Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 101


__ADS_3

"Selamat Datang Aira......!!" terdengar suara sambutan Aira di dalam rumah mewah tersebut. Aira dapat melihat orang orang sangat dia kenal, dan beberapa orang asing baginya.


"Selamat datang menantu kesayangan Mami...!" ucap sang Mami, menggandeng tangan Aira masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang cucu mantu kalek...!" ucap sang kakek surya, tak lama kakek surya memeluk dan mencium puncak kepala Aira dengan sayang. Papi Tama langsung menarik sang mantu dari pelukan sang Ayah.


"ngak usah lama lama Yah... meluk mantu aku, sungut Papi Tama,


"Dasar laki laki posesif!" gerutu kakek surya.


Papi Tama langsung mengajak menantu kesayangannya duduk, dia tak mau sang menantu akan ke capean, apa lagi kondisi Aira masih dalam masa pemulihan


Setelah bercerita kesana kemari, Aira di suruh beristirahat oleh Mami,


Kini Aira berada di dalam kamar Brian, yang akan menjadi kamar Aira juga, kamar tersebut sudah di sulap oleh sang Mami dengan warna kesukaan Aira, dan membuat kamar itu menjadi kamar pengantin, mereka tau pengantin baru itu belom melakukan apa yang harus menjadi ritual suami istri.


"Adek mau mandi langsung, apa mau istirahat dulu?" tanya Brian.

__ADS_1


"Mau mandi dulu deh bangat, gerah...?!"


Brian lansung menggedong sang istri ke kamar mandi, Aira yang kaget langsung mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Sesampai di kamar mandi menurunkan Aira di closet dan mendudukannya di sana dengan hati hati,


"Abang keluar aja, aku sudah bisa sendiri?!" ujar Aira malu. Brian tau sang istri masih malu malu ucing, dia malah terkekeh.


"Kita mandi berdua sayang, biar cepat selesai?!" goda Brian, yang berpura pura membuka bajunya


"Abannggg?!" keluh Aira memohon, Brian tau sang istri masih malu, dan tak mungkin juga dia mandi bareng dengan sang istri nya saat ini, dapat di pastikan dia tak bisa melepas istrinya, saat melihat tubuh toples sang istri itu.


"Mandi lah, abang tunggu di luar ucap Brian, sebelum dia keluar, Brian ******* bibir ranum itu dengan rakus, tangannya tak tinggal diam, membuka pakaian sang istri, dan membuka pembungkus gunung kembar tersebut, bibirnya turun ke leher, tangannya sudah mangkal cantik di buah jambu jamaika tersebut, terdengar suara desah*n dari mulut Aira.


Brian berhenti dan melepaskan sang istri untuk sekarang, namun tidak untuk nanti malam.


"Mandi lah, abang keluar dulu?!" sedangkan tangannya masih bertengger indah di ke dua buah jambu jamaika tersebut.

__ADS_1


"Mandi mandi, tapi ini tangan ngapain masih nempel?!" dengus Aira sebel.


Brian terkekeh...


"Hehehe... lupa, keenakan jadi pengen megang yang mpuk mpuk aja!" ucap Brian tampa dosa, melepaskan tanganmu dari sana dan benar benar keluar dari kamar mandi itu.


Aira hanya menggelengkan kepalanya kesal, kenapa dari dulu dia tak bisa menolak perlakuan Brian itu.


Setelah beberapa saat Aira keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar, Brian melihat penampilan **** sang istri, yang memakai jubah mandi, dan menggulung rambut panjangnya dengan haduk dia mendekat dan memeluk sang istri,


"Kamu **** banget sayang, Brian mengendusi tengkuk sang istri, sungguh dia sudah tak sabar lagi untuk menggagahi sang istri saat ini juga, namun apa lah daya, dia tau sang istri butuh istirahat, dia ngak mau egois.


"Abang mandi dulu ya, pakai baju dulu sayang, di sana ada kamar ganti?!" menunjukan ruang ganti dan tempat pakaian Aira, yang sudah di sediakan oleh Brian, untuk sang istri.


Brian berlalu ke kamar mandi dan Aira masuk ke ruang ganti, sampai di sana Aira cengok melihat isi lemarinya yang sudah di penuhi dengan barang barang untuk Aira, dari baju tidur, baju santai, baju ke pesta, baju untuk ke kantor, berbagai macam tas, sepatu, sendal banyak lagi dengan merk merk terkenal lainnya.


Aira segera menganti pakaiannya, dan menyiapkan pakaian buat sang suami. dan kembali keluar untuk memakai skin care yang sudah tersedia di meja rias tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2