Water N Fire

Water N Fire
117


__ADS_3

" Sayang .... "


Sosok dengan jubah putih itu terlihat menoleh , wajah cantiknya semakin bersinar ketika tertimpa lampu dari lemari pendingin yang ia buka . Tapi sosok cantik itu tidak bersuara , dan dengan santainya tubuh mungil itu malah berjalan menapaki tangga menuju lantai atas .


Gema terpaku ! Rasa lega , kesal , gemas dan rindu sedang campur aduk di hatinya . Sudah kesetanan ia mencari , bahkan ia mengira gadis itu sedang terluka karena melihat jaket yang pernah dilihatnya bersimbah darah .


" Vania ... tunggu !! Diam di tempatmu !! " pekik Gema tertahan takut mengganggu istirahat ayah dan Hiro yang sedang bertamu di villa itu .


" Ckk gadis nakal " lirihnya sambil berlari ke arah tangga karena gadis itu terlihat tidak mempedulikannya .


Setelah berhasil mendekat Gema meraih tangan gadis di depannya .


" Apa kau tidak mendengarnya ?? Aku memintamu untuk diam di tempatmu ... "


Vania mengehentikan langkahnya tanpa menarik tangan yang sudah ada di genggaman pria pemilik hatinya .


" Memang siapa Om bisa ngatur ngatur hidup Vania ??! Lagian pagi pagi buta gini kayak jelangkung datang tak di undang .... nggak enak Om sepi sepi gini cuma berduaan . Kata orang nih ya kalau berduaan ditempat sepi berarti ada setan yang jadi orang ketiganya !! Nanti Uncle Adam kira Vania apa apain Om , terus Vania dipaksa buat nikahin Om . Ogahh ... "


lngin rasanya Gema menggigit gadis di depannya , muka bantal dengan rambut panjangnya yang di ikat asal membuat gadis itu terlihat sangat seksi .


" Aku hanya ingin bicara sebentar ... "


" Tentang ?? "


" Tentang kata kataku tempo hari , aku minta maaf jika .... "

__ADS_1


Sebelum menyelesaikan kata katanya Vania sudah memotongnya sambil menarik pelan tangan yang ada di genggamannya .


" Udahhhh ... Tenang saja Vania bukan pendendam , udah kenyang kalau cuma dengar yang kayak gitu gitu . Tapi Vania akan selalu mengingat itu !! Aku akan mengingatnya agar aku lebih tahu diri . Jika capek capek kesini hanya untuk minta maaf maka aku maafkan . Sekarang Om boleh pulang ... maaf tapi Vania masih ngantuk banget pengen istirahat " ujar Vania kemudian membalikkan badannya untuk kembali melangkah menuju kamarnya .


Gema meraih tubuh mungil itu dan mendekapnya dari belakang . Direngkuhnya erat tubuh Vania untuk mencurahkan semua rasa rindu di hatinya .


" Aku merindukanmu ... "


" Lepas ... "


" Tidak akan !! " tegas Gema , jika ia melepasnya sekarang maka ia akan lebih sulit mendapatkan lagi .


" Perlu kita baku hantam disini agar kau mau melepasku ?? "


" Terserah ... tapi aku tidak akan melepasmu lagi "


" Ckk ... lepaasss !! " gerutu Vania yang tidak berhasil memukul pria yang masih erat mendekapnya .


" Aku merindukanmu ... "


" Tapi aku tidak !!! Tidak ada orang asing yang saling merindukan " sinis Vania .


" Kau sudah memaafkan aku jadi jangan bahas tentang itu lagi " ujar Gema yang kemudian membalikkan tubuh mungil dalam dekapannya agar berhadapan dengannya .


Dikecupnya cukup lama kening Vania dengan tanpa melepaskan rengkuhannya .

__ADS_1


" Kau tahu ? Ada banyak pertimbangan ketika aku memutuskan untuk mengejarmu . Kau baru saja memasuki fase menuju dewasa , masih banyak hal yang belum kau lalui . Dan aku sudah melaluinya , sekarang bukan pacar atau teman nongkrong yang aku cari . Di umurku yang sudah menuju kepala tiga ini yang aku butuhkan adalah teman hidup , seorang istri yang bisa mendampingiku ... "


" Pria tua menyebalkan !! Jangan terlalu panjang ... bisa kau persingkat ??! Aku sudah sangat mengantuk " sungut Vania walau sebenarnya hatinya berbunga bunga karena baru pertama kali pria di depannya ini bersikap romantis .


" Ckk ... kau mengacaukan semua !! Padahal aku sudah susah susah menghafalkan catatan dari Radit . Aku ingin melamamu , maukah kau menjadi istri dari pria tua sepertiku ?? "


Vania berusaha setengah mati menahan senyumnya , ia tidak akan membuat ini menjadi mudah untuk Gema . Bagaimanapun juga ia masih sakit hati dengan kata kata yang dilontarkan pria itu tempo hari .


" Tidak mau .... kau bahkan tidak membawa cincinnya "


Vania terhenyak ketika Gema akan melepas gelang tangan dari emas putih yang melingkar di tangan kirinya . Dia segera menarik keras tangannya .


" Jangan !!! lni milikku !! "


" Terimakasih masih menyimpan ini , kalung ini adalah hadiah dariku ketika ulang tahunmu yang kedua . Jika memang sudah tidak muat seharusnya jangan dipaksakan untuk terus dipakai , kau malah membuatnya menjadi gelang tangan "


" Apapun yang sudah di berikan padaku itu berarti sudah menjadi milikku !! "


" Aku tidak akan mengambil apapun yang sudah aku berikan padamu , termasuk hatiku !! Aku tidak membawa apapun untuk mengikatmu saat ini , aku hanya punya keyakinan jika aku akan menjaga dan memberimu cinta sepenuh jiwaku . Aku tidak sempurna ... tapi aku akan memberikan yang terbaik untukmu "


" Ckk ... mungkin sudah nasibku untuk menjadi untuk melayani pria tua sepertimu seumur hidupku !! Tapi jangan kau pikir aku akan menjadi kucing manis setelah ini ... " kata Vania dengan membalikkan badan agar pria itu tidak melihat semburat merah di wajahnya .


" Aku memang tidak suka kucing , aku lebih suka singa " ujar Gema sambil terkekeh , ia raih wajah cantik itu hingga sepasang netra mereka saling menatap .


Dan tanpa sadar wajah mereka semakin tak ada jarak , hingga ketika bibir mereka akan bertaut sebuah suara mengejutkan mereka .

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan pagi pagi buta begini !!!! "


__ADS_2