Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 206


__ADS_3

"Sayang... kita ke rumah sakit ya, Papi akan cari rumah sakit yang terbaik?!" ucap Papi Tama, mana lah mau dia sang menantu dan calon pewarisnya ke napa napa.


"Ngapain ke rumah sakit?" tanya Aira dengan polosnya.


"Kita obatin kandungan kamu nak, Papi akan cari rumah sakit yang terbaik, Papi akan datangkan dokter terbaik dari luar negeri nanti, kamu tenang saja sayang, Papi juga tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepadamu dan calon cucu Papi?!" ucap Papi Tama menenangkan Aira.


Aira mengerinyitkan keningnya, tanda tidak mengerti.


"Maksud kalian apasih...? aku sakit gitu?" tanya Aira.


Dan di anggukin sama yang lain.


"Ya ampun, aku ngak sakit kali?!" ucap Aira menggaruk jidatnya yang tidak gatal.


"Tapi kamu bilang kandungannya bermasalah?!" ucap sang Mami, yang matanya sudah sembab, gara gara kebanyakan menangis.


"Ooohhh itu..." ucap Aira santai.


"Ya ampun Airaaa.... kasih penjelasan yang benar dong, jangan bikin kami mati penasaran!!" kesal Nina, yang melihat tingkah Aira itu.


"Maksudnya kandungan aku ini emang ada masalah, isinya emang ngak satu.." ucap Aira.

__ADS_1


"Iya makanya itu kita periksa, jangan di tungguin lama lama, nanti penyakitnya semangkin serius?!" oceh Wiliam yang ikutan panik.


"Ya udah ayo... lansung bawa aja ke rumah sakit!!" ajak Arya, lansung menarik tangan Aira, untuk di bawa ke rumah sakit.


yang lain juga ikutan berdiri, untuk ikut ke rumah sakit, namun terhenti dengan suara Aira yang meleking.


"STOOPPP..." ucap Aira dengan lantang, dia juga ikutan frustasi dengan kelakuan keluarga suaminya itu, belum selesai ngomong sudah di potong.


"Loh... kenapa marah, kamu ngak mau di obatin kamu mau suami kamu jadi duda kaya!" oceh sang Mommy.


Aira hanya menggaruk garuk kepalanya gara gara frustasi dengan menahan air mata gemes.


"Makanya itu kita berobat sayang, biar Brian ngak jadi, jadi duda?!" oceh sang Mami.


"Ya ampun, aku ngak sakittt.... hu...


uuu.." pecah sudah tangis Aira, karena sudah tidak tahan dengan kelakuan keluarga itu.


"Jangan nangis sayang, iya iya kita tidak akan kerumah sakit, kita di rumah aja ya, jangan nangis kasian anak kita nanti dia ikutan sedih?!" ucap Brian kepada sang istri, dia tau sang istri tidak mau di bawa ke rumah sakit, birlah dulu Aira tenang di rumah, nanti setelah tenang barulah Brian akan mencari akal agar bisa membawa sang istri berobat.


Brian tidak mau sang istri jadi stres, dan akan samakin membuat kondisi sang istri dan calon anaknya bermasalah, menurut Brian sih...

__ADS_1


"Udalah kalian jangan memaksa istri aku ke rumah sakit, biarin Aira istirahat di rumah, nanti klau sudah tenang baru akan kita pikirkan untuk kesembuhan Aira dan calon anakku" ucap Brian.


"Mungkin Aira takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit, nanti kita cari cara alternatif saja, aku kenal kok sinsei pengobatan cina, yang bisa buat kandungan?!" ucap sang Mami.


"Iya pengobatan cina juga bagus kok, ngak harus ke dokter" angguk sang kakek.


Dan di setujui oleh semua orang, mereka tidak mau memaksakan ke hendaknya lagi, yang akan membuat menantu ke sayangannya itu stres.


Nina dan Aleta juga ikutan sedih, dia tidak tega dengan sahabat sekaligus ipar mereka itu dalam ke adaan sakit.


Aira hanya bisa menarik nafas dalam dalam, karena menahan kesal dengan kelakuan keluarga itu yang tidak memberi kesempatan agar dia memberitahu apa yang sebenarnya, malah menyimpulkan yang tidak tidak.


Ingin rasanya membenturkan kepala mereka satu persatu ke tembok, namun Aira masih takut dosa.


Bersambung...


Jangan ngamok toh.... 😂😂😂😂


Jangan lupa like komen dan vote ya....


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2