
Sah....
Terdengar kata sah... di ucapkan oleh orang orang yang ada di dalam ruangan Aira tersebut.
Ya... setelah mendapatkan restu dari Ayah dan abangnya Aira, besok harinya Brian langsung menikahi Aira di rumah sakit itu, walaupun Aira dalam keadaan koma, tak menyurutkan hati Brian untuk menikahi gadis manis yang telah mencuri hatinya itu.
Pernikahan Brian cuma di hadiri oleh keluarga besar mereka saja, karena tidak memungkinkan untuk mereka mengadakan pesta, karena keadaan Aira yang masih koma tersebut.
Walaupun pernikahan Aira tersebut di tentang oleh sang Ibu, namun itu semua tak menjadi masalah, Brian mendapat restu dari Ayah dan Abangnya.
"Yessss.... akhirnya ke inginan ku tercapai juga!" teriak Brian kegirangan, dan kelakuan Brian tersebut berhasil dapat pukulan di kepala oleh sang Mami,
Puk...
"Aduhhh... sakit Mi... kenapa sih, suka banget mukulin kepala aku, aku bukan anak kecil lagi ya Mi, sudah punya istri ini!" kesal Brian pada sang Mami.
"Lagian kamu ini... ngak malu apa teriak teriak, masih ada penghulu sama dokter di sini dan itu ada mertua kamu juga, malah teriak teriak kayak bocah baru dapat permen!" kesal sang Mami, kembali memukul Brian.
"Ncek... ini lebih dari permen Mi... lebih, tau ngak lebih dari permen, aku tuh dapat istri mi istri... !" ucap Brian penuh semangat.
__ADS_1
"Iya... iya, yang dapat istri, tapi belum bisa di ajak kuda kudaan!" ucap sang Mami sadis.
Berhasil membuat orang orang di dalam tertawa terbahak bahak, melihat ibu dan anak yang sedang adu mulut tersebut.
Brian langsung mendengus kesal, mendengar perkataan sang Maminya itu.
"Lihat aja nanti klau Aira sudah bangun, aku kekepin dia, biar mami ngak bisa dekat dekat sama istri aku, apa lagi klau sudah punya anak aku sama Aira, mami jangan dekat dekat sama anak aku!" ancam Brian
"Ehh... kamu ini, kenapa jahat banget sama Mami haa... kita lihat aja nanti Aira nurut sama kamu atau Mami!" cibir sang Mami,
Orang orang hanya bisa geleng gelang kepala melihat pertengkaran itu, namun tidak dengan ibu dan anak titisan setan itu,
Namun Brian dan yang lain menolak, permintaan Bu Ningsih tersebut, membuat sang ibu menahan emosi, karena bisikan sang suami mengacamnya, terpaksa lah Bu Ningsih mengedumel dalam hati.
"Apakah ini masih bisa di lanjut kan, ini surat nikahnya butuh tanda tangan anda Tuan!" ucap si penghulu,
"Ah... maaf, saya jadi lupa gara gara Mami!" tuduh Brian tanpa dosa.
Membuat sang Mami melotot sempurna dengan ucapan anak semata wayangnya itu, kalau tidak sayang sama anaknya itu, dan klau tak ingat cuma Brian anak satu satunya itu, sudah di pastikan Brian di tendang sampai ke hutan Amazon oleh sang Mami.
__ADS_1
"Nah, karena semua sudah selesai, saya pamit dulu, semoga pernikahan langgeng sampai jannah!" ucap penghulu.
"Aamiin..." ucap mereka semua.
"Terima kasih pak" ucap Brian dengan tulus,
"Klau gitu saya pamit dulu ya, silahkan di lanjutkan peperangannya!" kekeh sang penghulu itu,
Hanya membuat ibu dan anak itu tersenyum malu,
"Kami juga ikut undur diri Tuan, Nyonya!" ucap beberapa dokter, yang menjadi saksi pernikahan Brian dan Aira itu.
Setelah penghulu dan dokter keluar, barulah keluarga besar Brian tersebut memberi ucapan selamat dan doa terbaik untuk keluarga kecil yang baru di bina oleh Brian tersebut.
Sedangkan Ibu dan Anak titisan setan tersebut sudah menghilang entah kemana dari tadi.
Bersambung....
jangan lupa tinggalkan jejak ya.....
__ADS_1