
"Ai... maafin Ayah ya nak...?! Ayah mohon...!" Pak Alek menangkupkan kedua tangannya dan ingin berlutut di hadapan anak gadisnya itu.
Aira buru buru menarik sang Ayah, agar Ayahnya tak berlutut di hadapannya, Aira memang marah sama sang Ayah, tapi dia tak mau Ayahnya berlutut di hadapannya, cukup Ayahnya menyesal dan minta maaf sudah, itu sudah cukup pagi gadis cantik itu.
"Jangan berlutut Ayah... itu tidak baik, jangan merendahkan diri Ayah kepada aku?!" ucap Aira sendu.
"Dengan cara apa nak... agar kamu mau memaafkan Ayah, jangan diam saja, tolong jawab ayah nak...?!"
"Aku sudah memaafkan Ayah...!" ucap Aira pelan.
"Benarkah...? kamu tidak marah lagi sama Ayah..?!" ucap Pak Alek berbinar
"Iya...!" angguk Aira
"Klau gitu kita pulang ya nak?!"
Aira menggelengkan kepalanya, "tidak bisa Ayah... aku harus pulang ke kota, aku harus masuk kuliah?!" ucap Aira
Pak Alek cuma bisa menarik nafas berat, ada gurat kekecewaan di matanya, tapi juga ada rasa bahagia, karena sudah bertemu dengan anak bungsunya dan meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
"Yah.... boleh aku tanya satu hal sama Ayah...?"
"Mau tanya apa sayang..?!" ucap pak Alek
"Apakah aku anak kandung Ayah dan Ibu...?!"
Pak Alek kaget setengah mati dengan pertanyaan anaknya.
"Kenapa Ai... tanya seperti itu hmmm...?!"
"Karena aku merasa selama bersama kalian, tak ada yang menyayangi ku, hanya abang yang sering masuk ke kamarku, dan menyayangi ku?!"
untuk menjawab pertanyaan sang anak.
"Dengar Ayah baik baik..?!" ucap Pak Alek sambil memegang tangan Aira.
"Kamu... Anak kandung Ayah sama Ibu nak! cuma memang ibu tak mau menerima kehadiranmu..."maaf" ucap Pak Alek sendu.
"Kenapa yah...!" tuntut Aira
__ADS_1
Pak Alek menerawang jauh ke depan,
"Ayah dan Ibumu dulu di jodohkan oleh nenek kakek kalian, Ibumu menerima Ayah karena dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, sedangkan Ayah memang mencintai Ibumu dari dulu!" Pak Alek terdiam mengatur nafasnya sesaat sebelum melanjutkan ceritanya
"saat usia kakakmu Ayu satu tahun, kekasih ibumu kambali dia ingin mengambil Ibumu dari Ayah, Abang dan kakakmu, Ibumu yang masih mencintai sang mantan kekasihnya minta cerai sama Ayah, Ayah ngak terima dan Ayah membuat ibumu hamil kembali dan lahir lah kamu, Ibumu tak terima dan selalu menggunakan cara untuk menggugurkan kamu, namun dasar kamu yang ingin hadir di dunia ini, kamu tak mempan di gugurkan oleh Ibumu!" ucap Pak Alek mendesah
"Saat kamu lahir, Ibumu menuntut Ayah untuk mencari uang lebih banyak dan mengalahkan sang kekasih Ibumu, Ayah menyanggupinya, Ayah bekerja siang malam untuk itu, sampai lupa klau ada kalian yang butuh kasih sayang Ayah?!" ucap pak Alek
Aira merasa sedih dengan ungkapan hati sang Ayah. ternyata Ayahnya tertekan selama ini, hanya karena mengharap sang Ibu tak pergi dari sisi mereka, walaupun Aira yang menjadi korban terberatnya.
"Lalu kenapa kak Ayu... ikut membenci aku Yah...?!" tanya Aira agar penasaran dalam dirinya terjawab
"kakakmu Ayu, dan abangmu juga menjadi korban dari itu, semenjak ke datangan mantan Kekasih Ibumu dia abai dengan tanggung jawabnya, beruntung abangmu sudah mulai mengerti saat itu!"
"Ayu yang belum tau apa apa dan haus kasih sayang mencoba segala cara untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Ibu dan Ayah?!" keluh Pak Alek
"Setelah kelahiranmu Ayu semangkin cemburu dan menjadi jadi, dan apa lagi kamu lebih cantik dari dia, dan kamu banyak di sayangi oleh warga dan teman temanmu, makanya Ayu iri?!" ucap sang Ayah.
Di sini Aira baru mengerti dengan keadaan yang sebenarnya.
__ADS_1