Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 207


__ADS_3

"Sekarang aku mau ngomong, dan jangan ada yang menyela omonganku, klau ada yang menyela, aku pergi lagi dan tidak akan pulang!!" ancam Aira tegas, dia sudah begitu gemas dengan kelakuan keluarga suaminya ini.


"Iya sayang, bicara lah, kamu tidak akan menyela omongan kamu sayang?!" Brian lembut, dia mempelototi keluarganya satu persatu, agar tidak ada yang menyela omongan sang istri.


"Di perutku ini ada bayi" tunjuk Aira ke arah perutnya, dan di anggukin oleh keluarga besar sang suami.


"Namun dia tidak satu, tapi ada tiga bayi di dalam sini?!" lanjut Aira.


"Ooo... tiga,,, ucap mereka santai mengaguk anggukan kepala.


Sedetik, dua detik, tiga detik, baru mereka konek.


"Apaaa.... tigaaaaa...." serempak mereka berteriak dan mengacungkan lima jari.


"Itu bukan tiga tapi lima" ralat Aira ke jari jari orang orang tersebut.


"Iya maksudnya tiga begini?!" ucap sang Papi merubah jarinya menjadi tiga.


"Hmmm..." saut Aira dengan menganggukan kepala. ??

__ADS_1


"Maksudnya, kamu hamil kembar tiga begitu?!" tanya sang Mommy.


"Iya..." saut Aira dan tersenyum bahagia.


"Aku jadi Ayah dengan tiga bayi sekaligus sayang?" tanya Brian bersorak bahagia.


"Iya..." jawab Aira.


Brian lansung membawa sang istri ke dalam pelukannya, dia begitu bahagia dan memutar mutar sang istri yang ada dalam pelukannya, tak lupa hujaman ciuman di wajah sang istri.


"Kalian dengar aku punya anak kembar tiga, hahaha..." Brian tertawa girang, dan mendudukan sang istri di sofa empuk itu, dan Brian lansung menciumi perut sang istri.


"Haii... kalian yang di dalam sana, apa kabar nak, ini Ayah kalian, sehat sehat ya di dalam, jangan berantem, jangan rebutan makanan nanti Ayah akan suruh bunda kalian makan yang banyak, biar kalian tidak berantem di dalam sayang. Ayah sangat menyayangi kalian dan bunda kalian sayang, tumbuh di dalam ya anak anak ayah, ayah sudah tak sabar menunggu kalian?!" ucap Brian lembut dan menitikan Aira mata bahagia.


"Kalian dengarkan, kalian dengar menantu kesayangan aku hamil bayi tiga kan, jadi aku punya tiga cucu sekalian, kau dengar itu Alfa, kau tidak bisa menyaingi abang mu ini, kau punya cucu dua sedangkan aku lansung tiga, hahaha...!!" Papi Tama lansung bersorak gembira.


Mami Arum lansung memeluk sang menantu, "Terimakasih" sayang, sudah memberi Mami cucu, Mami sayang sama kamu, maafkan Mami yang sudah menyakiti perasaan kamu nak, sampai sampai kamu pergi dari rumah, maafkan ke salahan Mami ya?!" ucap Mami Arum dengan tangis bahagia dan tangis rasa bersalahnya.


"Iya Mi. Aira sudah memaafkan Mami kok, besok besok Mami ngak boleh lagi lemah, sama bujuk rayu orang lain ya Mi, Mami jadi gampang di manfaatin?!" ucap Aira lembut dan membalas pelukan sang mertua.

__ADS_1


"Cucu kakek, selamat ya nak, dan "Terimakasih" sudah memberikan kakek cucu yang banyak, kakek sungguh bahagia sayang?!" ucap sang Kakek ikut memeluk cucu mantunya dengan mencium puncak kepala sang cucu mantu penuh kasih sayang.


Semua orang ikut bahagia mendengar Aira hamil bayi kembar tiga, jangan lupa dua wanita hamil di depan sana tak luput dengan rasa haru, karena sabat sekaligus ipar mereka itu, hamil kembar tiga.


"Bikin lagi kesalahan Bri, besok besok bukan hanya Aira yang pergi, anakmu juga akan ikut pergi bersama bunda mereka!" oceh sang Mommy yang masih saja kesal sama Brian.


"Jangan dong Mom, jangan doain kayak gitu, dan aku ngak akan lagi bikin istri aku ini marah sama aku Mom, kapok aku Mom, kapok se kapok kapoknya!!" sesal Brian.


"Anak Deddy sini nak, peluk Deddy jangan di situ terus?!" rajuk Deddy Alfa.


Aira berjalan ke arah dua pria tampan namun tidak muda lagi itu, mereka lansung memeluk Aira secara bergantian, dan melabuhkan kecupan sayang di kepala Aira.


Apakah dua wanita hamil itu cemburu?"


Jawabannya tentu saja tidak, karena Aira bagi mereka adalah kesayangan mereka, bagai mana mereka cemburu sama Aira, Aira dewi penyelamat untuk mereka, berapa kali Aira merenggang nyawa demi keselamatan keluarga itu, bagai mana Aira menyelamatkan perusahaan mereka berkali kali mau di hancurkan musuh.


Begitupun dengan Nina, berkali kali Nina di tolong oleh Aira, berkali kali Aira memberi bantuan uang untuk orang tua dan adik adiknya saat di kampung dan Aira pula yang memberi pekerjaan untuk Nina, setelah dia di pecat dan keluar dari genk sompleknya dulu.


Bersambung...

__ADS_1


Haiii...jangan lupa like komen dan vote ya


"Terimakasih..."


__ADS_2