Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 241


__ADS_3

Di dalam ruangan sana Brian habis di cakar dan di lambat oleh sang istri, saat sakit mendera Aira pasti akan memcakar untuk mengalihkan rasa sakit.


"Aduhhhh..... siiittt" desisi Aira sambil mecakar Brian.


"Aduh... adu... du... du... sayang"


ucap Brian menahan rambutnya di cambak oleh Aira.


sehilang rasa mulesnya Aira melepaskan jambakan nya, klau kembali mules Brian selalu jadi sasaran begitu seterusnya sampai bayi mereka berhasil keluar dari perut sang istri.


"Ada dokter dan perawat kasihan melihat Brian, ada yang menahan senyum melihat penampilan Brian yang rapi maco dan cool itu, berubah dengan sekejap mata menjadi mengenaskan seperti gembel di omperan toko.


Rambut acak acakan, tangan luka gara gara cakaran kuku sang istri dan kancing baju entah hilang kemana.


Detik demi detik, menit deminit dan berubah menjadi jam.


Lahir lah anak pertama mereka dengan selamat.


Oweekkkk..


Oweekkk ...


Oweekkk...


"Alhamdulillah... abang sudah lahir nih dok" ucap Sang dokter memarkan kepada Aira dan Brian.


Tak terasa air mata Brian meleleh melihat hasil karyanya sudah keluar dari tempat persembunyiannya.


"Anak kita sudah lahir sayang..." ucap Brian tersenyum manis.


Belum sempat dia bernafas lega, sang istri kembali menariknya, karena yang nomor dua sudah ikutan ingin keluar.

__ADS_1


Oweekkk....


Oweekkk....


Oweekkk...


"Yang ke dua cantik dok... " ucap Dokter kembali memamerkan ke Aira dan Brian.


"Alhamdulillah..." ucap Aira.


Tak selang lama, kembali Aira mendesis karena tidak mau ketinggalan sama sang abang dan kakaknya.


Oweeekkk...


Oweeekkk...


Oweeekkk...


"Dih... si adek, kencang amat tangisnya, takut di tinggal sendirian ya di dalam sana hmmm....apa ngak terima jadi yang terakhir" celoteh sang dokter kepala.


Di sambut kekehan sama Dokter dan perawat.


"Tuan Brian, silahkan di adzan in anak anaknya" ucap Sang dokter.


Brian mengangguk dan pergi meng Adzan kan anak anaknya satu persatu, sampai sampai air matanya tak berhenti menetes melihat putra putrinya yang terlihat sangat tampan dan cantik perpaduan wajah bulenya dan wajah pribumi sang ibu.


"Assalamualaikum... anak anak Ayah, Selamat datang di dunia tipu tipu ini, semoga jadi anak sholeh dan sholehanya Ayah dan bunda ya sayang" ucap Brian mengecupi satu satu wajah sang anak.


"Anda boleh keluar dulu tuan, Dokter Aira akan kami bersihkan dulu" ucap Sang Dokter.


"Baiklah terima kasih banyak sudah menolong persalinan anak anak kami dok" ucap Brian tulus.

__ADS_1


"Sama sama Tuan, sudah tugas kami sebagai pelayan masyarakat, dan di tambah lagi Dokter Aira adalah dokter muda yang berbakat di rumah sakit ini" ucap sang dokter.


Brian mengangguk tanda mengerti dia keluar dengan ke adaan acak acakan dan baju sedikit robek dan kancing baju yang hilang.


Ceklek...


Pintu di buka dari dalam sana dan keluar lah Brian dari sana yang membuat keluarga yang menunggu kelahiran pewaris samudra grup itu, menganga melihat penampilan Brian yang antah berantah itu.


"Kamu kenapa Bri...? apa ada rampok di dalam?" tanya Wiliam bingung.


"Apa ada musuh di dalam Bri..." sambung Arya tak kalah paniknya.


"Lalu Aira mana? kenapa kamu tinggal dia sendiri, nanti aira bisa di celakai Bri... haduuhhh..." oceh Wiliam.


Orang tua yang sudah paham Brian kenapa dan Bima juga pernah mengalaminya hanya terkekeh melihat penampilan Brian itu.


Brian hanya diam dan bersimpuh memeluk kaki sang Mami.


"Mi... maafin Brian klau ada salah Mi, baru Brian melihat istri Brian melahirkan seperti orang menantang maut Mi hu... uu.." pecah sudah tangis Brian.


"Sudah, sayang kamu ngak ada salah, bagai mana keadaan cucu cucu dan Mantu Mami" tanya Mami Aleta.


"Mereka baik Mi, Aira baik dia masih di bersihkan, cucu cucu Mami ganteng cantik dan ganteng" jawab Brian sumringah, membayangkan anak anaknya.


"Jadi dua jagoan satu putri?" tanya Kakek surya dan di anggukin oleh Brian.


"Alhamdulillah..." ucap syukur dari mereka semua.


Bersambung...


Hai... jangan lupa like komen dan vote...

__ADS_1


__ADS_2