
Di sini lah Aira berada di depan kantor Brian
Aira melangkahkan kakinya ke dalam loby kantor tersebut dan bertanya sama resepsionis.
"Permisi mbak...!"
"Iya ada yang bisa kami bantu..!" tanya resepsionis tersebut sambil melihat Aira dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Cantik sih... tapi dingin, dan pakaiannya ngak banget deh...!" gumam resepsionis tersebut, melirik Aira sinis,
"Pak Briannya ada..?!" tanya Aira sopan.
"Apa sudah buat janji... kalau belum tidak bisa, karena Pak Brian sibuk!" ucapnya ketus
"Mbak bilang saja, Aira ada di sini?!" ucap Aira.
Resepsionis tersebut melihat Aira sebel,
"Siapa loe coba, ngatur ngatur gue, palingan juga tukang nganter makanan!" dumelnya dalam hati.
"Aira..."
Panggil seseorang dari dekat pintu lift.
"Bang...!" balas Aira tersenyum manis.
Arya berdiri kaku melihat senyum manis Aira, jarang baget gadis cantik itu tersenyum pada mereka, ini apa malah senyum lebar bikin jantung orang yang melihat senyum itu tak aman,
"Aji gile... tu cewek senyumnya manis banget!" seru karyawan Brian
"Haisss... meleleh babang dek!" seru yang lain
"Senyummu semanis madu sayang...!"
Banyak lagi lontaran pujian buat Aira, tapi Aira cuma masa bodoh.
__ADS_1
Brian yang baru keluar dari lift, melihat Aira tersenyum manis, membuat para karyawannya memuji Aira, Brian tak suka, dia langsung buru buru memeluk Aira,
"Kenapa senyum senyum di sini hmmm... mau tebar pesona?!" kesal Brian
"Aku senyum sama bang Arya, bukan sama orang lain, klau mereka terpesona sama senyum aku, itu bukan salah aku!" ucap Aira acuh
"Ngak boleh pokoknya senyum senyum sama orang lain, senyum kamu cuma buat abang, ngeri...!" tegas Brian.
"Ncek posesif..!" Aira memberengut kesal pada Brian
"Haaa... tumben boss meluk cewek posesif gitu!"
"Apa itu pacarnya...!"
"Cocok sih... sama boss, ceweknya cantik boss ganteng...!"
"Cantikan juga gue kali...!"
Banyak bisik bisik dari mulut karyawan Brian yang berada di loby perusahaan tersebut.
Melihat itu, Brian langsung memeluk pinggang Aira posesif, dan langsung membawa Aira ke arah lift pribadinya,
"Lagian siapa suruh loe julid sama tuh cewek!" ucap temannya,
"Ya mana gue tau, kalau dia ada hubungan apa sama boss, gue pikir cuma pengantar makanan!" sanggahnya.
sementara itu Aira sudah sampai di dalam ruangan Brian.
"Duduk sini sayang...!" ucap Brian menepuk pahanya,
Aira cuma melirik sebentar lalu berjalan melewati Brian, itu membuat Brian gemes dab langsung menarik tangan sang kekasih dan berhasil membuat Aira jatuh di pangkuannya.
"kenapa ngak nurut sekarang sama abang hmmm...!" ucap Brian gemes
"Abang lagian aneh aneh saja, ini di kantor bukan di rumah, klau ada yang masuk gimana!" kesal Aira.
__ADS_1
"Ngak akan ada yang masuk sayang pintunya sudah abang kunci!?" , memang benar Brian saat masuk tadi, langsung mengunci pintu karena takut ada yang mengganggunya yang sedang melepas rindu.
"Tau ngak...!"
"Ngak...!" saut Aira.
"Kamu yaaa...!"
saking gemasnya Brian sama sang kekasih, dia menggelitiki Aira sampai terbahak bahak menahan geli,
"Sudah bang... Hahahahaha..."
"Hahahaha.... Ampun bang!"
Ucap Aira yang tak tahan di gelitiki Brian, dia mengeliat kesana kemari menahan geli.
Brian berhenti menggelitiki Aira
"Awas ya kamu bikin abang sebel lagi, abang gelitiki sampai ngompol!" ancam Brian
"Setelahnya Brian tanpa babibu langsung menyesap bibis tipis itu,
Aira yang mendapatkan serangan mendadak itu gelagapan untuk sementara, setelahnya dia pun membalas apa yang di lakukan Brian
Tangan nakal Brian sudah berkelana kesana kemari dan membuka pengait ** Aira, Bria melucuti pakaian atas Aira dan membawa sang kekasih kedalam kamar pribadinya,
Brian merebahkan badan Aira di kasur dan menindih Aira, bibir Brian mejilati setiap lekuku tubuh Aira dan kedua tangannya sudah menggenggam dua buah jambu jamaika tersebut dan meremasnya penuh na*su bibir Brian sudah menyesap di sana dengan kuat,
Aira mende*ah dan menggeliat kesana kemari merasakan sensasi nikmat yang tiada tara.
"Abang... Akkkhhh... sudah!" ucap Aira parau
Brian langsung berlari ke kamar mandi dan mencari tante Lux di dalan sana.
Aira beranjak dari atas kasur memunguti pakaiannya yang sudah tercecer di ruangan kerja Brian.
__ADS_1
Tak selang lama Brian keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah fres , Aira sudah menyajikan makan siang buat Brian di atas meja tamu,
Brian mendekati Aira dan mencium jidat Aira, setelahnya baru duduk untuk menyantap hidangan yang menggugah selera tersebut.