Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 103


__ADS_3

Sore harinya Aira dan Brian baru keluar dari kamar, mereka tek melihat seorang pun di rumah,


"Pada kamana orang orang !" Aira.


"Palingan di taman belakang, klau sore biasana Mami lebih suka berada di taman belakang !" ucap Brian


"Haiii.... sayang kalian sudah bangun !" ucap sang Mami.


"Belum Mi... ini masih mimpi berjalan !" ucap Brian acuh.


Tangan cantik sang Mami langsung menempel seperti kepiting di kuping anak kesayangan nya itu!"


"Aduh... mi, sakit tau..." keluh Brian menahan sakit di kuping nya.


"Syukurin... emang Mami perduli !" Sang mami melepaskan capitanya dari kuping Brian, dan langsung menarik sang mantu duduk di samping Papi Tama, dan di apit oleh sang Mami.


Itu membuat Brian bersungut sungut, tak terima, karena sang istri di monopoli oleh ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"Mi, Pi... siniin istri aku, Papi sama Mami duduk bareng sana, jangan sama istri Brian Mi!" kesal Brian tak terima.


"Biarin sih, Mami sama Papi kan juga mau dekat sama mantu kami, apa kurang puas kamu, dari tadi nempelin Aira terus, sekarang gantian Aira harus sama kami!" Sungut sang Mami.


Papi Tama dan Aira hanya bisa geleng geleng kepala, dengan kelakuan dua orang itu, di mana pun ketemu pasti ribut,


"Sudah sudah, sekarang kita mau bahas acara pesta pernikahan, mau kapan dan di mana di laksanakan?" lerai Papi Tama, klau tak di lerai bisa saja mereka akan adu mulut sampai nanti.


"Jadi gimana menurut kalian Papi mau ngadain pesta pernikahan kalian, apa Aira sudah kuat buat berdiri lama sayang?!" tanya sang Mami, sambil membelai kepala Aira.


"Gimana klau kita adaan sebulan lagi, Aira in sha allah sudah pulih benar itu!" sela sang Papi,


"Aira sih... nurut aja Mi?!" ucap Aira patuh


"Ya sudah... kita adain sebulan dari sekarang, Aira mau pesta seperti apa?!" tanya sang Mami lagi.


"Aira terserah Mami aja, Mami suka aku juga pasti suka?!" ucap Aira sambil tersenyum tulus.

__ADS_1


"Jadi semuanya Mami yang atur nih?, namun nanti mami akan tetap konfirmasi ke kalian ber dua cocok ngak sama ide mami!" ucap Mami semangat, karena ini lah impian sang Mami mengadakan pesta yang meriah untuk anak satu satunya itu,


Setelah puas untuk membicarakan banyak hal, mereka langsung masuk kedalam rumah, karena hari sudah mulai gelap.


Brian bertanya sama sang istri, mau tinggal berdua atau tinggal bareng dengan orangtua Brian, klau boleh memilih Brian ingin tinggal sama oratuanya, berhubung dia hanya anak satu satunya, dia ingin menemani orang tuanya, namun klau sang istri tak nyaman tinggal bersama orang tuanya, Brian akan pindah rumah demi kenyamanan sang istri.


"Sayang... adek mau tinggal di sini bareng Mami dan Papi atau mau tinggal berdua saja?!" tanya Brian lembut, sambil membelai kepala sang istri yang sedang duduk di sampingnya itu.


"Dimana saja abang bawa aku tinggal, aku akan aku akan ikut asal bersama abang!?" ucap Aira tulus.


"Klau abang ingin tinggal di sini sama Mami dan Papi gimana?" tanya Brian sambil melihat mimik wajah sang istri.


"Tidak masalah, Mami dan Papi juga orang tua aku sekarang, dan lagian lebih bagus kita di sini, biar Mami dan Papi ada teman dan tidak kesepian!" ucap Aira.


Brian menarik sang istri ke dalam pelukannya, "terima kasih sayang" ucap Brian sambil mencium pipi sang istri.


mereka tidak menyadari di balik dinding sana , ada sepasang suami istri yang menguping pembicaraan mereka. Senyum mereka terbit bahwa sang menantu mau tinggal bersama mereka, padahal dari tadi jantung mereka sudah ketar ketir takut takut, sang menantu tak mau tinggal bersama mereka, namun pada kenyataannya sang menantu memilih tinggal bersama mereka,

__ADS_1


"Ya allah terima kasih" memberikan kami menantu sebaik dia, yang tak egois sama keinginannya, Mami janji akan menyayangi mu sama seperti Mami menyayangi Brian sayang?!" gumam wanita patuh baya tersebut.


Bersambung....


__ADS_2