
Astaga....!!" teriak Tommy.
Itu langsung mengalihkan fokus mereka dari komputer melihat Tommy.
"Ada apa br....!" belum selesai ucapan Arya, dia juga ikutan terlonjak kaget melihat Aira.
Brian langsung berlari mengejar Aira, Aira hampir nyungsep kepalanya ke lantai, kaki masih menggelantung di atas sandaran sofa badannya separuh sudah ada di sofa sedikit lagi klau Brian tak cepat cepat menangkapnya, sudah di pastikan Air mencium lantai.
"Astag kamu... terlalu capek ya sayang?! sampai sampai tidur kayak gini!" ucap Brian mengangkat Aira ke dalam pangkuannya, dan membawa Aira ke dalam ruang pribadi miliknya, yang ada di dalam ruangan kerja Brian itu.
Brian meletakan Aira di atas kasur empuk itu dengan hati hati, dan menyelimuti pujaan hatinya sampai sebatas dada,
Aira karena mendapat posisi tidur yang enak, langsung menggeliat dan memiringkan badannya, menghadap Brian, terdengar dengkuran halus dari mulut Aira, bertanda gadis cantik itu benar benar pulas tidurnya,
"Maafin abang sayang...?! gara gara abang kamu sampai kecapean gini, dan "Terima kasih" sudah memulihkan perusahaan abang!'' ucap Brian pelan, sambil membelai rambut Aira dan mencium pipi caby Aira. Brian tak tahan melihat bibir ranum itu langsung men****p lembut bibit itu, sampai dia puas,
__ADS_1
Brian kembali ke ruang kerjanya dengan senang hati, karena sudah mendapatkan vitamin yang dia curi dari Aira.
"Jadi.... apa yang di bilang sama kakek!" tanya Brian penasaran dari tadi.
Wiliam menarik nafasnya dan menghebuskanya kuat kuat, sebelum dia memberi tahu apa yang kake bilang tadi.
"Sebenarnya tante Sandra bukan anak kakek sama nenek...!" ucap Wiliam
"Apa.... bagai mana bisa!'' ucap Brian dan Arya, dia tau betul kakeknya sangat menyayangi Sandra sang tante, yang selalu iri dengan Mami dan Momy bahkan dengan jasmin dan Aleta sekalipun, termasuk anak anak mereka.
"Haaa... pantas saja dia selalu judes sama Momy, Mami, kak Jasmin dan Aleta ya! jadi ngak ada alasan lagi buat kita menghancurkan mereka, sudah di kasih, kasih sayang yang baik sebagai keluarga di kasih perusahaan balasnya apa?? malah ingin membuat kita hancur!" geram Brian.
"Iya, pantas saja gue ngak ada respek sama mereka, biasa aja tuh... melihat kelakuan anak anak mereka yang bebas, ngak ada sedikitpun ingin menegurnya, ternyata mereka memang tak sedarah dengan kita!" ucap Brian.
Dan di anggukin oleh Wiliam. " trus apa yang harus kita lakukan!" tanya Arya,
__ADS_1
"Hancurkan lah... sampai ke akar akarnya!" ucap Brian dan Wiliam serempak.
"Kita tunggu Aira bangun saja, baru melakukannya!" ucap Tommy sambil merebahkan badannya di sofa panjang itu, badannya juga berasa pegal seharian menunggu dia sana.
"Kenapa, harus tunggu Aira! kasihan dia sudah bekerja dari pagi hingga malam, kenapa bukan kita saja, itung itung mengurangi pekerjaannya!" ucap Arya, karena hari ini pekerjaannya hanya duduk manis tampa melakukan apa apa, hanya melihat Aira bekerja seorang diri, mereka hanya jadi penonton.
"Jangan... Aku rasa Aira sudah menemukannya, makanya dia bisa meninggalkan pekerjaannya dengan tenang sampai tidur pulas gitu!" ucap Tommy.
"Kenapa kau... terlihat seperti sangat mengetahui Aira dengan baik!" Tanya Wilian penasaran,
"Hay.... jangan curiga yaa...! gue sama Aira, sudah menganggap dia adek sendiri, apa kalian lupa...? dia bekerja dengan gue, dan cafe gue juga dia yang pegang dan team IT gue di bawah kendali dia!" ucap Tommy, takut manusia manusia posesif itu akan berpikir aneh aneh padanya.
Yang di anggukin tanda mengerti sama tiga lelaki posesif itu.
"Ya sudah, kita tunggu Aira bangun saja, Brian pun merebahkan dirinya di sofa panjang lainnya.
__ADS_1