Water N Fire

Water N Fire
88


__ADS_3

Gema sedikit merasa aneh karena pagi ini belum bertemu dengan Vania , tadinya ia pikir gadis itu masih tertidur tapi saat ini hari sudah semakin siang . Tak mungkin gadis itu masih ada di kamarnya .


Semalam ia sudah mengabarkan pada Radit jika pagi ini dia akan telat ke perusahaan jadi walaupun semakin siang ia tetap.saja santai . Gema memutuskan untuk pergi ke atas , ia khawatir dengan gadis itu karena sesiang ini belum turun untuk sarapan .


TOKKK ... TOOKKKK


" Van ... Van ....buka pintunya , kita turun sarapan dulu ! "


Sepi , dia tak mendengar satu jawaban pun dari dalam walau sudah berkali kali memanggil gadis itu . Gema sedikit terkejut ketika pintu kamar gadis itu terbuka ketika tangannya sedikit mendorongnya . Ternyata Vania tidak mengunci pintu kamarnya .


CEKLEEKKK ...


" Vania .... "


Dahi Gema berkerut ketika tak ia dapati koper besar milik Vania yang biasanya tergeletak di sebelah lemari baju milik Ava . Kamar mandi pun kosong menandakan gadis itu memang sudah tidak ada di kamarnya .


" Gadis nakal !!! "


Gema segera berlari keluar , ia berlari menuju ruang cctv apartemennya yang ada di lantai terbawah .


" Pak Dev tolong saya minta putar rekaman di lantai unit saya dari sekitar jam satu dini hari tadi !! "


" Selamat pagi Tuan Gema kok tumben kesini , apa ada seseorang yang mencuri sesuatu di unit anda Tuan ?? " ujar pria setengah baya itu ramah , ia tahu yang ada didepannya ini adalah putra Adipraja . Dan dia tahu sebesar apa kuasa dan kekuatan keluarga itu di negeri ini .


" Maaf saya tidak bisa mengatakan ... "

__ADS_1


Saking tidak sabarnya Gema mengoperasikan sendiri dan mencari rekaman video di lantainya pada jam itu . Gema masih ingat jika dia masuk kekamar untuk tidur pada jam setengah dua pagi . Dia juga sangat ingat gadis itu melenggang ke kamar Ava karena sudah sangat lelah .


" Pak Dev kenapa tak ada rekaman apapun di lantai unit saya pada jam yang saya sebutkan tadi ??!!!! "


" Oooo ... saya saja juga bingung tiba tiba mesin cctv rusak tiba tiba , ketika tim yang mau memperbaiki datang malah dengan ajaib cctvnya bisa menyala lagi pagi ini " jawab pria bernama Dev itu .


Sesuai yang ia duga , tak ada apapun yang bisa ia dapatkan tentang gadis itu . Tidak ada rekaman apapun diseluruh lantai apartemen sampai jam empat pagi tadi . Gadis itu selalu bisa lolos dari pengawasannya .


" Assalamualaikum Om Sono , Gema butuh bantuan sekarang .... "


Akhirnya ia menelpon Wicaksono , mantan wakil CEO dari seorang Dewa Adipraja yang merupakan orang didikan ayahnya . Hanya pria itu yang bisa membantunya karena tidak mungkin ia memberi tahu ayahnya tentang hilangnya Putri bungsu dari Dennis Alvaro itu .


Setelah membersihkan diri ia segera melesat ke arah perusahaannya . Disana Radit terlihat sudah duduk diruangannya dengan membawa berkas di tangannya .


" Lemes bener Bos ?? Kaya abg lagi putus cinta " goda Radit .


" Vania yang hilang kenapa Bisa yang pusing ?? Dia kan sudah ada bokapnya , lagian ilang juga bukan gara gara Bos kan !? "


" Sejak semalam dia jadi tanggung jawab gue , Uncle Varo nitipin dia buat liburan disini . Gadis nakal itu benar benar membuat kepalaku sakit !! Dia nyata ... tapi seperti angin , tidak bisa disentuh "


Radit tertawa ketika mendengar keluhan dari sahabatnya , baru kali ini pria itu mengeluh . Padahal saat kehilangan Lulu pun dia tidak pernah mengeluh seperti ini .


" Sabar Bos , sesuai katamu ... dia adalah gadis nakal !! Mungkin saja kau sedang berpusing pusing disini dia malah lagi menikmati liburan di suatu tempat "


" Liburan ??? "

__ADS_1


" Ckk ... Kan kata Bos sendiri kalau dia kesini buat liburan !! Bukan buat nyari duit !! "


" Tapi Uncle Varo tidak akan membiarkan gadis itu pergi tanpa pengawasan seseorang .... Aku bisa kehilangan jejak Vania tapi kau sangat tahu Vania tak bisa lepas dari pengawasan Daddynya "


" Itu jawabannya ... dia pasti pergi di bawah pengawasan seseorang . Mungkin salah satu keluarga Adipraja "


" Ckk ... jangan jangan !!! "


Gema mengambil ponsel dan menelpon ibunya , Bali mungkin salah satu destinasi liburan yang dituju oleh gadis itu .


" Assalamualaikum ibu , boleh Gema bertanya !?? "


" Walaikumsalam , tumben kamu telpon ibu , bukan telpon ayahmu . Apa kau sedang tidak baik baik saja ?? Kenapa suaramu lesu begitu ?? Apa kau sakit !?? "


Suara ibunya di seberang sana terdengar sedikit panik .


" Gema sehat kok Bu , Gema hanya ingin bertanya apa ada akan ada tamu yang datang ke rumah hari ini ?! " Gema bertanya seperti itu karena jika Vania akan datang pasti mengkonfirmasi dulu pada ayah atau ibunya disana .


" Tidak ada ... memang ada apa !? "


" Tidak ada apa apa Bu , Gema telpon karena sangat kangen sama ibu . ltu saja kok "


Setelah selesai berbasa basi dengan ibunya Gema menutup sambungan telponnya , berkali kali ia menghembuskan nafasnya dalam dalam . Masalah Langit belum selesai kini masalahnya bertambah lagi .


Dia kehilangan gadis yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya .

__ADS_1


" Gadis nakal dimana kau ... "


__ADS_2