Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 96


__ADS_3

"Mi... Mami kenapa sih... selalu nyiksa aku, lihat nih... pantat aku sakit!" keluh Brian, yang sedang mengelus pantatnya sakit, karena pantat sempat mencium ubin dengan lumayan keras.


"Ahh... maaf anak Mami kesakitan ya, itu mah salah sendiri, ngapain berdiri dekat Aira, kenapa kamu ngak mau minggir dari dekat Aira, Mami kan juga ingin lihat mantu Mami, jadi jangan salahin Mami, salahin diri sendiri aja, kenapa ngak mau minggir, ya terpaksa Mami tarik!" ucap Mami tidak berperasaan.


Brian hanya mendengus kesal dengan ucapan sang Mami, yang lain cuma bisa tarik nafas dan geleng geleng kepala, melihat tingkah Ibu dan Anak itu, setiap bertemu tiada hari tampa berantem.


"Sayang... mantu Mami yang cantik... apa yang masih berasa sayang... ada yang sakit nak, mau makan apa bilang sama Mami sayang, nanti Mami suruh suami kamu yang pemalas itu membelinya, sekalian aja kamu minta yang jauh jauh, keluar negeri kek, ngak pa apa, ada Brian yang akan menuruti semua keinginan kamu, kita tunggu aja di sini dengan santai!" ucap sang Mami tanpa dosa


Brian melotot tak percaya dengan omongan sang Mami, apa apain itu, dia juga masih kangen sama sang istri, dan apa katanya tadi, bukanya Maminya yang nawarin Aira mau apa, kenapa dia yang harus beli, mau minta beli jauh ke luar negeri, enak saja! tapi... sekalian bulan madu sih ngak masalah hehehe... otak Brian langsung traveling


Aira yang bingung dari tadi, orang orang bilang dian istri Brian dan Brian suaminya, Aira jadi bingung sendiri, karena dia merasa belum pernah menikah, dan sejak kapan pula Brian menjadi suaminya, mengadi ngadi saja,


belum sempat dia bertanya, terdengar kembali pintu ruangannya di dobrak dari luar.

__ADS_1


Ya siapa lagi pelakunya, klau bukan Aleta, dia tadi di kampus mendapat telpon dari sang kaka Jasmin, mengabarkan Aira sudah sadar, Aleta langsung ngebut ke rumah sakit. dan berlari, di lorong rumah sakit, karena sudah tak sabar melihat sahabat sekaligus kaka iparnya itu.


"Ai... kamu sudah sadar hiks... hiks..


hiks... kamu tidur lama banget, bikin aku takut hiks... hiks... jangan gini lagi Ai... aku takut Ai... hiks.. hiks..." Aleta langsung memeluk Aira dan menangis dalam pelukan Aira, Aira membalas pelukan Aleta, dia merasa bersalah, kerena sudah membuat banyak orang menghawatirkan dirinya.


"Maaf" ucap Aira singkat, terlihat wajah bersalahnya.


"Iya...." ucap Aira sambil tersenyum manis.


Ayah alek dan Bima merasa terharu, karena anak bungsunya itu sangat di sayangngi oleh kelurga suaminya, dia sedih dengan kelakuan sang istri dan anak perempuannya, yang tidak ada sedikitpun merasa perduli terhadap Aira, Aira sakit aja mereka tak perduli, malah asik nyalon dan shoping, ayah Aira itu mengingat kelakuan sang istri dan anak perempuannya itu, hanya bisa menghela nafas beratnya.


"Syukurlah dek, kamu mendapatkan kasih sayang yang tulus dari keluarga suami mu, walau di keluragmu sendiri kamu tak mendapatkan itu, tapi abang ikut bahagia sayang!" gumam Bima, melihat sang adik di manjakan oleh para wanita tersebut, dan para laki laki juga tak kalah perhatian terhadap sang adik, jangan di tanya kakek surya yang paling bahagia melihat cucu mantannya sudah sadar, berkali kali Bima melihat sang kakek mendaratkan ciuman di jidat sang adik, dan mengelus lembut kepala Aira.

__ADS_1


Dua jelmaan setan itu, mengintip dari luar, dia mendengar Air sudah sadarkan diri, tapi mereka malas untuk masuk, jadilah mereka cuma mengintip dari luar,


Dengan muka kesal dan marah, melihat Aira yang di perlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang, oleh keluarga besar Brian dan Aleta tersebut.


"Sialan... kenapa pake acara hidup segala sih... harusnya mati aja, seharusnya gue yang di sayang bukan loe... anak sialan!"


"kenapa loe... selalu beruntung sih... dasar menyebalkan, lihat saja nanti, akan gue buat hancur pernikahan loe... !" gumam Ayu menggebu gebu.


"Anak sialan... kenapa pake bangun segala, harusnya mati saja kau... pupus sudah harapan aku buat pamer dan shoping barang brandit!!" kesal sang ibu, dan meninggalkan kamar Aira dengan hati dongkol.


Bersambung...


**** Haaaiiiii.... jangan lupa like dan komen ya dukungan kalian membuat aku semangkin semangat*****

__ADS_1


__ADS_2