Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 208


__ADS_3

Akhirnya Aira kembali pulang ke rumah mertua tercintanya, dari tadi Brian mengekori sang istri kemana pun Aira pergi, klau bisa mah ke kamar mandi juga ikut, tapi apa lah daya, baru juga masuk sudah dapat pelototan maut dari sang istri.


"Diam di situ,,, ngak usah masuk?!" omel Aira.


"Tapi yang, aku pengen ikut, nanti kamu kabur lagi?!" rajuk Brian.


"Ya ampun... mau kabur kemana, kamar mandi ngak ada katong Doraemon nya, yang bisa tembus kemana aja!!" kesal Aira, yang sudah kebelet sampai di ujung.


"Ya udah aku tunggu di sini, tapi kamu jangan lama lama ya?!" ucap Brian dengan muka di tekuk, gara gara ngak di izinin masuk ke kamar mandi.


Sedangkan sang Mami dan Papi Tama tidak kelihatan puncak hidungnya, entah kemana pergi sepasang paruh baya itu.


Tok..


Tok...


Tok...


"Iya... Tunggu sebentar?!" ucap Aira dari dalam kamar.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar Aira di buka dari dalam kamar, dan menyumbulkan kepala wanita cantik itu dari dalam.


"Ada apa Bi...?" tanya Aira.


"Itu Non, di panggil Nyonya sama Tuan di bawah?!" ucap sang bibi dengan hormat.


"Ohhh... ya sudah Bi, bentar saya ke bawah, makasih ya Bi?!" ucap Aira dan memberi senyum manis kepada sang Bibi.


"Siapa yang?" tanya Brian yang baru keluar dari kamar mandi.


"Bibi, barusan nyuruh kita ke bawah. Papi sama Mami memanggil?!" ucap Aira.


"Yookkk ke bawah" ajak Brian, menggandeng tangan sang istri.


"Ada apa ini? kenapa banyak susu dan buah buahan di sini, apa Mami mau jualan ?" tanya Aira bingung.


"Enak aja jualan, Papi sengaja beli semua buat kamu sayang, agar cucu cucu Papi di dalam perut kamu itu tumbuh dengan sehat?!" sang Papi dengan bangga.


"Mami juga beliin kamu buah buahan buat rujak, biasanya orang hamilkan doyan rujak dan mangga muda?!" ucap sang Mami bangga.


Aira hanya bisa garuk garuk kepala melihat tingkah dua calon nenek kakek itu, emang aira bisa menghabiskan susu sebanyak itu.

__ADS_1


"Ya ampun... Ini susu sebanyak ini ngak akan habis Pi, minum susu paling segelas sehari atau dua gelas, klau susu sebanyak ini yang ada mubazir, Aira hamil sepuluh kali pun, susu sebanyak ini ngak akan habis Pi?!" ucap Aira gemes.


"Hehehe... Papi terlalu bersemangat tadi, jadi ini kebanyakan?!" tanya sang Papi.


"Hmmm.." jawab Aira, sambil menganggukan kepalanya


"Ya udah, kamu ambil sebanyak yang kamu butuhkan dan untuk duo bumil ono, sisanya di sumbangin aja?!" saran Brian.


"Ide bagus" ucap sang Papi.


"Ini lagi, buah sebanyak ini, siapa yang mau makan coba, yang ada Aira mencret makan buah sebanyak ini Mam?!" oceh Aira.


"Hehehe... Mami khilaf" ucap sang Mami garuk garuk kepala.


Aira hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan ke dua mertuanya itu.


Aira memilih beberapa kotak susu hamil dengan berbagai varian rasa dan buah buahan, sisanya Aira suruh bagi bagi dengan para pekerjanya untuk orang orang yang membutuhkan.


Selesai dengan drama susu hamil dan buah buahan, kini mereka sedang makan malam dengan penuh suka cita, maklum selama Aira tidak ada, rumah itu seperti hampa, apa lagi saat makan, mereka jarang makan bersama semenjak Aira pergi dari rumah ini, dan ini lah kali pertama mereka makan bersama lagi.


Bersambung....

__ADS_1


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya..


"Terimakasih..."


__ADS_2