Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 234


__ADS_3

Sesampai mereka di sebuah Restoran padang yang cukup terkenal. Aira keluar dengan semangat 45.


Yang lain hanya menggeleng melihat tingkah Ibu hamil itu, dan mengikuti Aira di belakang.


Tuan Robert terkekeh melihat perempuan cantik membawa perut buncit itu.


"Apakah saat kau mempunya istri nanti, kelakuan dia akan sama seperti wanita itu?"


tanya Tuan Robert kepada sang anak.


"Ncek... mana aku tau Ded" jawab Leonel jengah, sedangkan dia masih sedikit patah hati, karena wanita yang dia cintai sudah menjadi milik orang sebelum mereka saling kenal. Baikan bunga layu sebelum berkembang.


"Boleh ngak sih... Leonel jadi pebinor??"


Tuan Robert hanya terkekeh dengan jawaban sang anak, dia tau anak sulungnya itu menyukai Aira, namun apa lah daya, tangan tak sampai.


Sedangkan wanita yang mereka bicara kan, sudah berada di depan banyak makanan yang berjejer di suguhkan di Restoran Padang tersebut, dengan mata berbinar.


"Abang..." panggil Aira.


"Apa sayang..."


"Mau makan apa dulu ya, jadi bingung semuanya terlihat enak dan menggiurkan, dan membuat Air liurku ingin menetes saja" keluh Aira.


Brian terkekeh dengan ucapan Aira.

__ADS_1


"Pilih saja yang mau di makan sekarang,nanti klau masih mau, tinggal di bungkus, gampang kan" jawab Brian memberi solusi.


"Benarkah..." tanya Aira meyakinkan.


"Benar sayang..., kapan abang pernah bohong" jawab suami gantengnya itu.


"Ah... baik lah klau begitu" sahut Aira semangat.


"Aku mau sate padang, mau nasi pake rendang, dan Ayam pop" jawab Aira semangat


"Baiklah... kamu duduk aja, abang mau pesan dulu" Jawab Brian dan beranjak dari duduknya, untuk memesan makanan untuk mereka.


Tuan Robert dengan yang lain juga tidak kalah semangat, berburu makanan di Restoran padang itu.


Lama menunggu pesanan mereka akhirnya datang juga, Aira makan dengan semangat tampa perduli kiri kanan.


"Abang..."


"Ada apa, mau nambah?" tanya Brian.


"Ngak, sudah kenyang, mau bungkus aja" cengenges Aira.


Dan di anggukin oleh Brian.


"Jangan lupa bungkusnya di lebihin buat kak Ayu, kita habis dari sini, lansung ke rumah sakit aja ya?!" pinta Aira.

__ADS_1


"Baiklah... tuan Putri, perintah di laksanakan" ucap Brian memberi senyum tampanya kepada sang istri.


Sudah banyak pesanan yang di bungkus oleh Brian dan akhirnya mereka berpisah di Restoran itu, dengan tujuan masing masing.


"Baik lah... Tuan, karena sudah selesai semua, kami undur diri dulu ya?!" ucap Tuan Robert dengan sopan, walaupun orang yang bersama dia adalah orang yang jauh beda usianya, namun Robert tetap menghargai orang tersebut.


"Baik Tuan, kami juga mau undur diri, karena masih ada urusan yang akan kami kerjakan" ucap Brian tidak kalah sopan dan di anggukin oleh Wiliam dan Aira.


Setelah kepergian Tuan Robert dan Leonel, Barulah Brian, Wiliam dan Aira beranjak dari sana.


"Kamu mau kemana dulu Bri..." tanya Wiliam.


"Mau ke rumah sakit dulu nemanin istri saya" ucap Brian.


"Kalau gitu saya duluan ke kantor, masih ada rapat sama kepala bagian" ucap Wiliam.


"Baik lah..." ucap Brian.


"Ayo... sayang" ajak Brian kepada Aira, dan menggandeng Aira ke mobil yang sedang terparkir di dekat mereka berdiri.


"Hati hati sayang, nanti kamu kepentok" Aira yang grasak grusuk Brian yang ke ngerian melihat sang istri.


Bersambung...


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2