Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 141


__ADS_3

"Maksud abang apa? kenapa abang mau menikahi aku, abang mau beli aku gitu?!"


"Iya abang mau nikahi kamu, karena abang suka sama kamu, bukan beli kamu sayang, ini murni karena abang menyukaimu?!"


"Bagai mana bisa abang menyukaiku, padahal kita baru kenal lho bang?!" tanya Nina.


"Abang sudah menyukai kamu dari awal kita bertemu sayang?!" ucap wiliam sungguh sungguh.


Nina mencari kebohongan di mata Wiliam, tapi tidak ia temukan.


"Bang menikah itu ngak gampang lho bang, menikah itu menyatukan dua orang yang berbeda, dan mempunyai pola pikir yang berbeda pula tentunya?!" ucap Nina, dia yang masih keberatan untuk menikah, karena mereka baru kenal, dan Nina masih memikirkan masa depan adik adik dan Ibunya.


"Iya abang tau itu?!" Wiliam menganggukan kepalanya.


"Bang aku hanya mau menikah seumur hidup sekali?!" ucap Nina lagi.


"Abang juga mau menikah sekali seumur sekali?!" Wiliam menatap Nina sungguh sungguh, dia tau Nina keberatan dengan pernikahan dadakan tersebut.

__ADS_1


"Bang...?!"


"Apa ?!" saut Wiliam lembut.


"Aku ngak kenal sama keluarga abang, dan aku takut keluarga abang ngak akan menerima aku, apa lagi aku dari keluarga miskin?!" ucap Nina sambil menunduk.


"Kamu tenang aja, abang sudah menelpon orang tua abang, mereka merestui pernikahan kita, mereka tidak mau ikut campur dengan kehidupan anak anak mereka, selama itu masih di jalan yang benar, besok mereka akan menghadiri pernikahan kita, dan mereka juga tidak memandang harta, yang penting kamu baik, sopan dan menghargai orang tua?!" ucap Wiliam panjang lebar.


"Kalau aku menikah, bagai mana dengan Ibu dan Adik adik aku, mereka butuh biaya, aku adalah tulang punggung mereka?!" ucap Nina sendu, akhirnya keluar juga apa yang menganjal di hati Nina.


Wiliam tersenyum mendengar keluhan Nina


Nina yang terhipnotis dengan kelembutan Wiliam hanya menurut dan menganggukan kepalanya, tampa suara.


"Setelah kita menikah, urusan ibu dan adik adikmu juga tanggung jawab abang, dan setelah kita menikah, Ibu dan adik adik akan kita boyong ke kota, abang juga tidak mau mereka dapat tekanan dari Bapakmu?!" ucap Wiliam menenangkan hati Nina.


"Benarkah abang akan membawa mereka bersama kita?!" ucap Nina berbinar, dia tidak mau lagi berjauhan dengan Ibu dan adik adiknya, dia tak tenang takut Bapaknya akan terus merong rong Ibu dan Adik adiknya.

__ADS_1


"iya abang janji akan membawa mereka ke kota bersama kita, abang akan memberi rumah yang layak untuk Ibu dan adik adik, abang akan membukakan usaha buat Ibu dan di bantu sama adik adik, dan abang akan menyekolahkan mereka sampai kuliah?!"


"Tidak perlu berlebihan bang?!" ucap Nina tak enak hati.


"Itu tidak berlebihan kok, mereka juga keluarga abang dan mereka juga tanggung jawab abang sayang, jadi gimana kamu masih ngak mau nikah sama abang hmmm...?!"


Nina tidak punya lagi alasan untuk menolak Wiliam, dari pada harus menikah dengan bandot tua, lebih baik menikah dengan Wiliam, masalah keluarga Wilian nanti akan Nina fikirkan.


"Aku akan menikah sama abang, tapi aku masih boleh bekerja kan?!" tanya Nina.


Mau tak mau Wiliam menganggukan kepalanya untuk memperbolehkan Nina bekerja, yang penting Nina jadi miliknya dulu, dari pada gadis cantik ini, tidak mau menikah dengannya.


"Sudah selesai semuanya kan, tidak ada yang mau di tanyakan lagi?"


"Tidak" Nina menggelengkan kepalanya.


"Ok, sekarang kita lanjut ke rumah sakit?!" ucap Wiliam, kembali menyalakan mobil yang sempat berhenti di pinggir jalan tadi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2