
"Sayang... gimana keadaan kamu sayang, apa sudah lebih baik nak?! ini Mami sengaja bikin makanan ke sukaan kamu, pake tangan Mami sendiri lho... ngak tau enak apa ngak, kan... Mami masak di ajarin sama kamu sayang!?" ucap sang Mami membanggakan masakan yang dia bawa, sambil mengelus sayang pucuk kepala Aira dan mencium jidat menantunya itu.
"Sudah mendingan Mi, Ya Allah... Mami kenapa repot repot masak sendiri sih... kan Mami bisa minta tolong sama bibi... tapi ini, "terima kasih" Mi, sudah susah susah masakin Aira!?" ucap Aira penuh haru, ini yang dia mau, yang tak pernah dia dapat dari ibu kandungnya, tapi kini dia dapat dari sang mertuanya itu.
"Sama sama sayang...!? Mami ingin masak sendiri buat mantu tercinta Mami ini, biar cepat pulang, kita bisa ngumpul di rumah!" Ucap sang Mami sambil tersenyum tulus,
"Hati hati sayang....!? kamu makan masakan Mami nanti bisa sakit perut lho...!" goda Brian, alhasil Brian dapat dua tabokan dari kedua wanita terkasihnya itu.
Puk...
Puk...
__ADS_1
"he... enak saja kamu ngomong ya! dulu dulu iya Mami ngak bisa masak, namun sekarang Mami sudah pintar masak, kan Mami belajar sama mantu Mami ini, sebelum Mami bawa makanan itu Mami sudah minta di cobain kok sama mbak di rumah!" kesal sang Mami, tak terima atas ucapan Brian.
"Abang ini, kenapa sih... suka banget bikin Mami kesel!" ucap Aira gemes
"Aduhh... sakit tau, main pukul pukul aja, kamu tega banget sih yang? Mami juga kenapa sekarang suka banget mukulin anak sendiri!" keluh Brian.
"BIARIN..." ucap sang Mami kompak dengan menanti kesayangannya, sedangkan yang lain hanya bisa geleng geleng kepala, klau sudah ketemu anak dan ibu itu, ada saja yang akan mereka ributin, namun itu semua tak pernah mereka masukin kedalam hati,
Ayah Alek dan Bima, sungguh terharu melihat kasih sayang, yang di berikan Keluarga Brian kepada Aira, sungguh dia sangat tenang meninggalkan anak ataupun adiknya di keluarga itu.
Namun tidak dengan Ibu dan Anak titisan setan itu, mereka ikut masuk ke dalam ruangan Aira, atas paksaan ke dua laki laki tersebut, dengan ancaman akan meninggalkan kedua titisan setan itu, apa bila mereka tak mau melihat Aira, dengan berat hati mereka mengikut dua pria tersebut, ke dalam ruangan Aira.
__ADS_1
Selama ini setan berkedok manusia tersebut, tak pernah sekali pun melihat Aira sampai ke dalam ruangannya, cuma mengintip intip dari luar saja, tampa mau bertanya bagai mana ke adaan Aira, mereka mengintip dari balik kaca saja, karena mereka hanya ingin melihat Ceo tampan, yang sudah berstatus suami Aira tersebut, dan namun setiap mereka mengintip bukan dapat kesenangan, masal semangkin murka, karena perlakuan Brian dan keluarganya kepada Aira, yang selalu memanjakan Aira bak ratu bagi mereka, sedang kan dua titisan setan itu hanya di anggap manusia tak kasat mata, tak terlihat walau berada dekat mereka.
"Ciihh... terlalu lebai, segala di masakin makanan, kasih aja makanan sisa, selesai kan!" kesal sang ibu.
"Sialan banget sih, loe... apa bagusnya loe... selalu mendapatkan perhatian dari mereka, harusnya gue yang berada di posisi itu, gumam Ayu tak tau diri.
Aira tau ada sang Ibu dan Kakaknya di dalam ruangannya, pas Aira melihat sang ibu dan kakanya, kedua manusia siluman tersebut selalu membuang muka, dan selalu Aira mendapati tatapan sinis dari mereka.
Yang seharusnya Aira ingin menegur sang ibu dan kakaknya itu, jadi Aira urungkan melihat tatapan tak bersahabat ke dua wanita tersebut.
Aira yakin kedua wanita tersebut datang ke ruangannya karena terpaksa.
__ADS_1
Bersambung....
**** Haiii terima kasih pembaca yang baik hati, selalu menemaniku saat menulis, jangan lupa like dan komennya ya, itu sungguh berarti buat ku, karena membuat semangkin semangat untuk menulis, jangan kecewa ya, duo titisan setan itu nanti akan kita buat dapat karma yang sangat menyedihkan, sekarang kita biarin aja dulu hehehe... ****