
Hari hari berlalu, kini Aira sedang berada di cafe, kebetulan hari ini dia tidak ada jadwal kuliah, jadi Aira seharian ada di cafe,
Dan Aira pun sudah pindah dari kos kosan, ke kontrakan yang lebih besar dari kos kosanya, di kontrakannya Aira juga sudah membeli perlengkapan untuk memasak lengkap dan memenuhi kontrakan itu layaknya sebuah rumah,
Karena Aira tak ingin Aleta datang berkunjung ke tempatnya selalu merengek minta dia pindah ke apartemen Aleta,
Aira yang sedang memeriksa laporan keuangan cafe, di panggil Doni klau ada yang mencarinya,
"Permisi adek cantik!" tegur Doni ke Aleta,
"iya ada apa bang!?"
"Di depan ada yang mau ketemu sama dek Aira! orangnya pada seram seram badannya gede gede banget!, ucap Doni.
Aira mengerinyit bingung, "Siapa ya?" gumamnya, namun Aira tetap menemui orang tersebut,
Ternyata orang yang di maksut Doni adalah Toni, Jogo, Baron, dan Wawan,
"Eh... abang? kirain siapa!" ucap Aira,
"Iya dek, kita ganggu kamu ya?" tanya Toni tak enak hati,
"ngak kok Bang! ayok ngobrol di dalam aja?!" ucap Aira, membawa empat sekawan itu masuk ke dalam cafe,
"Itu Aira sama siapa ya!" tanya waitres ke Mayang,
"Ngak tau juga aku!" ucap Mayang,
__ADS_1
"Aira ngak takut apa ya...? itu orang kayaknya serem gitu, badannya pada gede kayak preman gitu!" ucap Ani,
" ngak usah suudzon, buktinya aja Aira biasa aja! ucap mayang,
"Iya sih...! yuk kerja lagi!"
Di seberang sana Aira mempersilahkan Empat sekawan itu untuk memesan makanan dan minuman,
"Ayo... bang pesan makan sama minum dulu, pasti belom makan kan?" ucap Aira,
"Ngak usah dek!" ucap Baton tak enak hati,
"Udah ngak pa pa, santai aja kali bang?!' ucap Aira.
setelah mereka memesan makanan, sambil menunggu makanan datang Aira menanyakan tentang lamaran kerja mereka,
"Gimana Bang? apa abang abang sudah dapat kerjaan!" ucap Aira,
Dan di anggukin sama Aira,
"Klau boleh tau? abang abang bisa apa?" tanya Aira,
"Maksudnya dek!" tanya baron balik, yang tak mengerti dengan pertanyaan Aira,
"Maksud aku abang bisa kerja apa, gitu...?"
"Oh...kerja apa!" ucap Baron.
__ADS_1
yang di anggukin Oleh Aira,
"Klau abang dulu, pernah buka bengkel, namun tutup karena bangkrut!" ucap baron,
"Abang bisa masak pecel lele pecel ayam gitu! cuma ngak ada modal!" ucap Toni,
"abang dulu... kerja di pencucian mobil motor gitu dek! cuma karena pacar abang menghina abang, abang berhenti dan malah mencari uang dengan cara ngak halal!" lesu jago,
"Abang dulu, cuma tukang parkir Dek! di pasar!" ucap wawan,
"Ya sudah... klau gitu, abang buka bengkel lagi aja!' ucap Aira menatap Baron, abang buka warung tenda pecel lele, melihat Toni, dan ada buka tempat cucian Mobil dan motor melihat jago, nanti bang wawan belajar dulu sama Bang Baron, Bang Toni dan Bang jago, klau abang sudah bisa terserah mau buka apa terserah abang?' ucap Aira enteng,
"Masalahnya kami ngak punya modal dek!" lesu empat sekawan itu,
"Klau itu... urusan aku, abang berempat, cari tanah yang di jual, tempatnya klau dapat yang strategis, di pinggir jalan misalnya!" ucap Aira
Empat sekawan itu mendengarkan dengan seksama,
"Nanti klau sudah ada, abang kasih tau aku! dan abang abang buka usaha di sana, nanti kita bagi hasil!" ucap Aira panjang lebar,
Ke empat orang itu, terlihat begitu bahagia, karena dapat secerca harapan untuk hidup berubah lebih baik lagi,
"Terima kasih" ya dek! sudah mau membantu kami! padahal kami dulu, pernah mau membuat kamu celaka!" ucap mereka merasa bersalah,
"Tidak masalah, karena itu kita jadi kenal
kan...!" ucap Aira santai,
__ADS_1
"Ya sudah... silahkan abang makan dulu, langsung cari tempat saja ya? saya mau melanjutkan pekerjaan dulu!" ucap Aira undur diri,
"Baik dek. "Terima kasih" sekali lagi!" ucap mereka tulus dan di anggukin Aira, sambil berlalu pergi dari sana, menuju ruang kerjanya.