
Setelah Aira menjauh dari pria empat sekawan itu, barulah mereka sadar,
"Lah Airanya udah pergi!" ucap jago
"Ini amplop coba buka!" ucap wawan,
"Haaaa...." Mereka melongo melihat isi amplop tersebut, ternyata isinya uang satu juta setengah per orang,
"Ya allah, ini anak baik banget!" Baron, dengan muka yang memerah menahan tangis,
Mereka biasa hidup keras tak mendapatkan perhatian, karena tampang mereka yang kurang terawat, Orang orang memandang mereka sebelah mata, namun apa yang di lakukan gadis manis yang umurnya jauh beda dari mereka,
Bahkan mereka hampir mencelakai Aira, namun apa balasan dari Aira, membelikan pakaian, mentraktir mereka makan dan sekarang di kasih uang, yang mana memang mereka butuhkan saat ini,
"Anaknya baik banget!" gumam wawan, yang masih terdengar oleh ke tiga sahabatnya,
"Iya dia baik banget, sudah hampir kita celakai, malah dia membalas kita dengan ke baikan, ucap baron,
"Kita harus menjaganya, dan kita harus berubah jadi orang baik, jangan lagi kembali ke dunia hitam sana, ucap Toni, dan di anggukin oleh teman temannya,
"Kita akan membuktikan pada mereka yang memandang kita sebelah mata, dan kita jangan sampai membuat Aira kecewa!" ucap jago,
Di tempat lain Aira yang sedang menuju jalan pulang, karena hari sudah mulai larut,Aira melewati jalan pintas, dan tak sengaja dia melihat preman dan dua orang pria yang memakai pakaian formal, sedang baku hantam, dan di yakini Aira klau lelaki itu korban dari preman tersebut,
Aira melihat beberapa orang yang pernah hampir mencelakai Aleta, ya preman tersebut adalah teman teman Toni, Jago, Baron, dan Wawan,
Aira mendekat ke arah mereka, dia menghentikan motornya di pinggir jalan, dan Aira berjalan dengan santainya, ke tempat orang yang sedang adu jotos tersebut,
__ADS_1
"Wow.... Kalian ngak ada kapoknya ya! apa kalian lupa dengan ucapan saya waktu itu!!" ucap Aira dengan aura dinginnya, membuat siapa pun di sana menrinding,
"Heh... Bocah sialan, kenapa kau selalu ikut campur urusan kami, haah!!" bentak preman tersebut,
"Ncek, ncek setiap kejahatan yang kalian lakukan, itu urusan saya untuk menggalkannya!" ucap Aira dingin,
Dua pria ber pakaian formal tersebut sudah mulai ngos ngosan, dan sudah banyak kehilangan tenaga,
"Arggg.... Gadis brengsek sini loe, kali ini gue ngak akan kalah sama loe!" bentak preman tersebut dan maju menyerang Aira rame rame, mereka lupa tujuan awal mereka, ingin merampok pria berpakain formal tadi,
Bag....
Bug ...
krak.....
bag...
krak....
Bunyi tendangan dan bunyi tulang patah, dan di sertai rintihan kesakitan dari para preman tersebut,
Aarrgggg...... Ampun ampun, sakit!!" teriak preman tersebut,
Dua pria yang sedang memulihkan tenaga dan menahan rasa sakit di badan mereka itu, hanya melongo melihat aksi Aira,
"Buset dah, jago bener nih cewek, kita berdua kalah sama preman itu, lah dia seenak jidat ngegebukin itu orang tampa bisa tuh preman nyentuh dia!"
__ADS_1
Dan di anggukin oleh temannya,
"Apa kata kalian udah! saat sakit bilang udah, nanti sudah sembuh di ulang lagi, itu namanya tobat samabalo oneng!!" pekik Aira,
"Beneran kami kapok, kami ngak akan mengulangi lagi, janji?!" ucap mereka serempak,
"Baik lah sekarang aku maafkan, tapi sekali lagi berulah, saya bikin kalian cacat seumur hidup, paham menekan kan kata kata paham,
Itu membuat orang orang di sana bergidik ngeri, mereka berjanji di dalam hati tidak akan mengulangi lagi, klau ngak khilaf hehehe, sama aja oncom,
Dua pria ber pakaian formal tersebut juga ikutan merinding melihat aura Aira,
"Anjrit nih bocah, kecil kecil tapi menakutkan, gumam pria tersebut
"Ya sudah sekarang kalian boleh pergi, awas klau di ulangi lagi!!" Aira menarok jari di lehernya seolah olah mengiris leher dengan pisau, dan kepala terkulai, lidah terjulur, mata terbalik keatas, itu mampu membuat preman tunggang langgang,
Dua pria tampan di belakangnya juga ikut bergidik ngeri, melihat Aira,
Aira menemui ke dua pria tersebut,
"Apa kalian baik baik saja!" ucap Aira
"Iya kami baik baik saja, cuma sedikit cidera!" ucap salah seorang yang di yakini Aira itu adalah asisten lelaki yang di sampingnya.
"apa kalian bisa bawa kendaraan?" tanya Aira lagi,
"Bisa!" ucapnya lagi
__ADS_1
"Ok, kalau gitu saya tinggal dulu!" Aira berjalan ke arah motornya tampa menghiraukan dua pria tersebut,
Ke dua orang itu. hanya bisa melongo melihat ke pergian Aira,