
Dua hari sudah Aira di pindahkan dari ruang ICU ke ruangan VVIP, walau kini Aira belum sadarkan diri namun keadaannya semangkin membaik.
Aira sengaja di beri fasilitas VVIP oleh Brian semua bayaran rumah sakit dan hotel tempat keluarga Aira di tanggung oleh Brian,
Perbedaan yang di berikan oleh keluarga Brian Aira dan Ayu, membuat Ayu dan ibunya kesal.
Iya saat ini Ayu juga di rawat di rumah sakit tersebut, karena kakinya, retak gara gara masuk kedalam lobang. Ayu cuma di beri fasilitas kls 1 oleh Brian di mana penghuni satu kamar terdapat dua orang, sewot ngak sewot ngak tuh, sewot lah...
"Yah... gimana sih... Ayu anakmu juga loh..
kenapa di bedain ruangannya sama Aira!" kesal sang ibu.
"Terima aja dengan iklas mending di kasih perawatan, apa kamu mau ank mu di bawa ketukang urut, giginya di tambal di tukang gigi!" kesal sang suami.
"Lagian kalian ini ngak punya hati, sudah tau anak sama adik kalian sakit, kalian malah enak enakan pergi ke salon dan apa ini pake sepatu setinggi gaban, untung ngak patah kaki kamu!" kesal sang Ayah.
Ayu dan ibunya hanya mendengus kesal dengan ucapan Ayah Alek, bukanya prihatin malah ngomel ngomel.
"Ayah ini... bukanya prihatin sama anak, malah marah marah!"
"Ngapain prihatin, sendirinya yang buat salah, ngak peduli sama saudara, saudara lagi sakit, malah pergi ke salon, pikiran kamu sama Ayu kemana!" bentak Pak Alek
"Ncek... sudah lah, ngak usah marah marah, perhatiin aja Aura, pergi sana, di sini kerjaan marah marah mulu, sudah gitu ngak beliin makanan yang kami mau lagi!" gerutu Ibu Ayu tersebut.
__ADS_1
"Duitnya kan sudah kalian hambur hamburin, buat beli baju sama sepatu, dan ke salon, makan aja tuh sepatu sama bajunya!" galak Pak Alek
Langsung keluar dari ruangan Ayu tersebut, males berlama lama di situ,
Di ruangan Aira Keluarga Brian dan Aleta, lagi berkumpul di sana, semenjak Aira di rawat tak ada satupun keluarga meraka meninggalkan Aira sendirian, itu membuat hati Pak Alek dan Bima terharu,
Mereka tak pernah memperlakukan Aira seperti itu, tapi keluarga Brian dan Aleta, menyayangi Aira dengan setulus hati, dan menganggap Aira bagian dari keluarga itu.
Bahkan Aleta Jasmin Mimi dan Mami Brian itu tak mengizinkan orang lain, untuk membersihkan tubuh Aira, merekalah, yang mengelap tubuh Aira bergantian.
Gimana keadaan Aira nak!" ucap sang Mami, bertanya kepada Brian, karena semalam Mami Brian tersebut pulang, jadi lah yang nginap Momy Aleta
"Belum ada tanda tanda akan bangun!" ucap Brian sendu.
"Mam... mumpung lagi kumpul di sini, aku mau ngomong boleh!" ucap Brian
"Ngomong ya ngomong aja, dari tadi juga loe udah ngomong!" sela Wiliam sambil terkekeh.
Itu berhasil mendapat tonjokan di bahu Wiliam.
"Auwww... sakit ege...!" kesal Wiliam.
"Sukuriiinnn...." balas Brian cuek.
__ADS_1
"Sudah sudah... mau ngomong apa!" ucap kakek melerai.
"Ooohhh.... iya lupa!"
Brian kembali pada mode serius.
"Apakah aku boleh nikahin Aira, walau dia dalam keadaan koma kek?!" tanya Brian
Semua orang kaget dengan ucapan Brian
"Kenapa kamu terburu buru nikahin Aira, kenapa ngak nunggu Aira sembuh dulu!" ucap sang Papi.
"Aku hanya ingin fokus merawat Aira Pi... klau aku belum nikahin Aira, aku ngurusinnya terbatas!" jawab Brian mantab.
"Bukan modus buat pegang pegangkan!" ucap sang Mami curiga.
"Itu salah satunya!" kekeh Brian, langsung dapat toyoran dari sang Mami.
"Anak ngak ada akhlak!" kesal Mami
"Ya sudah kake juga setuju, lebih baik kayak gitu, kami akan ngomong sama Orang tua Aira dan abangnya !" ucap sang kake dan di anggukin yang lainnya.
Bersambung....
__ADS_1