Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 116


__ADS_3

Aira berdiri di balkon kamarnya, memandang langit gelap, memikirkan keluarganya, tak menyangka, Ibu kandungnya bisa berbuat keji, demi cinta butanya, mengorbankan anak anak dan suami setia yang selalu menurut akan perintahnya.


"Sedang apa sayang?!" brian datang dan memeluk tubuh sang istri dari belakang, dan menciumi puncak kepala sang istri dengan lembut.


"Abang..." ******* halus keluar dari mulut Aira kerana kelakuan sang suami, yang menggerayangi tubuhnya, dan ******* lumayan halus di tengkuk Aira.


"Geli abang?!" desah Aira.


"Sedang apa di sini sayang, angin malam tidak baik buat kesehatan kamu, sayang!?".


"Masuk yuk...!"


Brian mengangkat tubuh sang istri membawanya ke dalam kamar, Aira langsung melingkar kan tangannya di leher sang suami,


Brian berjala sambil ******* bibir Aira penuh na*su, menidurkan sang istri di atas kasur dan memulai adengan 21+


Pagi ini keluarga Aira akan pulang ke kampung halamannya, Aira mengantar mereka ke bandara.


"Ayah sering sering ke sini ya?! Ai pasti kangen sama Ayah.


"Iya nak, nanti klau Ayah cuti, pasti Ayah ke sini nemuin kamu sayang!" sambil memeluk tubuh sang anak.


"Abang, kakak tolong jaga Ayah untuk aku ya?!"


"Pasti sayang kami akan menjaga Ayah dengan baik!" ucap Dewi dengan tersenyum tulus kepada Aira.


"Haiii.... sayang, kalian baik baik di dalam sana ya, jangan bikin susah bunda kalian, nanti klau sudah lahir aunty ajarin kalian berantem!" ucap Aira sambil mengelus perut buncit kakak iparnya.


"Heh... kenapa kalian, dia cuma satu Ai..!" ucap Dewi kaget.


"Apa apaan mau ngajarin anak abang berantem, cukup ya aunty nya aja yang bikin kepala ayahnya pusing, bikin jantung ayah maraton!" kesal Bima mempelototi sang adik.

__ADS_1


yang lain cuma terkekeh melihat drama tersebut.


"Kami masuk dulu ya, itu sudah di panggil !" ucap sang Ayah sendu melihat putri bungsunya.


Di lain tempat Aleta berdiri di pinggir jalan, menggerutu sama mobilnya, kerena mobilnya kempes.


"Hiss..... klau mau kempes bilang bilang dong dan tau diri dikit, kempesnya tuh di rumah atau dekat tambal ban, bukan di sini tau!" gerutu Aleta, sambil menendang nendang ban mobilnya.


Cowok tampan nan rupawan yang berada di lakangnya terkekeh geli, mendengar celotehan pujaan hatinya.


"Astaga, abang?!" kesal Aleta sambil memukul dada Arya, yang muncul tiba tiba di belakangnya.


"Kenapa hm...ngoceh ngoceh sama mobil?!" ucap Arya lembut menatap sang pujaan hati.


"Ban nya bocor!" kesal Aleta sambil memanyunkan bibir tipisnya itu, membuat Brian lansung melahapnya tanpa ampun,


"Bibir kondisikan sayang klau ngak mau abang sosor terus!"


"Ncek maunya!"


"Ih... ngomong itu mulu, mobilnya gimana ini, aku mau ke kampus!" mengalihkan obrolan yang membuat jantungnya tak aman.


"Ya udah, ikut abang aja!"


"Mobil aku!" Aleta.


"Nanti ada orang yang ngambil, ayok ikut abang, katanya mau ke kampus tapi masih berdiri di situ!" Arya.


"Oh.. ya ampun, hampir lupa, ayok aku hampir telat!" ucap Aleta dan berjalan mendahului Arya dengan tergesa gesa,


Arya cuma geleng geleng kepala melihat tingkah sang kekasih yang baru dia pacari dua hari lalu itu.

__ADS_1


"Pulang dari kampus jam berapa!" tanya Arya, yang matanya fokus melihat jalanan.


"Jam dua, kenapa nanya nanya, mau jemput!" tanya Aleta.


"Ngak nanya doang" acuh Arya.


"Ih... nyebelin, Yasudah aku nanti minta di anter sama kaka tingkat aja!" goda Aleta.


"Awas aja klau berani, abang hukum kamu!" kesal Brian.


"Tunggu abang , nanti abang jemput!" ucap Arya, yang sudah sampai di kampus.


"Iya nanti aku tunggu, aku turun ya bang!"


"Ngak mau ngasih sesuatu dulu gitu!" ucap Arya.


"Emang abang mau apa!" tanya Aleta yang tak mengerti.


"Abang mau ini!" Arya langsung mengecup dan bukan hanya mengecup tapi juga melu*at, dan mengobrak ambrik isi mulut Aleta.


Wajah Aleta langsung merah menahan malu dan juga ngos ngosan, gara gara kekurangan oksigen ulah Arya.


"Abang nyebelin" kesal Aleta, sambil memukul dada Arya.


"Ngak pa apa nyebelin yang penting kamu suka!" Arya mengedipkan sebelah matanya.


"Udah ah... aku keluar!"ucap Aleta dan keluar terburu buru dari dalam mobil.


Arya terkekeh melihat pujaan hatinya itu


"Ah... gue harus ketemu Dedy Mamy ini, minta restu ngajak anak mereka ke KUA!" monolog Brian sambil meninggalkan kampus.

__ADS_1


Bersambung....


Haaiii.... kesayangan aku, jangan lupa like komen dan vote nya ya, biar aku semakin semangat menghalunya.


__ADS_2