
"Apa kabar kamu Sih?" tanya Pak Alek saat Bu Ningsih sedang duduk di kursi roda sendirian.
"Mas..." kaget Bu Ningsih.
"Hmm..." ucap Pak Alek menatap lurus ke depan.
"Maaf telah membuat kamu terluka, maaf kan aku telah menelantarkan anak anak kita, dan maaf telah membuat kau begitu membenci Aira waktu itu dan maaf telah menghasut kamu untuk mengusir Aira" ucap Bu Ningsih.
"Sudah lah, semua sudah berlalu, jujur aku sangat terluka dan marah saat tau semua yang kau perbuat kepada kami, namun semuanya sudah aku ikhlaskan, mungkin sudah takdir ku seperti itu, awal mungkin aku menyesal menikahimu namun karena aku memiliki anak anak yang baik aku bersyukur aku tidak sendiri masih ada anak anakku bersama ku"
"Aku belajar dari Aira, yang tidak pernah membenci ku, walau banyak luka yang aku berikan, walau aku pernah mengusirnya, namun tidak sedikitpun dia membenci ku" ucap Pak Alek sendu mengingat sang putri.
Bu Ningsih menunduk, menyesali semua perbuatannya, sekali lagi maafkan aku mas?!" pinta Bu Ningsih.
"Iya aku sudah memaafkan mu, hidup lah lebih baik lagi dan jangan ulangi lagi perbuatan mu" ucap Pak Alek.
"Iya Mas... Terimakasih, sudah memaafkan ku. In sha Allah, tidak akan aku ulangi lagi, dan aku tidak ingin anak anakku membenci ku lagi" ucap Bu Ningsih.
"Bagus kalau begitu" ucap Pak Alek.
Lama terdiam, Pak Alek angkat bicara.
"Kemana Ayah kandung Ayu?"
"Hufff... entah lah, saat waktu itu, tidak sekali pun dia menemuiku, setelah mereka membuang kami di kontrakan kumuh waktu itu dan sampai sekarang aku tidak tau"
__ADS_1
"Aku datang ke sini, juga gara gara ingin menemuinya, bukanya prihatin melihat aku dan Ayu, malah dia tidak mengakui Ayu anaknya dan pergi bersama anak dan istrinya, meninggalkan kami yang habis kecopetan di sana tanpa ada belas kasihan" ucap Bu Ningsih sendu.
"Apa kamu masih berharap sama laki laki itu?" tanya Pak Alek.
Pak Alek bertanya seperti itu bukan karena masih cinta, dan bukan tidak terima, rasa Pak Alek sama Bu Ningsih pun sudah hilang entah kemana, semenjak terungkapnya kejahatan Bu Ningsih, namun dia hanya memastikan saja, setelah di sakiti berkali kali masih mencintai Pria yang tidak bertanggung jawab itu tanpa batas, mau heran tapi itu Bu Ningsih.
"Tidak... sama sekali aku sudah tidak berharap sama lelaki bajingan itu lagi, walaupun aku masih tinggal di kolong jembatan sekali pun, aku sudah tidak mau" ucap Bu Ningsih tegas.
Pak Alek menganggukan kepalanya tanda mengerti, dia tidak ingin bertanya terlalu dalam lagi, buat apa? mereka sekarang bukan siapa siapa lagi.
"Ayah... Ibu... aku cari cari ternyata kalian ada di sini?! ayo masuk, kita makan siang dulu" ajak Ayu yang berpura pura tidak melihat ayah dan Pak Alek, padahal mah dari tadi dia dan kedua saudaranya jadi tukang intip di balik rimbunan bunga di taman itu.
"Ha... Iya baik lah..." jawab Pak Alek dan berjalan memasuki rumah besar itu dan di ikuti oleh Ayu dan Bu Ningsih.
Di ruang makan mereka sudah di tunggu oleh yang lainnya.
"Mommy yang lapar nyalahin yang hamil" cemberut Aira.
"Hehehe... Iya iya Mommy yang lapar" kekeh sang Mommy.
"Aira mau makan pakai apa sayang?" ucap Mami Arum.
"Pakai sup daging sama pargedel aja mam, tambah sedikit sambal " ucap Aira.
"Ok..."
__ADS_1
Mami Arum mengambilkan permintaan Aira.
Mommy mengambil kan salad buah dan salad sayur untuk Aira, dia hafal betul menantu kesayangannya itu akan mencari salad sehabis makan.
"Ini salad buat cucu cucu Mommy" ucap Mommy Lita sambil mengelus perut buncit Aira itu.
"Makasih Mommy... Mami...." jawab Aira.
"Iya sayang makan yang banyak" ucap ke dua paruh baya itu sambil membelai kepala Aira.
Perhatian itu, tidak hanya untuk Aira saja, tapi juga untuk ke dua Ibu hamil yang di depan Aira itu.
Keluarga Aira sangat terharu melihat perhatian yang di berikan orang orang itu kepada Aira, mereka sungguh bahagia anak nya dapat kasih sayang yang tulus dari keluarga mertuanya dan rasa penyesalan yang dalam di hati mereka, telah menelantarkan Aira dan menyia nyiakan Aira dari dulu.
Bersambung....
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya..
Jangan lupa juga ikuti cerita ku yang lainnya.
* Nikah rahasia
* Suamiku yang tak di anggap
dan satu lagi yang masih proses
__ADS_1
* Ketika suami tidak lagi jadi harapan.
"Terimakasih..."