
Aira pulang ke kota dengan perasaan lega, apa yang ingin dia tau dari dulu kini terjawab sudah,
Kini Aira berada di bandara di kota Y, di antar oleh abang dan ayahnya,
"Ai, klau libur pulang ya dek...?!"
Aira menganggukan kepalanya, "Iya in sha allah" jawab Aira
"Aku pergi dulu. Yah, abang" ucap Aira sambil memeluk sang ayah dan abangnya bergantian
"Hati hati ya nak, nanti klau ada waktu ayah akan menemui Ai di sana?!" ucap sang ayah.
Dan si anggukin oleh Aira.
Beberapa jam berlalu Aira dan rombongan sampai di kota j
"Huffff.... akhirnya sampai juga" gumam Aira
"Ai... mau bareng siapa?" tanya Tommy
"Sama aku lah...!" Brian langsung memeluk sang kekasih dari samping.
"Woiii... Bri, ini koper lu bawa nih, ahh...!" kesal Arya.
"Bawa sama loe...!" ucap Brian cuek
"Dasar boss lucknat... bisanya merintah doang!" kesal Arya
__ADS_1
Brian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Brian dari tadi, yang selalu mengedumel gara gara Aira di peluk oleh sang abang dan ayahnya, dan sekarang memeluk Aira posesif, seolah olah takut Aira akan hilang.
Sesampai di lobi bandara, kedatangan mereka sudah di tunggu oleh para sopir mereka masing masing,
"Bapak ikut sama mobil Wiliam saja, saya akan bawa mobil sendiri!" ucap Brian
"Mari pak ikut saya aja, tinggalin aja boss mu yang lagi bucin akut itu..!" ucap Wiliam santai
Brian mendengus tak suka dengan ucapan Wiliam
"Ayo sayang masuk...!" perintah Brian kepada Aira, yang sudah membukakan pintu depan samping sopir,
Setelah Aira masuk, Brian mengitari mobil, dan masuk ke dalam untuk menyopiri mobil kesayangannya itu.
Kita cari makan dulu ya...
Brian mengacak rambut Aira gemas.
Tak lama Brian memarkirkan mobilnya di sebuah restoran yang terkenal lumayan mahal, buat kaum rakjel,
"Kita makan di sini bang...?" tanya Aira
"Ngak mau renang...!" ucap Brian
Aira hanya mendengus mendengar jawaban Brian
"Ya iya lah mau makan sayang... emang mau apa lagi di sini, mau bikin anak..?" tanya Brian genit, menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"iiisss... nyebelin!" Aira memukul pelan tangan Brian kesal dan langsung turun dari mobil.
Brian terkekeh geli, melihat tingkah kesal sang kekasihnya itu.
Brian mengejar langkah kaki Aira, dan menggandeng pinggang Aira posesif.
"Lepas kenapa sih bang...!" kesal Brian, bingung
"Malu tau... di lihat orang banyak!" kesal Aira campur malu.
"Biarin aja... itu tandanya mereka punya mata!" ucap Brian cuek.
Aira cuma pasrah dengan tingkah sang kekasih, di tolak pun percuma, karena dia tau sekeras apa pendirian lelaki tampan yang sedang merangkul dia itu,
Brian mengambil tempat di ruang VIP agar tidak ada orang yang mengganggu ketenangannya bersama sang ke kasih hati.
"Mau pesan apa sayang...?!" tanya brian
"Aku mau steak, salad dan orange jus sama mineral water!" ucap Aira
"steak dua, salad satu, rainbow cake satu, orange jus satu, strobery jus satu, mineral water dua!" ucap Brian kepada waitres, dan di anggukin oleh waitres tersebut
"Yang abis makan mau jalan dulu ngak?" tanya Brian sambil mengelus tangan Aira
Aira menggelengkan kepalanya "ngak langsung pulang aja, sudah lelah aku, pengen mandi dan istirahat!?" ucap Aira, dan di anggukin oleh Brian,
Brian sudah tertawa senang dalam hati, dia sudah membayangkan sampai di kontrakan Aira, dia ingin bermesraan dengan sang kekasih.
__ADS_1