuskan nafasnya dalam dalam , walau sebenarnya juga sulit untuknya tapi Gregorius benar tentang pentingnya pendidikan Vania . Gadis itu punya potensi luar biasa , sayang jika pendidikannya terhenti hanya karena sebuah pernikahan .


" Kalau aku kangen bagaimana ?? "

__ADS_1


" Aku akan sering sering kesini sayang "


" Kalau tiap hari kangennya masa iya tiap hari Om terbang kesini ... "


Gema tertawa , jika saja gadis itu tahu mungkin dialah yang akan sangat tersiksa karena merindukan istrinya nanti . Bukan tiga peluru , tapi dua tahun terpisah inilah yang akan menjadi ujian terberatnya .


" Ada video call , kita bisa berkirim pesan , masih banyak teknologi agar kita bisa bertatap muka tanpa harus bertemu langsung . Hanya dua tahun sayang ... setelah itu kau akan selalu di sisiku . Tak akan pernah lagi kubiarkan kau pergi "


" Begini banget sih rasanya mau merid ! Seneng iya .... susah juga iya "


Gema terkekeh dan mencium gemas pipi Vania , ia kemudian melajukan kembali mobilnya menuju mansion Alvaro karena hari sudah semakin malam .


Tapi dahi Gema mengernyit karena merasa ada dua mobil yang sedari tadi sepertinya mengikuti mereka sejak beberapa menit yang lalu .


" Adrick Vergel .... paling delapan apa sepuluh orang !! Masih penasaran anaknya ngilang " ujar Vania santai .


" Putrinya masih kau tahan di tempat tuna wisma itu . Bagaimana jika lukanya semakin parah ?? "


Gema membiarkan dua mobil itu menghadang jalannya , dia ingin tahu apa mau orang orang itu .


" Pakai jaketnya Om , buat jaga jaga ... " kata Vania mengambil sebuah pisau lipat kecil dari dalam tas ranselnya .


" Yakin cuma bawa itu !?? " tanya Gema sambil mengenakan jaket yang tadi diberi oleh Gregorius .


" Grandpa nggak mungkin biarin kita pulang sendirian saat Adrick masih penasaran soal putrinya . Kakek tua itu pasti mengincarku "


Benar saja , seorang pria tua dengan tubuh tinggi kurus keluar dari mobil bersama beberapa pria bertubuh besar .


" Revania Alvaro ... aku ingin bicara denganmu ! "

__ADS_1


Gema dan Vania berdiri tepat di depan mobil mereka .


" Aku mendengarmu ... " sahut Vania datar .


" Aku hanya ingin bertanya sekali saja padamu , dimana kau sembunyikan putriku ?? Kau pasti tahu keberadaannya ... "


" Aku juga sekali akan menjawab ... Aku tidak tahu . Aunty Kirey sangat suka berlibur , mungkin saja dia sedang berlibur di suatu tempat dan tidak ingin di ganggu olehmu "


" Tidak mungkin , terakhir dia menelponku ! Dia berkata ingin bertemu denganmu " ujar Adrick penuh selidik .


" Apa yang ingin kau lakukan padaku jika aku memang tidak tahu di mana putrimu !!? "


" Kau menantangku !!? "


" Hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya . Jangan salahkan aku kali ini ... "


Adrick terdiam , tampaknya ia sedang berpikir keras . Menyerang Vania bukanlah pilihan tepat karena sudah pasti ada orang orang Gregorius yang diam diam melindunginya . Lagipula pria disamping gadis itu punya kharisma yang kuat .


Walau belum tahu siapa pria itu tapi Adrick yakin pria itu bukan pria biasa .


" Kita pergi .... " akhirnya pria tua itu memutuskan untuk pergi .


" Tapi aku akan mencarimu jika terjadi apa apa dengan putriku "


" Aku akan menantikannya .... " sahut Vania .


Setelah Adrick dan orang orangnya pergi Gema tiba tiba memeluk calon istrinya dengan erat .


" Kenapa aku jadi ragu meninggalkanmu di sini sendirian !!??? "

__ADS_1


" Maka jangan tinggalkan aku ... "


__ADS_2