
Malam mulai larut Akhirnya mereka masuk ke kamar masing masing.
"Yang...?!" rengek Brian sambil mengelus perut Aira yang sedikit membuncit itu.
"Ada apa abang?" tanya Aira mengelus kepala sang suami.
"Udah lama ngak main, main yukkk?!" ajak Brian merayu sang istri.
"Main apa abang...?" jawab Aira pura pura ngak tau.
"Ncek... pura pura ngak tau lagi" gemes Brian.
"Emang mau main apa sih, aku beneran ngak tau loh...?!" elak Aira.
"Itu Pyton abang pengen masuk goa yank, pegang nih, udah bangun?!" ucap Brian dan membawa tangan Aira memegang sesuatu di bawah sana yang sudah berdiri tegak, siap untuk bertempur.
"Yaaa... Abang, ngak bisa sekarang bang?!"
"Kenapa ngak boleh, udah sebulan lebih loh yank, ngak pernah masuk goa?!" rajuk Brian.
"Iya soalnya aku baru datang bulan tadi bang?!" bohong Aira, mana ada orang hamil datang bulan hehehe... emang enak Brian loe di kerjain.
"Yah... Abang puasa lagi nih?" tanya Brian dengan lesu.
__ADS_1
"Hmmm... Mau gimana lagi bang, harus tahan, nunggu seminggu lagi?!" ucap Aira dengan wajah serius, padahal mah hatinya bersorak gembira, bisa mengerjai sang suami.
"Ya Tuhan... Masa masih nunggu lagi sih, padahal udah lama ngak masuk goa, kan Pyton udah kangen berat yank, masa mau main solo sih?!" oceh Brian.
"Ya... mau ngak mau harus solo dulu, pake tante nova, di kamar mandi!" tunjuk Aira ke arah pintu kamar mandi.
"Ya udah deh?!" ucap Brian bangkit dari tempat tidur, menuju kamar mandi dengan lesu.
"Maaf abang aku kerjain" ucap Aira terkekeh, setelah itu Aira lansung tidur pulas.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka dari dalam, dan keluarlah Brian dengan wajah yang sudah segar, dia berjalan ke arah sang istri yang sudah tertidur pulas, dia mengusap kepala Aira dengan sayang dan mengecupi pipi yang mulai chaby itu dengan sayang.
Pagi menjelang, Brian bangun dari tidurnya, namun tidak melihat keberadaan sang istri di sampingnya, dia lansung panik mencari sang istri kesana kemari, takut sang istri pergi lagi dari rumah itu, Brian cukup trauma dengan ke pergian istri cantiknya itu.
Sedangkan wanita hamil itu, sedang asik memandori bibi yang sedang membuat sarapan di dapur, sambil memakan buah buahan dan segelas susu.
"Abang cari cari kamu dari tadi ngak ada, eh... malah asik di sini?!" oceh Brian dengan nafas yang memburu.
"Eh... abang sudah bangun?!" ucap Aira memberi senyum manisnya.
"Ngapain di sini?" tanya Brian sambil mencium pipi sang istri.
__ADS_1
"Anakmu minta makan" ucap Aira, sambil memakan buah buahan.
"Haiii.... sayang, anak anak Ayah sudah lapar ya nak, kenapa ngak makan nasi, malah makan buah hmmm... ini masih pagi loh, nanti perut bunda bisa sakit loh nak?!" ucap Brian yang mengajak anak anaknya bicara.
"Ngak pa apa yah, kan kami mau makan buah dulu, nanti makan nasinya bareng Ayah, nenek dan kekek?!" ucap Aira yang di buat seperti suara anak kecil.
Brian terkekeh mendengar suara sang istri.
Brian mencium gemas wajah sang istri banyak banyak, dan sedikit menyambar bibir lemes itu.
Tentu saja Aira jadi malu, banyak bibi di sana sedang menyiapkan sarapan, Brian dengan tidak tau malunya main sosor aja kayak soang.
"Abang ih... malu tau?!" kesal Aira, dengan muka yang sudah merah kayak tomat matang di pohon.
"Ngapain malu, bibi klau mau minta sama suaminya sana?!" cuek Brian.
Aira kehilangan kata kata oleh kelakuan sang suami, sedangkan para bibi hanya bisa mesem mesem melihat majikannya itu.
Bersambung....
Haii... Jangan lupa like komen dan vote.
"Terimakasih.."
__ADS_1