
Tit.....
Tit....
Tiiiiitttttt.....
Tiba tiba monitor pendeteksi jantung Aira berbunyi panjang dan menampilkan garis lurus, menandakan tidak ada lagi detak jantungnya.
Dokter sibuk membuat pacu jantung untuk Aira namun semua nihil, dan akhirnya para team medis menyerah,
Dokter dan perawat keluar dari ruangan tersebut dengan wajah lesu karena tak mampu menyalamatkan Aira.
Dokter menemui keluarga Aira yang di luar dengan wajah tak enaknya,
"Maaf... kami tak bisa menyelamatkannya, ternyata tuhan berkehendak lain?!" ucap sang dokter sambil menunduk.
"Tidaaaakkkkkk.....
Brian, Tommy, Bima, Bayu, dan Ayah Alek berteriak histeris.
__ADS_1
Dug....
Aleta, Mami Brian dan Momy Aleta, lanngsung jatuh pingsan, dan di larikan ke IGD, untuk mendapatkan bantuan.
"Yessss..... dia mati juga, tidak ada lagi penghalang buat gue, mendekati cowok tampan itu, ahhh..... ini menyenangkan sekali, ha... ha... ha....?!" Ayu bergumam bahagia
"Akhirnya mati juga kamu...!" gumam sang ibu.
Brian langsung menerobos masuk, kedalam ruangan Aira, di langsung memeluk tubuh kaku nan dingin itu,
"Sayang.... bangun huaaaa..... huaaaa... hiks... hiks... jangan tinggalin abang sayang, abang ngak sanggup di tinggal kamu... huu... huu..."
"Sayang... bangun nak, jangan begini, bangun sayang, Ayah janji klau Aira bangun Ayah akan menyayangi lebih sayang, huu... huu..."
Jasmin yang dari kamarena diam tak bersuara, bukan tak sedih karena Aira, justru dia sangat terpukul dengan ke adaan Aira yang seperti itu, bagai mana tidak, Aira malaikat tak bersayap itu, berkali kali menyelamatkan, hidup keluarganya, kini Aira berada di sini juga karena menyelamatkan keluarganya.
"Cih..... biarin mati aja sih... kenapa harus di tangisin, sudah tinggal kubur aja, selesaikan, bete tau lama lama di sini, gue kan pengen jalan jalan!" keluh Ayu si kaka lucknat itu.
"Ya ampun.... lama banget sih... kebanyakan drama deh... tinggal kubur aja ribet amat, klau ngak jadiin mumi aja biar masih bisa di lihat, ngak tau apa badan aku sudah pegel pegel, pengen ketemu kasur!" ucap sang ibu,
__ADS_1
Ayu dan Ibunya hanya duduk diam di luar ruangan tersebut, males banget ikut kedalam, harus melihat drama lebay di sana.
"Nyari makan yuk bu... lapar nih...!" keluh Ayu, tak berperasaan, orang sedang bersedih dia malah tak perduli,
"Yuk.... Ibu juga males di sini, banyak drama banget, ngak tau apa Ibu capek, pegel pegel tau badan Ibu, bukanya istirahat malah bikin drama lebay di sini!" sinis sang Ibu beranjak pergi bersama Ayu mencari kantin untuk mengisi perutnya,
Tingkah laku mereka, tak luput dari pandangan Kakek surya dan Dedy Alfa, mereka hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Ibu dan Kakak Aira,
Ingin memarahi mereka, tapi bukan urusan dia juga, ya sudah lah, lebih baik fokus sama Aira saja,
"Gimana Aira kek?" tanya Aleta yang tiba tiba sudah berdiri di depan mereka, dengan mata sembabnya, dan muka lesu, di ikuti oleh dua orang paruh baya di belakangnya, yang di temani oleh perawat, mereka tak ingin ambil resiko klau terjadi apa apa, dengan ke tiga wanita dari keluarga terpandang tersebut.
Kakek dan Dedy Alfa hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan wajah lesu, dia berjalan keluar mencari tempat duduk, karena sudah tidak kuat untuk berdiri lagi,
Dedy Alfa yang melihat Ayahnya kelelahan, langsung menghampiri sang Ayah untuk keluar dari ruangan tersebut, mencari tempat duduk untuk sang ayah.
Aleta langsung masuk ke dalam ruangan Aira,
dia menangis tergugu, melihat sahabat sekaligus malaikat penolongnya, sudah terbujur kaku di atas bed sana, Aleta meraung pilu, tak bisa terima dengan ke pergian Aira.
__ADS_1
Bersambung....
*** gimana gimana nih..? Airanya di buat meninggal di ganti tokoh baru, atau kembali hidup.... komen yaa... ****