Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 64


__ADS_3

Sesampai di hotel Aira langsung masuk ke dalam kamarnya, karena Aira sudah benar benar lelah, dan badannya sudah sangat sangat lengket, dan ingin langsung mandi,


Selesai mandi Aira langsung merebahkan badannya di kasur, matanya menatap langit langit kamar itu, sambil melamun mengingat keluarganya terlihat wajah muramnya.


"Apakah kalian benar benar telah membuangku, dan tidak menginginkan aku lagi...?" keluh Aira,


"Aku merindukan abang... apakah abang juga membenciku, dengan fitnah yang di buat kak Ayu...?"


"Sakit bang, sakit... kenapa aku tidak pernah kalian sayangi... kenapa kalian membenciku?"


Hiks.... hiks.... luruh sudah Air mata Aira, mengingat hidupnya.


"Aku ingin di peluk bang... sekali saja... hiks hiks...


Aira menjerit pedih mengingat kisah hidupnya.


"Aku ingin merasakan pelukan seorang abang saat aku benar benar sadar dan tidak dalam keadaan tidurku abang datang membelai dan menciumku bang... huu.... huu..."


Lama ke lamaan Aira tertidur dalam isak tangisnya.


Brian yang sengaja masuk tanpa sepengetahuan Aira, dia mendengar sang pujaan hati berkeluh kesah seorang diri, menjadi ikut merasakan kesedihan Aira, namun dia tak berani mendekat, karena dia ingin mengetahui seberapa dalam luka yang di pendam pujaan hatinya itu.


Sedih sungguh Brian sedih melihat luka hati sang kekasih, ingin rasanya Brian menyeret orang orang yang melukai pujaan hatinya itu dan bertekuk lutut di hadapan Aira, tapi dia yakin sang kekasih tak ingin seperti itu,


Setelah Aira tertidur, Brian mendekat ke kasur tersebut, dan mencium Aira lembut, membelai rambut Aira penuh kasih sayang,


"Aku berjanji akan memberikan kebahagian kepadamu sayang! abang tak sanggup melihat air matamu seperti ini!" Brian menghapus jejak jejak Air mata di pipi Aira.

__ADS_1


Brian merebahkan tubuhnya di samping sang kekasih, meraih tubuh ringkih tersebut kedalam pelukannya,


Aira serasa mendapatkan kenyamanan di dalam pelukan Brian, dia menyusup ke dada bidang itu, dan memeluk Brian erat.


"Tidur lah sayang... tidur lah abang akan menemanimu di sini?!" bisik Brian di telinga Aira, dan sesekali memberikan kecupan di kepala sang kekasih hati, yang ada di dalam dekapannya itu.


Lama ke lamaan Brian ikut tertidur sambil memeluk Aira.


Menit demi menit berlalu, berganti jam berganti hari, siang pun tiba...


Eeeuuuggghhhh...


Terdengar lenguhan Aira, yang terbangun dari tidur lelapnya.


"Aaahhhh.... badanku kok berat bangat sih.. serasa ketiban karung beras!" keluh Aira yang belum sadar klau sang kekasih lah yang memeluk erat tubuh rampingnya itu.


Ya Brian tidur tampa pakaian, membuat wajah Aira yang ada di dadanya merasakan bulu bulu halus di pipi Aira.


Aira meraba raba tubuh Brian, yang dia pikir giling itu,


"Diam sayang... kalau tidak mau abang terkam sekarang juga..!" ucap Brian serak, merasakan geli di tubuhnya, yang di gerayangin Aira.


"Heee....!" ucap Aira kaget,dan melepaskan tangannya dari tubuh Brian dan memberi jarak untuk melihat wajah sang kekasih.


"Kok, ada abang di sini...? kenapa abang ada di kamar aku?!" tanya Aira.


"Hmmm... semalam abang masuk lihat kamu tidur, mau ajak kamu ke luar, ternyata kamu sudah tidur!" bohong Brian, padahal dia pengen mesra mesraan sama sang kekasih, cuma sang kekasih bersedih jadi dia tak berani mengganggunya.

__ADS_1


"Kok abang bisa masuk... kan pintu semalam aku kunci?!" ucap Aira bingung.


"Semalam abang minta kunci cadangan sama resepsionis!" jujur Brian


"Ncek... kebiasaan sungut Aira dan duduk mau ke kamar mandi.


Sebelum itu terjadi Brian langsung menarik sang kekasih dab terjatuh di pelukannya,


"Mau kemana hmmm...!"


"Abang lepas ih... aku mau ke kamar mandi!" kesal Aira.


"Ngak mau, cium dulu! baru abang lepas!" ucap Brian memeluk Aira erat.


"Ncek... pagi pagi di larang mes.... belum sempat Aira melanjutkan omongannya, bibir manisnya sudah di sambar sama Brian.


Brian langsung menyesap bibir itu lembut dan pelan pelan tangan nakalnya sudah bergerak kesana kamari di tubuh sang kekasih,


Aira ikut terbawa suasana yang biasanya diam kini dia sudah bisa membalas setiap apa yang di berikan Brian.


"Ahhh.... sudah bang! nanti ke bablasan! seru Aira sayu.


"Hmmm..." Brian pun melepaskan Aira masuk ke kamar mandi, dia melihat sang ke kasih masuk ke dalam kamar mandi,


Brian mengatur nafas dan menahan sesak di bawah sana, setelah itu dia menggalkan kamar Aira, masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya dan mencari nona Lux untuk menuntaskan sesuatu di bawah sana.


\*\*\*\* Haaaiii.... pembaca yang baik hati, maaf ya kemaren tidak sempat up, aku kemaren lagi sibuk dan deg degan nungguin anakku tanding, dan Alhamdulillah anakku menang, In sha allah hari ini aku up lebih banyakβ˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™ terima kasih sudah ikutin aku terusπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2