Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 131


__ADS_3

"Tuan, Hallo tuan" rekan bisnis Wiliam memanggil Wilian yang masih fokus dengan memandang gerak gerik Nina.


"Ah... iya, maaf maaf, boleh di lanjut lagi!" ucap Wiliam tersenyum kikuk, karena ke dapatan memandang Nina tanpa kedip.


"Maaf tuan, gara gara kejadian ini, meeting kita agak terganggu!" ucap rekan bisnis Wiliam tersebut, dengan tak enak hati, karena dia lah yang merekomendasi kan, tempat tersebut,


Siapa sangka saat meeting malah ada kejadian yang tak mengenakan, tapi karena kejadian terebut, rekan bisnis Wiliam tersebut bisa melihat Wiliam memandang wanita tanpa kedip, yang biasanya cuma acuh bahkan terkesan tak perduli.


"Tapi klau di lihat lihat, pelayan tadi itu cantik manis, namun tak mudah di tindas ya tuan, dia pantas bersanding dengan kita kita, yang penuh tekanan ini.


Wiliam mengeram kesal karena ada yang memuji gadis yang sudah berhasil mencuri hatinya itu,namun ada benarnya juga kata kata rekan kerjanya itu, mereka para pebisnis handal, memanglah butuh wanita tangguh di samping mereka, yang tak mudah di tindas dan tak menye menye.


"Ah... iya, ayo... kita mulai lagi, tadi sampai di mana ya?!" Wiliam mengalihkan pembicaraan mereka tentang Nina, yang membuat hati seorang Wiliam memanas seketika, saat sang pencuri hati di puji orang lain.


Asisten Wiliam terkekeh melihat Wiliam yang salah tingkah, karena dia tau banget bosnya itu sudah beberakali kedapatan memandangi foto Nina, yang sempat dia curi saat makan malam saat itu.

__ADS_1


Di lain tempat..


Bu Ningsih dan Ayu sedang pergi menjual perhiasan mereka, untuk ongkos pulang kampung, niatnya setelah menjual persihiasan, mereka akan lansung pulang ke kota Y, karena di kota ini mereka juga sudah tak ada harapan lagi, di tambah mereka tak tau seluk beluk kota ini, mau tak mau mereka harus pulang ke kota Y, memohon untuk di terima oleh Pak Alex.


"Huufff.... cuma dapat segini hasil jual gelangnya Bu, padahal kan belinya dulu mahal banget, pas di jual kok setengah harga gini?!" keluh Ayu.


"Mau bagai mana lagi, kita jualnya ngak ada suratnya tau. suratnya kan ngak di bawa waktu itu?!" jawab Bu Ningsih.


"Ya udah lah Bu, yok... kita pulang, sudah kelah dari tadi jalan mulu, oh iya, kapan kita balik ke kota Y?!" tanya Ayu.


"Ya uda deh... Itu barang barang yang kita beli, kayaknya ngak bisa di bawa semu deh, Bu..?!"


"Gimana klau kita jual aja separoh nya, kita ambik mana yang benar benar kita suka, sisanya kita jual aja, lumayan tambah tambahan uang?!" Bu Ningsih memberi saran.


"Ya udah deh..." ucap Ayu lemah, kerena separoh hati tak rela barang barangnya di jual, tapi mau bagai mana lagi, dari pada ngak bisa di bawa.

__ADS_1


Sesampai di kontrakan Ayu dan Bu Ningsih lansung memilih barang barang yang mereka butuhkan, sisanya lansung aja dijual sedikit di bawah harga sama mereka.


Beruntungnya mereka barang barang yang mereka lelang cepat habis, karena barang barangnya memang lah masih baru, masih ada bandrolnya, dan di jual di bawah harga, jadilah orang berebut membelinya.


"Huuff... akhirnya habis juga!" Ayu membuang nafas lega.


"Iya, jadi kita bisa pulang dengan tenang dan ada banyak uang buat nyambung hidup kita beberapa minggu ke depan?!" ucap Bu Ningsih dan di anggukin oleh Ayu.


"Besok kita lansung pulang aja Bu, sudah ngak ada gunanya lagi kita di sini, mending di kota Y, semoga aja, si tua bangka itu menerima kita dan kita bisa tinggal di rumah yang nyaman, makan enak tidur pulas?!" ucap Ayu penuh semangat.


"Iya benar, besok pagi kita lansung pulang ke kota Y, di sini bukannya senang malah sengsara?!" keluh Bu Ningsih.


Bersambung...


***Haaaiiii... jangan lupa like komen dan votenya, terima kasih ya, sudah selalu membaca karya ku, maaf kemaren tidak up karena aku ada sedikit urusan yang membuat aku ngak sempat up kemaren, in sha allah hari ini aku usahakan up dua apa tiga bab***

__ADS_1


__ADS_2