Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 100


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Aira hari ini di izinkan keluar dari rumah sakit, namun ada syarat, Aira harus kontrol empat hari lagi,


Dokter Jason pun, sudah bertolak ke negaranya, beberapa hari yang lalu, karena melihat perkembangan Aira sudah sangat baik, dan dapat di tangani oleh dokter lainnya.


Aira pulang ke rumah besar sang mertua, dan di rumah tersebut sudah di hias sebagai penyambutan mantu rumah tersebut, tak ketinggalan mertuanya mengundang para kakak angkat Aira, dan seluruh preman yang menolong Aira saat itu.


Sebagai bentuk terima kasih mereka terhadap para preman yang menolong meraka saat itu, mereka memberi lapangan pekerjaan untuk para preman tersebut, agar para preman tersebut, bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi, dan menafkahi keluarga mereka dengan uang halal,


Tentu saja tawaran itu, di sambut baik oleh para preman tersebut, meraka juga ingin membuktikan kepada masyarakat, bahwa mereka juga bisa hidup lebih baik, dan tidak di pandang rendah lagi oleh masyarakat.


Rumah besar tersebut sekarang menjadi ramai dengan kedatangan orang orang yang menyayangi Aira,


Maklum selama Aira di rawat mereka tak bisa membesuk Aira, karena keluarga Brian melarang ada yang membesuk Aira, demi kenyamanan Aira, oleh sebab itu semua orang yang menyayangi Aira di undang oleh keluarga Brian, kerumah besar mereka, untuk menyambut kepulangan Aira.


Aira pulang hanya di temani sama sang suami dan Arya, sedangkan yang lain sudah berkumpul di rumah besar, untuk memberi kejutan buat Aira.


"Kita pulang sayang, mau abang gendong apa pake kursi roda?!"

__ADS_1


"Pake kursi roda aja bang?!" ucap Aira menjawab pertanyaan sang suami dengan cepat, sebelum lelaki tampan itu berbuat hal yang aneh aneh, yang akan membuat diri Aira malu.


Brian yang mendengar ucapan sang istri dengan cepat itu, hanya terkekeh geli, dia tau sang istri takut akan kelakuannya.


"Ya sudah, ayok... kita pulang ucap Brian sambil memindahkan sang istri dari bed ke atas kursi roda dengan hati hati, dan tak lupa mencuri ciuman di bibir sang istri, selama sang istri sakit, dia tak bisa melakukan seenaknya.


Aira di dorong oleh Brian sampai ke lobby rumah sakit, di sana sudah ada Arya menunggu ke datangan Brian dan Aira.


"Haiii.... adek cantik abang... sudah siap untuk pulang?" tanya Arya dengan senyum manisnya menyambut kedatangan Aira di lobby rumah sakit tersebut.


Brian sadar akan ke terpanaan asisten mekaligus sahabatnya itu, langsung menendang kaki Arya, dia tak suka orang melihat sang istri lama lama,


"Ngapain loe... bengong di sana, jaga mata loe...!" kesal Brian.


"Aduuuhh... sakit nyet...!" kesal Arya.


"Bodo..." ucap Brian acuh "cepetan bukain pintu!" bentak Brian lagi.

__ADS_1


"Iya sabar napa, dasar boss lacknut!" gerutu Arya.


"Loe ngomong apa!!" teriak Brian.


"Ngak ngomong apa apa!" jawab Arya masa bodo.


"Awas loe ya... klau sampai ngumpat gue, gue potong gaji loe!" ancam Brian.


"Serah loe...!" kesal Brian.


"Haiii... yang sopan loe, gue boss loe! asal loe tau!!" bentak Brian.


"Ahhh... maaf Tuan, silahkan masuk...!" sambil membukakan pintu mobil buat Aira dan brian dengan hormat.


Aira hanya geleng geleng kepala melihat tingkah ke dua pria tampan tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2