Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 177


__ADS_3

Aleta yang mendengar kedatangan Angel lansung meradang kesal.


"Ada apa sih, sayang...!" tanya Mommy melihat wajah kesal Aleta di meja makan.


"Itu Mi, Angel ada di rumah abang Bri" ucap Aleta.


"Apaaaa...." teriak yang ada di sana, Nina yang sedang nginap di rumah mertuanya itu lansung telonjak kaget mendengar teriakan orang orang itu.


"Waahh.... parah ini, ini ngak bisa di biarkan, cari tau tentang keluarga Angel Arya, aku yakin ada sesuatu dia ke sini, jangan sampai rumah tangga Brian dan Aira hancur gara gara rubah itu.!" kesal Wiliam.


"Iya nanti aku akan mencarinya, dan jangan lupa nasehati Brian, agar dia waspada" ucap Arya.


"Ahhh.... percuma si dablek itu ngak akan percaya, dia sama oonnya sama maknya" ketus sang Mommy.


"Awas saja sampai Aira kenapa napa, aku ngak akan maafin abang Bri dan Mami" kesal Aleta.


"Biar Deddy yang menegur bocah dablek itu, sebelum terjadi hal hal yang tidak kita inginkan" ucap Deddy Alif.


"Mommy akan bicara sama Mami kalian" ucap Mommy.


"Ada apa sih... Kenapa semua pada kesal gini sih, semoga ngak akan terjadi apa apa" gumam Nina yang lansung teringat sahabat baiknya itu, "Aira" ucapnya dalam hati.


Di lain tempat di rumah besar Brian juga sedang kumpul kumpul keluarga, bercanda ngalor ngidul, namun semua nampak berbeda, tidak ada muka muka gembira lagi, semua hanya tersenyum palsu.


Termasuk dengan pembantu dan para pekerja lain di rumah itu, merasa tak nyaman dengan kedatangan Angel, yang terlalu berlebihan dan tak mempunyai perasaan, berani memeluk meluk Brian di depan Aira dan berani berbuat tidak sopan kepada Aira.


Mereka mengutuk Brian dan Mami Arum yang tak peka itu, semoga saja mereka tak akan kehilangan nona cantik dan baik hati itu.


Angel yang asik bermanja manja di bahu Brian dan di apit oleh Mami Aleta, merasa senang melihat wajah suram Aira.

__ADS_1


"Mi... Besok kita shoping yuk Mi...?" rayu Angel.


"Boleh sayang, besok kita shoping" ucap sang Mami senang.


"Tapi kita berdua aja ya Mi, aku pengen jalan jalan berdua Mami aja tanpa ada yang mengganggu" ucap Angel melirik Aira.


Aira cuma acuh.


"Baik lah" Mami Arum benar benar lupa dengan keberadaan sang menantu.


"Dasar Rubah sialan" gumam sang kakek.


"Dasar nyonya dan tuan tak punya perasaan, apa dia tak melihat non Aira di sana, dasar manusia oon, gara gara setan kecil itu mengalih kan kewarasan mereka!" kesal para pembantu yang sedang mengintip dari arah dapur.


"Brian temui Kakek di ruang kerja, kakek ada urusan penting dengan mu" titah sang kakek.


"Baik kek Aira tidur dulu" dan berdiri dari sana, sebelumnya Aira berpamitan kepada semua orang.


Akhirnya mereka masuk kedalam kamar masing masing, kecuali Kakek dan Brian, mereka masuk ke ruang kerja sang Kakek.


"Ada apa kek, tumben kakek memanggil aku?" tanya Brian penasaran.


Hufff.....


Kakek Arya menghembuskan nafasnya sebelum berbicara.


"Apa kah kamu tidak memperhatikan istrimu akhir akhir ini banyak diam, apakah kamu tidak memikirkan perasaan istri mu akhir akhir ini?" tanya sang Kakek.


"Maksudnya kek?" tanya Brian bingung, nah kan bener kata Mommy klau Brian itu dablek.

__ADS_1


"Brian kau pintar dalam startegi perusahaan, tapi kau sangat bodoh memperhatikan istrimu"


"Selama perempuan itu berada di rumah ini, apakah kau melihat senyum tulus dari bibir cucuku!!"


Deg....


Jantung Brian lansung berpacu mendengar perkataan sang kakek.


"Seandainya Aira yang di peluk peluk oleh laki laki lain dan mengaku ngaku sebagai kakak angkatnya apa kau terima HAH...!!" bentak sang kakek, karena cucunya ini benar benar batu.


"Apa kau tak melihat istrimu terluka, apa kau tak melihat kesedihan di matanya, apa kau tak melihat dua hari ini dia pulang larut malam dan pergi tanpa sarapan !!" bentak Kakek surya.


Brian lansung berlari menuju kamarnya meninggalkan Kakek surya yang masih mengamuk di sana.


Ceklek....


Brian membuka pintu kamar perlahan, dan melihat sang istri sudah tertidur miring menghadap ke arang kiri. Brian berjalan pelan dan duduk di samping sang istri.


Deg...


Jantung Brian kembali berpacu dengan hebat, pas dia membelai wajah sang istri, dia memegang bekas air mata di pipi sang istri.


"Maaf, " sayang, abang melukaimu" gumam Brian.


Dia merangkak naik ke atas kasur, dan merebahkan kepalanya di dekat sang istri, dia dekap istri cantiknya itu dengan sangat erat.


Bersambung....


.

__ADS_1


__ADS_2