Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 106


__ADS_3

Akhirnya hari yang mereka tunggu tunggu datang juga di mana hari pesta pernikahan Brian Samudra dan Aira Kamila di adakan besok hari di sebuah hotel bintang lima.


Keluarga Aira pun telah datang dan beberapa orang terdekat dekat Aira dari kota Y itu, menginap di hotel tempat Aira mengadakan resepsi pernikahan.


Semua orang yang datang dari kampug halaman Aira itu sangat senang, di beri penginapan di hotel berbintang tersebut.


"Ya Allah... pae, neng Aira suaminya bener bener tajir melintir, kita sebanyak ini di beri tempat menginap di hotel mewah ini!" ucap Bu rt, dengan mata berbinar.


"Iya Bu, Bapak bersyukur Aira mendapatkan jodoh yang sangat menyayanginya, mana ganteng lagi?!" Pak rt.


"Semoga pernikahan mereka langgeng sampai kakek nenek dan mendapatkan momongan seperti Aira, anak yang baik, sholeh, dan pintar!" ucap Pak Dani, salah seorang warga yang turut di undang oleh Brian.


"Aamiin...." ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Namun tidak dengan duo titisan setan tersebut, entahlah itu maknya apa demit ada ya mak yang begitu jahat sama anaknya,


"Sialan.... kenapa anak sialan ini bisa nikah sama orang kaya, harusnya Ayu yang besanding sama dengan Brian tampan itu, ini malah anak sialan itu, malah di puji puji lagi sama orang orang kampungan ini, lagian ngapain juga lagi ngundang orang kampung ini, ngak cocok sama mereka ngikutin pesta orang kaya, ngak level mereka juga kali!!" gumam Ibu titisan setan itu,


"Brengsek... sialan, kenapa sih... anak sialan itu selalu beruntung, ngak di kampung, ngak di kota, selalu aja di eluh eluhkan, apa sih... yang menarik dari dia, cantik juga cantikan gue kemana mana, pintar juga gue juga ngak kalah pinter dari anak sialan itu, awas aja loe, gue akan bikin acara pernikahan ini hancur!" kesal Ayu, yang ngak punya akhlak.


"Ya Allah... ternyata anak gadisku, sudah besar, sudah menjadi milik orang, maafkan Ayah nak, tidak pernah memberikan kasih sayang padamu, maafin ayah, ayah sungguh menyesal sayang?!" gumam Ayah sendu, mengingat anak gadisnya itu.


Punggung Bima di elus oleh sang istri, menyadarkan Bima dari lamunanya, dia melihat sang istri dan memberikan senyum manisnya kepada sang istri yang sedang berbadan dua itu.


"Jangan sedih lagi, adek sudah ada yang jagain dia, kamu ngak perlu khawatir lagi, bukankah kamu bilang klau adek sangat di sayangi oleh suami dan keluarga suaminya?!" tanya sang istri.


Dan di anggukin oleh Bima, Dewi nama istri Bima itu sangat tau, bagai mana perasaan Bima, Dewi adalah tempat berkeluh kesah tentang Aira, dia sangat tau Bima begitu menyayangi Aira, Bima selalu mengadu sama Dewi klau adiknya tak pernah mendapat kasih sayang dari keluarganya.

__ADS_1


"Kamu capek sayang?" tanya Bima sama sang istri.


"Sedikit" jawab Dewi sambil tersenyum.


"Ayok, kita kemar dulu, kamu butuh istirahat, kasian dedek juga pasti pengen istirahat dengan nyaman!" ucap Bima sambil mengelus perut buncit Dewi.


Yang hanya di anggukin oleh Dewi, mereka menuju lift untuk menuju kamar yang akan mereka tempati, dan di ikuti oleh tamu tamu dari kampung juga, karena Brian memang menyewa satu lantai buat tamu di hotel tersebut.


"Ya Allah.. pae, ini hotel bagus banget..., kita bisa lihat keindahan kota J ini ya pae, dari kamar kita!" girang Bu rt,


"Dasar norak!!" gerutu Bu Ningsih, ibunya Aira itu, sambil melangkah masuk kedalam kamarnya, padahal mah, matanya juga jelalatan penuh minat, melihat kemewahan hotel tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2