
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar gesekan sendal yang beradu dengan lantai.
Semua mata memandang kearah bunyi tersebut, yang menampakan sosok wanita cantik bermuka datar, tiada kecerian di wajahnya.
Hati Mommy, aleta dan Nina berdenyut nyeri melihat wajah cantik itu, wajah datar yang dulu sudah hilang sekarang muncul lagi.
"Aira..." panggil kedua gadis cantik yang bernama sahabat dan merangkap menjadi ipar itu.
Aira yang di panggil hanya menampakan senyum palsunya, tidak ada kecerian yang tergambar di wajahnya.
"Mi..." satu kata yang keluar dari mulut Aira.
"Apa sayangg...? sini nak, duduk dekat mommy" Mommy yang paham hati anak gadisnya itu tidak baik baik saja, menyuruh Aira duduk di sampingnya.
Aleta dan Nina lansung berpindah tempat ke sofa sebelahnya, mereka tau, saat ini Aira butuh pelukan seorang ibu, untuk meluapkan kesedihannya.
Aira lansung melangkah dan duduk di samping sang Mommy dan tiba tiba memeluk sang mommy dengan kuat.
"Mi..."
"Apa sayang... Ini Mommy nak" ucap sang Mommy melihat wajah Aira yang tak baik baik saja.
__ADS_1
"Boleh Aira tidur di sini?" tanya Aira menunjuk paha sang Mommy penuh harap.
"Boleh sayang... boleh banget, tidur sini nak, ini kan mommynya kamu, kenapa harus izin minta tidur di sini hmmm..." Mommy lansung menarik tubuh Aleta dan merebahkan kepala Aira di pahanya.
Aira tak begitu saja tumbang di pangkuan sang Mommy, terlebih dahulu melihat ke arah Aleta dan Nina, seolah olah bertanya, apa boleh aku tidur di pangkuan mommy kalian.
Seakan mengerti dengan tatapan mata Aira, ke dua gadis cantik itu menganggukan kepalanya, tanda mengizinkan Aira tidur di paha sang Mommy.
Baru lah Aira tumbang di atas pangkuan sang Mommy, Aira butuh ini, butuh dekapan seorang Ibu, untuk menguatkan hatinya, dia tak punya sandaran lagi, dia tak tau harus berbagi dengan siapa, Ayah dan Abangnya jauh di kota sana.
Mengadu ke abang angkatnya Tommy, oh tentu saja Aira berpikir seribu kali, bukan hanya Tommy yang akan tau masalahnya, seluruh kaka angkatnya bisa tau, dan mengamuk ke keluarga Brian, tentulah mereka akan menjadi garda terdepan untuk membela malaikat penolong mereka itu.
Bisa saja Tommy akan membawa kabur adek angkatnya itu, dan tidak akan pernah mengembalikan ke keluarga Brian.
Mengadu ke Ayah dan Abangnya, tentu saja Aira takut, Ayah dan Abangnya baru merasa bahagia melihat anak dan Adik kesayangan mereka bahagia sebentar saja, masa harus menderita lagi, tentu mereka yang paling terpukul. Aira tak ingin itu terjadi membuat Ayah dan Abangnya bersedih biarlah dia pendam lukanya sendiri.
Aira melingkarkan tangannya di pinggang sang mommy, mengeluarkan seluruh kesedihannya.
Tes...
Tes...
Setetes demi setetes air mata Aira, tumpah di pangkuan sang Mommy, hingga baju yang di pakai sang Mommy basah, Mommy membiarkannya dan membelai kepala Aira penuh kasih.
Mommy sangat tau perasaan Aira, dia sedih, dia kecewa, orang yang dia harapkan melindunginya malah memilih perempuan yang ingin merebut sang suami dengan berkedok adik angkat itu.
Mommy lansung menatap sinis kakak ipar bodohnya itu, dengan tatapan tajam setajam silet, seolah olah mengatakan kau lihat hati menantumu terluka.
__ADS_1
Mami Arum membeku melihat sisi lemah sang menantu, dia tak sadar selama beberapa hari ini melukai hati sang menantu.
Di atas sana, tepat di atas tangga itu Brian melihat sang istri menumpahkan rasa sedih nya ke Mommy cantik itu, dia sungguh menyesal telah melukai hati istri cantiknya itu.
Seolah olah dia lupa dengan trauma yang di rasakan sang istri, yang belum hilang sepenuhnya dari sang istri, kini dia ikut menorehkan luka baru ke hati sang istri.
Hati Brian rasa tercabik cabik melihat betapa lemah sang istri saat ini, betapa terluka orang yang sangat dia cintai itu, dan dia menyesal telah melakukan kesalahan kepada sang istri.
Sekarang Brian baru sadar, dia saja cemburu saat melihat sang istri di peluk mertua dan abang iparnya, dan di peluk kakak kakak angkatnya saja dia sudah meradang dan sekarang dia dengan tidak sengaja melukai hati sang istri mengizinkan wanita lain memeluk dirinya. Brian menyesal telah melukai hati istri cantiknya itu.
Semua yang ada di sana menatap tajam ke arah Brian dan Mami Arum, "itu yang kalian mau, telah memasukan ular betina ke dalam rumah kalian, dan melukai hati menantu kalian!!" seru sang kakek.
Brian dan Mami Arum tak mampu berkata kata, mereka memang salah, telah memasukan wanita ke dalam rumah tersebut, tanpa memikirkan perasaan sang istri atau menantunya.
Di sudut sana ada mata yang menatap benci ke keluarga itu, dan entah rencana apa lagi yang akan dia buat, untuk membuat Brian dan Aira berpisah.
"Aira rindu Ayah, Aira ingin pulang" serentetan ucapan yang keluar dari mulut aira membuat sang Mami dan suaminya ketar katir.
Aira rindu Ayah...
Aira ingin pulang...
Aaaagggg....
Aira akan meninggalkan Brian, sanggupkah ditinggal istrinya...
bersambung...
__ADS_1
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
*Terimakasih*