Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 211


__ADS_3

Selesai mereka manjakan diri di salon, kelima orang beda generasi itu mampir di restoran untuk mengisi perut, karena waktu makan siang mereka sudah sedikit telat, apa lagi buat Aira yang membawa tiga bayi sekaligus di dalam perutnya tentu saja lebih lapar dari pada mereka.


Bumil mau pesan apa nih?" ucap sang Mami, tentu saja Mommy tau, bumil pasti pengennya makan suka hati mereka.


"Leta mau sup iga aja deh Mom, sama jus lemon" ucap Aleta.


"Nina mau Ayam geprek sama minumnya jus lemon" jawab Nina.


"Aira mau.... kepiting lada hitam, Udang crispy, cumi sous padang, sama minum jus lemon" ucap Aira.


"Ok... Ucap duo wanita yang sudah tidak muda lagi itu yang sebentar lagi jadi nenek.


Sambil menunggu makanan datang, meraka sibuk bergosip ria, namun sedang asik asik bergosip, ada panggilan seseorang dari belakang.


"Tante...."


Ke lima wanita itu melihat ke arah suara orang yang memanggil mereka, ternya oh ternyata dia adalah anjel dengan perut yang membuncit.


"Iya, ada apa kata Mami Arum santai, tanpa ekspresi, dia tidak mau lagi membuat sang menantu marah, dan pergi dari rumah lagi.


"Tante ada di sini, aku sering kerumah tante, tapi penjaga dirumah tante songong banget, ngak mau bukain pintu buat aku" keluh Angel dengan sok manjanya, yang lain hanya melihat malas pada lintah tersebut.


"Oohh... itu tante sendiri yang menyuruh mereka tidak membukakan pintu sama orang asing" ucap Mami dengan santai.


"Loh... tante kok gitu sih, aku bukan orang lain loh, Angel kan anak angkat tante, kenapa Angel di bilang orang asing sih?" ucap Angel tidak terima.

__ADS_1


"Dari saat kamu membuat ulah dan membuat menatu tante salah paham, kamu bukan lagi siapa siapa bagi kami!" ucap Mami Arum tegas.


"Tante kenapa sih, masih mempertahankan wanita kampungan dan murahan itu, padahal Angel lebih segala galanya dari pada menantu kampungan tante itu!" kesal Angel.


"Heh... belatung nangka, klau ngomong ngaca dulu, tentu saja Aira lebih dari segala galanya dari loe cewek murahan, suka di masuk ular kombra banyak orang, barang obralan, murahan suka di jajain lagi kaya pedagang asongan, udah gitu matre pula!" kesal Nina.


"Heh... diam loe, cewek kampung, jangan sok sok bela perempuan udik itu loe, dia sama loe sama aja, udik kampungan masa suami ngak mau berbagi, pengennya mau ngembat sendiri!!" omel Angel tak tau diri.


"Gila loe ya, siapa yang mau berbagi suami, ahh... loe doang kali yang suka bagi bagi jangan jangan itu yang dalam perut loe, hasil gotong royong ya!!" sarkas Nina.


"Heh... jaga ya ucapan loe, ini anak sama kekasih gue sialan!!" marah Angel.


"Udah tau anak kekasih loe kenapa loe mau minta tanggung jawab sama abang Bri?" oceh Aleta.


"Dih... cewek sinting, orang yang lain yang nabur benih masa kak bri yang suruh ngerawat cewek gila!!" marah Nina.


"Gitu tu, kelakuan anak angkat ke sayangan mbak" oceh Mommy berbisik ke kuping Mami arum.


"Ngak nyangka aku tuh, kelakuan dia kayak gitu, yang aku tau dia itu gadis baik, polos, lugu, ehhh.... tau tau ulat bulu" oceh Mami Arum.


"Sekarang baru nyahok kan, ketipu sama sampul isinya zonk" kekeh Mommy.


Mami Nina menganggukan kepala, membenarkan ucapan sang Mommy.


"Sudah ngak usah ribut ribut, loe pergi secara baik baik, apa secara kekerasan!" ucap Aira tegas.

__ADS_1


"Ehhh... loe udah balik, kenapa loe ngak pergi aja selamanya dari kak Bri!" kaget Angel yang tidak melihat ke beradaan Aira.


"Ke inginkan loe, yang pengen gue pergi dari suami gue, ya ngak mungkin lah gue pergi, nih lihat perut gue, mana mungkin gue pergi dari dia" membanggakan perut buncitnya.


"Loe.... ini ngak mungkin...!" teriak Angel tidak terima akan kehamilan Aira.


"Kenapa ngak mungkin, loe berharap gue ngak bisa punya anak dari suami gue, dan loe masukin sesuatu kan kedalam makanan gue saat loe ada di rumah Mami?" oceh Aira membuka kedok Angel.


"Dari mana loe tau!" kaget Angel.


"Loe pikir gue bodoh, kayak loe setiap gerak gerik loe gue tau semua,termasuk loe ngambil sertifikat di ruang kerja Papi tapi sayang sertifikat itu sudah gue ganti, apa yang loe bawa itu semuanya palsu!" ucap Aira.


Aagggkkk... ngak mungkin!" marah Angel.


Membuat semua orang di sana kaget mendengar penuturan Aira.


"Loe pergi sekarang baik baik apa gue telpon polisi, sampai sekarang gue masih berbaik hati sama loe, tapi tidak untuk lain kali!!" marah Aira.


"Awas loe wanita kampung, gue ngan terima semua ini, loe harus dapat balasan dari gue!!" marah Angel meninggalkan restoran tersebut.


Bersambung....


Haii....jangan lupa like komen dan vote ya....


"Terima kasih"

__ADS_1


__ADS_2