
Rumor Aira mengamuk di IGD yang berhasil membungkam orang orang berbadan besar dan berseragam safari di IGD dan Aira juga termasuk sebagai team operasi orang terpandang, telah menyebar ke seluruh area rumah sakit, ada yang kagum dengan keberanian dokter muda itu, ada pula yang iri.
"Eh.... kalian sudah tau belum..?" tanya seorang dokter.
"Apa tuh...."
"Dokter Aira, yang masih magang itu, berhasil menenangkan para keluarga pasien yang mengamuk di IGD, padahal Badan mereka gede gede banget. Dokter senior saja tidak bisa menanganinya.
"Iya, kata orang orang, wajah Dokter cantik itu tadi benar benar menakutkan.
"Katanya dia juga ikut dalam team operasi pasien tersebut, di tunjuk oleh dokter kepala lansung"
"Dia memang dokter berbakat"
"Apa bagusnya sih dia...?"
"Ncek... segitu juga, aku juga bisa!"
"Alah paling dia ada main sama orang dalam, makanya bisa ikut team!"
__ADS_1
"Dokter Aira emang jenius sih!"
Begitulah suara suara di luar sana.
Sedangkan di dalam ruangan operasi sana, para team dokter dan perawat sedang bekerja dengan serius agar tak terjadi kesalahan sedikitpun.
Para dokter senior dan perawat di buat takjub dengan kecekatan tangan Aira dalam melakukan operasi.
Tak terlihat sedikitpun rasa gugup dan takutnya Aira membelah, mengambil peluru dan menjahit tubuh lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan itu.
Di depan pintu operasi para pria berpakian safari terlihat menjaga pintu ruang operasi tersebut dengan wajah cemasnya.
Mereka adalah keluarga Tuan Robert yang sedang melakukan operasi di dalam sana.
"Kenapa suami saya bisa kena tembak?" tanya Nyonya Leora, kepada Bodyguard tersebut.
"Maafkan kami Nyonya..." ucap para bodyguard serempak, sambil menunduk rasa bersalah paling dalam, karena mereka gagal mengemban tugas.
"Tadi Tuan sedang melakukan meeting di restoran xx, setelah itu kami pulang melalui jalan sepi, ternyata di sana ada gerombolan musuh yang sudah menghadang, Tuan tidak mau di suruh diam di dalam mobil, Tuan ikut melawan musuh, naasnya saat kami berhasil melimpuhkan musuh, kami tak menyadari ada seseorang yang menembak dari jarak jauh" ucap seorang bodyguard.
__ADS_1
"Cari tau dari kelompok mana yang telah menyerang Deddy, lakukan dengan cepat!" titah pria tampan di samping Nyonya Leora.
"Lagi dalam pencarian Tuan muda" ucap bodyguard tersebut dengan penuh hormat.
Lama menunggu, menit berganti jam, siang berganti malam, malam berganti subuh, barulah operasi tersebut selesai dengan sukses, tak ada sedikit pun kesalahan yang terjadi.
Semua team dokter dan perawat merasa lega karena sukses melakukan operasi yang terbilang sangat sulit.
"Huufff.... Akhirnya...." teriak mereka lega, ada yang terduduk di kursi ada yang lansung tergolek di lantai tampa memperdulikan bersih atau tidak, karena kaki mereka sudah benar benar menyerah, melakukan operasi selama dua belas jam, tanpa ada istirahat, dan memelototi titik vital siapa yang tak akan lelah.
"Dokter Aira, kau sungguh hebat" puji dokter ketua di team itu.
"Tidak saya saja kik, kita yang hebat, berkat ke kompakan kita, kita berhasil melaksanakan operasi dengan lancar tanpa halangan apa pun, padahal tingkat keselamatan pasien sungguh sedikit, namun atas izin Allah, semua lancar dan baik baik aja " ucap Aira merendah dan memuji team bukan hanya dirinya seorang, tentu saja semua yang masuk team itu merasa senang, dan tersanjung, atas perkataan Aira.
Jarang jarang Dokter akan membanggakan teamnya, kebanyakan mereka akan mencari nama sendiri, dan melupakan team mereka, namun tidak dengan dokter muda tersebut.
Mereka tersenyum senang melihat Aira.
Bersambung...
__ADS_1