
"Cucu menantu ku ini terlalu banyak menyimpan rahasia" celetuk Kakek surya dan berjalan ke arah Aira.
Cup...
Satu kecupan sayang mendarat di jidat Aira, yang di lakukan oleh kakek Surya, tidak lupa kakek juga mengelus lembut rambut sang cucu mantu.
"Kalian pasti juga tidak tau kan, klau dia punya yayasan anak anak pintar, dia donatur panti asuhan dan panti jompo, dia membantu orang orang dari ke susahan"
Keluarga Aira menggeleng tanda tidak tau.
"Anak kalian ini punya semuanya, dia punya kontrak mulai dari kalangan biasa sampai kalangan elite, punya Cafe tersebar di berbagai wilayah dan sekarang merambah ke ranah international" bangga sang kakek.
Membuat keluarganya terkejut.
"Apa... adek juga yang buka tepat pelatihan di kampung, dan membuat ladang usaha untuk orang orang desa, dan adek juga yang memodali lahan terbengkalai itu di tanami dengan buah buahan dan sayuran?" tanya Bima.
"Iya....sebagai bakti Aira kepada mereka, tanpa mereka, Aira mungkin bukan siapa siapa, Aira di besarkan oleh dukungan mereka, Aira di beri uang untuk latihan dan sekolah karena sumbangan dari mereka, Aira sampai ke luar negeri sana juga karena bantuan mereka, kini Aira punya semuanya, Aira ingin mereka juga merasakan yang Aira punya. Aira tidak ingin kacang lupa kulit bang" ucap Aira.
"Maaf..."
Hanya itu yang bisa Bima ucapkan, karena dia tidak tau lagi harus berkata apa, mereka keluarga mengabaikan berlian ini, sedangkan di luar sana mereka bergotong royong membantu Aira sampai ke titik yang paling
__ADS_1
tinggi.
Pak Alek, ada rasa sedih, ada rasa bangga, anak yang dia abaikan ternyata bisa se sukses itu tanpa dukungan dari ke luarga, dia membuktikan dia mampu berdiri di kaki sendiri tanpa bantuan keluarganya.
Rasa haru itu di pecah oleh suara tangis bayi bayi imut yang ada di dalam box di samping sang Bunda.
Oeeekkk..
Oeeekkk...
Oeeekkk...
Tangis itu nyaring sekali di dalam ruangan itu.
Kekeh Mami Arum. mengangakat Baby girl
"Haus ya cucu cucu Oma?" tanya Mommy Lita menggendong si bungsu.
"Sedangkan Brian memberikan Si abang ke pangkuan Bundanya, untuk di susui.
"Ya amun nak, klau kalian haus berbarengan kayak gini, gimana ceritanya?" oceh Papi Tama, dengan wajah panik nya.
__ADS_1
"Tidak apa Pi... nanti aku pompa ASInya dan di buat stok, jadi saat dia haus berbarengan kan mereka bisa minum ASI dengan dot juga secara bergantian" ucap Aira menenang kan Papi Tama yang baru mendapat gelar kakek itu.
"Oohhh... emang bisa?" tanya Papi Tama dengan muka sedikit cerah.
"Bisa dong Pi..." jawab Aira.
Hah... syukur lah, cucu cucu ku ngak akan mengamuk lama lama, kasian mereka paduan suara sambil nunggu antrian" kekeh Papi Tama.
Yang lain hanya terkekeh mendengar ocehan kakek baru itu.
"Aira harus banyak makan ya sayang, biar banyak ASI nya ke luar" ucap Mommy penuh perhatian.
"Iya Mom, Aira juga sudah nyedia in susu buat memperlancar ASI" kekeh Aira.
Ibu hamil di belakang sana, mengelus perut buncit mereka masing masing, tidak sabar agar sang Baby cepat lahir, melihat Baby Baby air yang begitu lucu, mereka hanya bisa melihat saja tanpa bisa menyentuh, karena males berebut dengan orang tua mereka yang masih senang senangnya dengan ke hadir Baby kembar nan lucu itu.
Keluarga Aira, melihat begitu perhatian dan sayangnya keluarga suami Aira itu kepada anak mereka itu.
Ada rasa sesal di hati Bu Ningsih, karena cinta lama tak kunjung usai, dia malah tidak memperhatikan anaknya, malah berbuat jahat kepada ke dua anaknya, menyesal sudah tidak ada gunanya lagi saat ini, yang harus dia perbuat adalah memperbaiki diri agar sang anak bisa menerimannya dengan hati yang tulus, bukan karena kasihan.
Bersambung...
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...
Mau lanjut apa mau And sampai di sini? 😊😊😊