
"Kenapa wajahmu kusam gitu Bri, bukankah istrimu sudah kembali? apakah kau tidak senang istrimu kembali?" tanya Wiliam saat memasuki ruangan Bria bersama Arya ternyata wajah Brian tidak baik baik saja.
"Sembarangan kalau ngomong! tentu saja aku senang istriku kembali?!" sungut Brian kesal.
"Klau kau senang kenapa itu dengan mukamu?" tanya Wiliam lagi.
"Ya, istri sudah pulang, tapi masih nunggu *** *** seminggu lagi?!" keluh Brian.
"Emang kenapa harus nunggu waktu seminggu lagi, Aira sakit?" tanya Arya.
"Bukan, tapi istri gue lagi datang bulang?!" oceh Brian dengan wajah di tekuk.
BUAHAHAHAHAH...
Pecah sudah tawa ke dua pria tampan, yang sebentar lagi menjadi bapak itu, mendengar keluhan Brian.
"kenapa kalian tertawa, kalian senang melihat aku menderita hah...!!" marah Brian.
"Bukan bukan gitu maksud kami, kau di bohongi istrimu mau aja hahahaha..." ucap Wiliam yang mana tawanya belum reda.
"Di bohongi gimana maksud mu?" ucap Brian bingung.
"Mana ada orang hamil datang bulan dodol Hahahaha...."
Tawa mereka menggema di dalam ruangan itu dengan keras, beruntungnya ruang Brian itu kedap suara, jadi tidak mengganggu kerja para karyawannya.
__ADS_1
"Maksud kalian apa sih?" ucap Brian yang belum mengerti.
"Ya ampun Bri, loe itu jago dalam berbisnis namun 0,0 urusan yang lain" Wiliam menepuk pundak Brian.
"Jelaskan jangan buat gue pusing!" kesal Brian.
"Mana ada wanita hamil datang bukan Briaaannnn.... Saat wanita hamil, jadi otomatis dia tidak akan datang bulan sampai waktu wanita itu melahirkan?!" oceh Arya.
"Haaa... jadi gue di kerjain sama istri gue" kaget Brian berdiri dari duduknya.
"Yesss... anda betul tuan, hahaha..." Wilian dan Arya kembali tertawa, sementara itu Brian lansung kesal.
"Sial, bisa bisanya gue di bohongin sama istri gue awas kamu sayang, ngak akan aku beri ampun kamu, berani beraninya kamu membohongiku?!" oceh Brian, dia lansung berdiri hendak keluar.
Belum sempat Brian keluar dari ruangan.
"Lepas Wil, gue mau kasih hukuman sama istri nakal gue, enak saja udah ngerjain gue, bikin gue semalam ngak bisa tidur dia malah enak enakan tidur pulas?!" kesal Brian, melepaskan tangan Wilian dari kerah bajunya.
"Nanti saja kasih hukuman nya, sebentar lagi kita ada rapat penting, dan ada pertemuan dengan orang penting juga setelah makan siang nanti?!" ucap Wiliam.
"Haahh... Apa tidak bisa di wakilkan saja?" tanya Brian prustasi.
"Tidak bisa lah, kamu yang punya perusahaan kok mau di wakilkan?!" oceh Wiliam.
Sementara itu wanita cantik yang membuat Brian kesal itu, sedang enak enaknya melakukan perawatan diri di sebuah salon ternama bersama dua wanita hamil lainya, dan tidak lupa duo bodyguard cantik mereka, siapa lagi klau bukan Mommy dan Mami.
__ADS_1
"Ra..." panggil Aleta.
"Hmm..." jawab Aira yang menikmati acara berendam nya, menggunakan wewangian yang membuat mereka rileks.
"Apa semalam kau di hajar sama abang?" tanya Aleta menaik turunkan alisnya dan tersenyum usil, entah lah semenjak menikah Aleta ketularan mesum.
"Ngak" ucap Aira santai.
"Kok ngak sih?" tanya Nina ikutan kepo, jangan di tanya duo mak mak yang ikutan berendam itu juga diam diam menguping pembicaraan tiga bumil cantik itu.
"Iya, aku bilang sama abang klau aku lagi datang bulan" ucap Aira santai.
"Apaaa.... " teriak mereka.
"Aduuhh... jangan kencang kencang teriaknya, kuping aku sakit!?" kesal Aira, menggosok kupingnya yang berdengung gara gara teriakan empat orang itu.
"Hahaha... anak Mommy luar bias" teriak sang Mommy
"Anak Mami itu kenapa bodoh sekali, mana ada orang hamil datang bulan?!" ucap Mami Arum ikut terkekeh.
"Iya abang bener bener oon seratus persen?!" Aleta.
Hahaha.... mereka tertawa geli mendengar penuturan Aira tersebut.
Bersambung....
__ADS_1
Haiii.. jangan lupa like komen dan vote ya.
"Terimakasih...."