Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 196


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu.


Aira kembali ke Tanah Airnya, tugas mulia yang dia emban sudah selesai, Aira kembali ke apartemen yang dia beli tanpa sepengetahuan orang lain.


Besok pagi dia akan kembali ke rumah sakit tempat dia melaksanakan koas, dan rumah sakit itu pula lah yang mengirim Aira ke Libanon sana.


Aira akan kembali bertugas di rumah sakit tersebut sebelum satu minggu lagi masa koasnya selesai, dan Aira juga ingin memerikasakan tubuhnya, dia merasa kalau kecebong Brian sudah ada yang tumbuh di dalam sana.


Sedangkan di tempat lain, Brian sedang duduk termenung di kursi kerjanya sambil memandang foto istri cantiknya yang sedang tersenyum manis itu.


"Dimana kamu sayang, kembali lah Abang rindu kamu, cukup sudah sayang kamu menghukum Abang?!' gumam Brian memandangi foto sang pujaan hati.


"Kapok gue, ngak akan lagi gue mau melawan perintah singa betina ini, cukup sekali dia ngamuk sama gue, sekali aja dia bisa hilang sebulan gini, ngak tau di mana rimbanya" gerutu Brian.


Sedang kan wanita cantik yang di gerutui Brian tersebut enak enakan tidur manja di kasur empuknya, maklum sebulan penuh dia hanya tidur di atas tandu.( entah lah apa namanya tempat tidur darurat tentara itu)


Sedangkan di tempat lain.


Dua wanita hamil yang yang sedang asik menikmati rujak di gazebo belakang rumah dan di samping kolam renang itu, dan di awasi oleh sang Mommy.


"Andai ada Aira pasti ini sangat seru" oceh Aleta sendu.

__ADS_1


"Iya, apa dia sedang hamil juga?!" ucap Nina juga terlihat murung.


"Mommy berharap Aira baik baik saja dimana pun dia berada, semoga dia juga sedang hamil seperti kalian, cuma kasian saat hamil tidak ada yang menemaninya" ucap Mommy ikutan sendu.


"Kemana pergi anak itu sih, pintar sekali dia bersembunyi, bisa tidak tau dia ngumpet di mana" oceh Aleta.


"Iya, anak buah Deddy juga memata matai rumah Ayah Aira sama, ngak ada juga Aira di sana, bahkan anak buah Deddy melihat ayah Aira suka melamun di sana" ucap sang Mommy lemah.


"Mom, apa si ular keket itu masih menemui Mami Arum mom?" tanya Nina.


"Iya kemaren kata Mami kamu itu, Angel datang kerumah mereka, tapi tidak di bukain pintu sama penjaga di sana" kesal Mommy.


"Kata Mami kalian, Angel tau klau Aira pergi dari rumah, makanya dia ingin menemui Brian, dia ingin menggantikan posisi Aira" ucap sang Mommy terkekeh..


"What......" teriak kaget kedua bumil itu.


"Jangan teriak kencang kencang nanti cucu cucu Mommy kaget" oceh sang Mommy, padahal dia sendiri yang hampir terjungkal gara gara teriakan duo bumil itu.


"Hehehe... Maaf Mi" ucap Nina, memegang tangan sang mertua.


"Itu si malaikat maut ngak ada kapok kapoknya ya Mom, mukanya terbuat dari apa sih?!' kesal Nina.

__ADS_1


"Entah lah, Mommy juga ngak habis pikir, kok bisa bisanya , Brian dan Mami kalian itu kenalan sama dia, dan di angkat adik pula" kesal Mommy.


"Mungkin saat itu mata mereka lagi banyak belek nya Mom, jadi tidak melihat wajah Angel" kekeh Aleta.


"Hahaha...." pecah sudah tawa sang Mommy dan Nina, mendengar ocehan Aleta itu.


Di tempat lain..


Aira sudah bangun dari tidurnya.


"Huuff... kok pengen makan rujak ya?" oceh Aira seorang diri.


Tangannya menari nari di layar hp tersebut dan mencari adakah rujak yang di pesan via on line.


Tidak lupa juga Aira memesan begitu banyak makanan, karena perutnya sudah terasa lapar.


Bersambung...


Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...


" Terimakasih "

__ADS_1


__ADS_2