Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 178


__ADS_3

Saat Aira sadang membuat sarapan di dapur, Angel juga masuk ke dalam dapur.


"Haii.... Kaka ipar..." Sapa Angel.


"Haii... Angel..." sapa Aira balik.


Para pembantu hanya meredam kesel sendiri, melihat Angel, karena selalu mengganggu Nona muda mereka dari sejak datang.


"Apa sih, sebenarnya yang di lihat oleh kakaku, sampai sampai di menikah sama kamu, padahal kamu tidak cocok sama sekali dengan kakaku, kau hanya gadis kampung ngak guna kayak gini, kau itu lebih cocok jadi pembantu di rumah ini bukan istri!" pedesnya mulut Angel.


"Entah... mungkin aku lebih baik dari kamu, makanya suamiku sangat mencintaiku, di tambah aku bukan wanita licik, yang mengelabui orang dengan atas nama adik kakak" ucap Aira


Angel di bikin kesal oleh Aira, "Biarin licik pun, yang penting misiku akan berhasil, cepat atau lambat abang akan meninggalkan kamu, aku pastikan itu, dan kau... akan terbuang dari rumah ini, gelar Nona mudamu itu akan berubah menjadi gembel muda" ucap Angel tertawa.


"Lakukanlah sesuka hatimu, aku tak perduli" ucap Aira.


"Tak perduli kau bilang, nanti saat kau di buang dari keluarga ini, baru kau menangis kakak ipar" ucap Angel sinis.


"Seandainya itu terjadi, apakah abang akan memilihmu menjadi istri atau hanya tetap menjadikan kau adik angkat, bahkan sebegitu gatalnya kau mendekatinya, apa ada respon dari suamiku, dia hanya selalu bilang kau cuma adik angkatnya" jawab Aira pedes.


"Dasar gadis kampung sialan, miskin, numpang hidup di sini, pergi dari sini sialan" marah Angel.

__ADS_1


"Apakah kau tidak salah Nona, bukan kah kau yang numpang, aku di sini menantu asal kau tau, sementara kau cuma orang asing yang di anggap adik angkat" ucap Aira pedas membungkam mulut Angel.


Angel pergi dari sana sambil menghentak hentakan kakinya ke lantai sambil berkomat kamit.


"Dasar gadis sialan, gue harus cepat menyingkirkan dia, gue ngak mau berlama lama menghadapi gadis kampung itu, apa yang harus gue lakuin, agar gue bisa menyingkir kan dia dari rumah ini" gumam Angel berlalu dari dapur itu.


"Angel dari mana kamu sayang?' tanya Mami Arum yang tak tau datangnya dari mana, tiba tiba membuat angel kaget.


"Aduh... Mami, bikin Agel kaget aja deh..." rajuk Angel manja.


"Maaf sayang, Mami mengagetkan kamu" ucap Mami Arum, membelai kepala Angel.


"Itu tadi aku dari dapur mau ikut bantu bikin sarapan, tapi ngak di izinin sama kakak ipar Mi" adu Angel.


"Ok, Mi" ucap Angel.


Di dapur Aira masih sibuk berkutat membuat sarapan dan beberapa makanan ringan, untuk cemilan di siang hari, berhubung hari ini minggu semuanya pasti akan berkumpul di rumah.


"Haii....sayang, kamu lagi buat apa sayang?!" tanya Mami Arum kepada Aira yang sedang berjibaku dengan wajan dan spatula itu.


"Haii... mi ini aku lagi buat nasi goreng putih, telor mata sapi, bakwan dan kerupuk aja Mi, buat sarapan kita, dan ini aku lagi bikin puding sama cake buat cemilan nanti siang" ujar Aira.

__ADS_1


"Waahhh... Ini pasti enak banget sayang" ucap Mami Arum yang tak meragukan masakan menantunya itu.


Saat semua selesai Aira meninggalkan tugasnya sama pembantu di rumah itu. dia naik ke atas untuk membersihkan tubuhnya.


Ceklek....


Pintu kamar itu terbuka, dan menyumbulkan Aira dari luar sana, dia melihat sang suami yang masih pulas di atas tempat tidur itu. Aira cuma melewatinya dan menyiapkan pakaian yang akan di pakai Brian, berhubung hari ini hari minggu Aira menyediakan pakaian santai aja.


Setelah selesai semuanya Aira lanjut masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Sebetulnya Brian sudah bangun, dia ingin melihat istrinya membangunkannya seperti biasa, namun yang dia dapat sang istri hanya diam dan melewatinya tampa mau menyentuh nya seperti biasa yang di lakukan sang istri.


Brian menatap pintu kamar mandi itu dengan sendu, memang benar kata kakeknya istrinya dalam dua hari banyak berubah, hanya dia yang tak peka.


Bersambung...


Haiii....jangan lupa like komen dan vote ya...


Hehehehe... Maaf ya, suka bikin kalian naik darah membaca ceritanya.


Namun itu lah seninya, masa mau mulus terus nanti yang baca jadi bosan hehehe...

__ADS_1


Terima kasih selalu membaca karya aku , muach... muach... muach... kalian terbaik.


__ADS_2