
Brian mengamuk di dalam kamarnya, dia membating seluruh barang barang yang dekat dengannya.
Banyak pecahan kaca yang sudah berserakan di dalam sana, bahkan tangan dan kaki Brian tak luput dari pecahan kaca tersebut, banyak sudah darah yang mengalir dari tangannya, tapi Brian tidak perduli.
Dia.menangis berteriak memanggil nama sang istri.
Aaagggkkkk.... Aira....
"Sayanggg.... tolong pulang sayang.... jangan pergi" teriak Brian di dalam sana.
Aaagggkkkk.... hiks.... hiks... huu.. huu...
Brian berteriak, menangis di dalam kamar itu seorang diri, di depan pintu kamar itu, Mami Arum berdiri kaku, mendengar jeritan anak semata wayangnya.
Gara gara kesalahannya, yang membiarkan seorang gadis di rumahnya, membuat keluarganya berantakan, menantunya kabur, ayah mertua tidak mau lagi tinggal di rumahnya, dan sang suami pun marah kepada Mami Arum.
Di dalam kamar sana, Papi Tama tak henti hentinya menghubungi Aira, namun telpon Aira tidak bisa di hubungi, yang menjawab selalu operator.
Tidak putus di situ saja, Papi Tama pun menelpon nelpon Deddy Alif dan yang lainnya, ternyata semua sama, tidak ada yang bisa menghubungi Aira.
Aleta dan Nina sedih mendengar sahabatnya sudah tidak bisa di hubungi lagi.
__ADS_1
Wiliam dan Arya, sedang mencari Aira di tempat tempat yang pernah di singgahi gadis itu, namun hasilnya nihil.
"Bagaimana ini, Aira benar benar menghilang tanpa jejak" keluh Wiliam.
"Ntah lah... Gue juga bingung, Aira benar benar membuat semua orang kalang kabut" oceh Arya.
"Iya, mengerikan ya, klau dia sudah mengamuk, tidak ada kata takut, dan tidak takut di ancam" oceh Wiliam, mengingat bagai mana dia melawan Angel dan keluarganya dan di ancam oleh Brian, dan malah Aira membalikan semua ancaman kepada mereka.
"Gue kan sudah bilang dari awal, jangan pernah bikin sakit hati Aira, dia anak yang sudah terbiasa hidup di asingkan dari kecil, jadi ancaman yang kalian buat tidak akan berpengaruh bagi Aira, justru kalian yang akan menderita" oceh Arya.
Sementara gadis cantik itu sedang menikmati tidurnya di atas awan, tanpa memikirkan orang orang yang sudah membuat hatinya sakit.
Berjam jam berada di atas awan Akhirnya Aira mendarat juga di negara libanon sana.
Rombongan Aira di sambut hangat oleh para tentara yang sedang bertugas di sana.
Rombongan Aira di bawa berkeliling ke wilayah sekitar untuk memberi tahu, mana saja kawasan yang boleh mereka datangi dan berbahaya bagi mereka, agar para team medis itu tidak salah jalan nantinya.
Setelah capek berkeliling mereka di antar ke barak tentara yang akan mereka pakai selama berada di sana.
Mereka beristirahat, sebelum besok mereka memulai tugas mulia, menolong para pengungsi yang membutuhkan bantuan mereka.
__ADS_1
Sedangkan di negara lain...
Kakek surya mulai banyak diam, dia fikir cucu menantunya itu hanya mengancam sang suami, rupanya cucu menantu kesayangan itu benar benar tidak memberi kabar kepada mereka sama sekali, di mana keberadaan nya sekarang ini.
"Yah... kita sarapan yuk..." Ajak Mommy.
"Kalian duluan saja Ayah belum lapar" tolak Kakek surya.
"Ayah jangan begini, nanti Ayah sakit, gimana caranya kita mencari Aira, klau Ayah sakit?!" bujuk Mommy.
"Ahhh... Iya kamu benar, aku harus banyak makan, agar bisa mecari cucuku?!" oceh kakek surya, beranjak dari duduknya menuju ke ruang makan.
Di ruang makan tersebut sudah berkumpul seluruh anggota keluarganya, menunggu sang kakek.
"Ayo kek, duduk ?!" ajak Nina.
"Kakek surya menganggukan kepalanya dan tersenyum ke Nina, tidak lupa mengelus lembut kepala cucu mantunya itu.
Mereka sarapan dalam diam.
Bersambung...
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...