Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 167


__ADS_3

Hap...


Brian yang tersadar dari lamunanya lansung menangkap tangan Aira masuk ke dalam pelukannya.


"Mau kemana hmmm...?" tanya Brian kepada sang istri yang sudah berada dalam depannya itu.


"Ngak kemana mana?!" jawab Aira ketus, karena merasa di cuekin oleh sang suami.


"Kok malah sayang aku ini yang ngambek hm...?" tanya Brian serak, kepalanya sudah berada di tengkuk leher sang istri sexinya itu, tak lupa tangannya sudah berkelana kesana kemari.


"Ah.... desis Aira karena geli saat tengkuknya di ciumi oleh sang suami, tidak hanya itu, Brian juga menjilati dan menggigit leher jenjang Aira dengan sedikit kencang, dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana,


Tangan Brian sudah begerilya nakal di tubuh **** itu, meraba apa pun yang bisa di raba, dan kadang tangan Brian bergelantungan manja di gunu fuji itu, dan menekan tombol sensitif itu.


"Sayang.... ***** Aira menahan ****** nya yang sudah di puncak, matanya memerah dan tak henti hentinya suara lucknat dari mulut Aira keluar.


Brian yang tak sabar lansung membopong tubuh sang istri ke atas kasur empuk tersebut, dan dengan terburu buru dia melucuti pakaian yang berada di tubuhnya tanpa sehelai benangpun tersisa.


Tak kalah dengan kamar Brian tersebut, di kamar sebelah, kamar sang Ayah pun tak kalah ganasnya yang terjadi, karena dua insan manusia di dalam itu sudah ahlinya dalam masalah surga dunia itu.

__ADS_1


Sang Ibu telah membawa sang Ayah terbang ke langit yang ke tujuh, sang Ibu lah yang memegang kendali saat ini, sang Ayah hanya tinggal Ah... uh... ah... saja sambil meram melek, dan tak lupa bibir tebal itu juga ikut menyosor nyosor kayak soang, jangan lupa tangan sang Ayah sudah bergelantungan manja memanggang gunung yang menari nari di depan mata sang Ayah.


Jangan di tanya di rumah Wilian dan Aleta, juga terjadi pertempuran sengit, untung lah pondasi rumah mewah tiga lantai itu sangat kuat, bagai mana tidak, tiga kamar di lantai paling atas itu, juga sedang di terjang badai tornado, angin topan dan ****** beliung.


Tiga kamar di rumah mewah tersebut juga porak poranda dengan pertempuran yang di lakukan oleh tiga pasang manusia beda usia tersebut, tanpa ada yang mau kalah, di sana juga terdengar suara saut menyaut membuat siapa yang melewati kamar tersebut merinding.


Pakaian lucknat yang di pakai oleh Aira sudah tak berbentuk lagi, gegara ke ganasan sang suami.


Brian tak henti hentinya menjelajahi tubuh sang istri dari ujung kepala hingga ujung kaki tak luput dari jilatan Brian.


penjelajahan Brian tak sampai di sana, dia lansung menerobos hutan belantara tersebut dan mencari goa di sana, namun sebelum ular pyton memasuki goa tersebut, ternyata si goa mengeluarkan air berwarna merah dari dalam sana.


Gubrak.... Brian lansung tersungkur di samping sang istri, sebelum dia sampai di langit yang ke tujuh, sudah di jatuhkan ke dasar bumi paling dalam, sakit sungguh sakit.


Aira kaget dengan ke adaan sang suami dan dia lansung melihat wajah sang suami dengan cemas.


"Abang kenapa...? kenapa berhenti..? ini belum selesai loh? apa abang sakit?" ucap Aira memberikan pertanyaan bodohnya.


Brian hanya diam, menetralkan degup jantung dan menahan sakit di bawah *********** yang sudah berdiri tegak itu.

__ADS_1


"Abang kenapa sih?" ucap Aira panik, dan membalikan tubuh sang suami agar bisa menghadap ke arahnya, dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Melihat sang istri ketakutan Brian memeluk sang istri dan berkata, "goa mu, keluar darah" ucap Brian lemah.


Tentu saja Aira terjengkit kaget.


Aira lansung melihat ke arah *********nya, ternyata memang benar Aira sedang datang bulan.


Dengan wajah bersalahnya Aira menatap sang suami dengan sendu "Maaf" ucap Aira lirih, niat hati ingin menyenangkan suami eh malah membuat yang di bawah sana sudah berdiri kokoh namun tak bisa melakukan apa apa, mengenaskan bukan.


"Lalu bagai mana nasib ular pyton Abang sayang?!" lirih Brian.


"Apa abang mau di bantu dengan cara lain?" mau tak mau Aira melakukan dengan sesuatu yang belum ia lakukan, dan beruntungnya tadi Aira sempat melihat vidio 21+ kiriman dari sang Mami mertua, jadilah Aira mempraktekannya sekarang.


Ternyata malam ini bukan hanya Brian yang apes, Wiliam dan Arya juga sama, sudah di bikin melambung ke puncak gunung tertinggi dan kembali di hempaskan ke dasar bumi, gegara si goa tiga gadis cantik itu dengan kompak menyemburkan lahar merahnya.


Bersambung...


Hallo jangan lupa like dan komen jangan lupa vote dan hadiah ya hehehe....

__ADS_1


__ADS_2