
Hari ini adalah kepulangan Baby twin, Di rumah besar itu Brian sudah menyulap kamar bayi kembarnya dengan nuansa biru muda, dan bercorak awan biru, agar cocok untuk semua anaknya, karena twin itu akan di gabung satu kamar, untuk mempermudah mereka menjaganya.
Twin sudah di beri nama, Aron samudra, Aruna samudra dan Arion samudra. Bayi nan imut itu berhasil merebut perhatian bagi kelurga Papi Tama, termasuk Kakek Surya semenjak Aira melahirkan, tidak sedikit pun dia pergi dari rumah sakit, termasuk ke dua kakek nenek twin itu tidak ada yang beranjak dari rumah sakit.
Beruntungnya Ruangan Aira itu cukup besar untuk mereka bersama, dan Papi Tama menambah bed untuk tidur mereka, sungguh Aira mendapatkan perhatian lebih dari keluarganya.
"Anak anak bunda pulang ya sayang..?!" tanya Aira kepada Baby Twin.
Sang Baby tau di tanya memberi senyum dan mengerjapkan matanya.
"Ucu anet ci nih... anak unda ini" gemes Aira.
Aira pulang dengan langkah yang sangat pelan, dia tidak ingin di dorong seperti orang sakit, dia mau berjalan seperti biasa, mau ngak mau, Brian menggandeng tangan Aira di gendong Brian pun Aira tidak mau.
Sedangkan si kebar di gendong sama Mami Arum. Mommy Lita dan Papi Tama.
"Mari kita pulang Twin... saat kalian di dalam perut kakek pengen kalian cepat cepat keluar, sudah di luar kakek ingin kalian cepat cepat bisa di ajak main" kekek Papi Tama dengan gemesnya.
Aira terkekeh mendengar ocehan Papi Tama itu.
Mereka pulang menggunakan dua mobil, yang sudah menunggu mereka di Loby rumah sakit.
__ADS_1
Saat sampai di rumah, terlihat keluarganya sudah berjejer menunggu kedatangan twin.
Baru saja turun dari mobil, sudah terdengar sambutan antusias dari ke luarga menyambut Baby twin.
Aira tersenyum melihatnya.
"Selamat datang dirumah Twin...." teriak Nina, Aleta, Ayu dan Aisyah.
"Iihhh.... lucu nya, boleh bawa pulang ngak sih" gemes Aisyah melihat twins.
"Bocil.... bikin satu cil" goda Wiliam.
"Nikah cil, nikah..." ledek Wiliam.
"Enak aja... aku mau kuliah, mau bikin Ibu, kakak sama abang bangga dulu, baru mikirin nikah" oceh Aisyah.
Dua orang itu selalu bikin ribut, ada aja yang akan mereka ributkan, tepatnya Wilian yang suka usil duluan, menggoda adik iparnya itu.
"Ncek... kalian kenapa selalu ribut, menggangu anak gue aja, brisik tau ngak" kesal Brian.
"Bang... kata kakak tua, kemaren saat kak Aira lahiran kakak di cakarain ya sama kak Aira, trus kakak keluar dari ruang bersalin kayak gembel ya kak?" adu Aisyah kepada Brian, dia sengaja mengadu kepada Brian.
__ADS_1
Tentu saja Brian malu dan juga kesal sama sepupu laknatnya itu, bisa bisanya dia membuka aib Brian.
Brian lansung menatap tajam ke arah Wilian yang hanya nyengir kuda.
"Sialan kau... belum tau saja kau, nanti cobalah saat Nina lahiran, aku foto dan aku sebar di sosmed" kesal Brian.
"Iya kak, nanti aku fotoin dari rumah sakit dan aku kasih ke kakak" semangat Aisyah.
"Bocilll.... awas kau... jangan aneh aneh, kakak geprek kamu nanti" ucap Wilian was was.
Aisyah hanya acuh, dan memeletkan lidahnya ke arah Wiliam dan meninggalkan Wiliam yang kesal di sana dan Aisyah berjalan ke arah Mommy Lita, untuk melihat Baby yang di dalam gendobgan Mommy Lita.
"Kalian kayak bocah saja, berantem melulu" omel Deddy Alif.
"Anak Deddy itu. Ded, yang suka cari gara gara, suka banget ngisengin adek iparnya" timpal Aleta.
"Abis... lucu aja gitu klau ngeliat dia ngomel" kekeh Wiliam.
Deddy Alif hanya geleng geleng kepala dengan ke lakukan anak laki lakinya itu.
Bersambung...
__ADS_1