Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 225


__ADS_3

Saat ini orang orang sedang mengikuti permintaan bumil satu ini, yang ingin makan bakso dan mau minum es doger, jadi lah mereka ikut semua.


Mereka pergi dengan membawa tiga mobil, yang di tumpangi mobil pertama Aira, Brian Kakek Surya, Papi Tama dan Mami Arum.


Mobil ke dua Wiliam, Nina dan Aisyah.


Mobil ke tiga Arya, Deddy Alif, Aleta dan Mommy Aleta.


"Kita mau kemana dulu sayang?" tanya Brian.


" Cari es doger dulu bang, baru habis itu ke kedai bakso" jawab Aira dengan mulut hampir ngeces, membuat Kakek Surya dan Brian terkekeh.


"Ok, perintah di laksanakan" saut Brian.


Meraka mengelilingi kota mencari es doger mangkal, lama berkeliling baru lah mereka menemukan abang abang penjual es doger lagi mangkal di sebuah taman.


Aira turun dengan tergesa gesa menghampiri penjual es doger tersebut, yang melihat Aira berjalan seperti itu merasa ngilu sendiri.


Brian dengan sigap menyambar tangan sang istri, takut istri cantiknya itu akan terjatuh, dan membahayakan Aira dan calon bayi mereka.


"Hati hati sayang, abangnya masih ada kok, ngak usah buru buru, nanti kamu jatuh, kasian kamu sama debay nanti" oceh Brian gemes melihat sang istri cantiknya itu.

__ADS_1


"Hehehe... Maaf abang aku sudah ngeces masalahnya" cengir Aira.


"Bang mau es nya ya 17 mangkok " ucap Aira.


"Baik Nona" ucap penjual ke girangan, soalnya dari tadi jualannya baru sedikit yang laku.


"Kami duduk di bangku taman sana ya" ucap Aira dan di anggukin sama jualan.


Aira dan yang lain berjalan mencari bangku dan ada yang lesehan di atas rumput taman itu, yang penting para bumil muda itu bisa duduk dengan nyaman.


Saat mereka sedang menunggu es datang, dengan tidak sengaja Aira melihat sesosok orang yang dia kenal dengan memakai pakaian lusuh,


"Haii sayang, mau kemana?" tanya Brian yang ikut berdiri dan mengikuti langkah bumil tersebut.


"Aku kayak melihat kak Ayu deh bang?!" jawab Aira, yang matanya masih berkeliling mencari sosok yanh dia lihat tadi.


"Kemana dia, kok ilang sih!" kesal Aira, melihat orang yang dia kenal sudah tidak ada di sana lagi.


"Mana? kok abang ngak lihat, kamu salah orang kali?!" ucap Brian, yang memang tidak melihat siapa pun di sana.


"Ntah lah, mungkin juga aku salah, ngak mungkin kan, klau kak Ayu berpakaian lusuh, sedangkan dia kan sangat menjaga penampilannya" celoteh Aira yang ragu dengan pandangan matanya.

__ADS_1


Akhirnya Aira kembali duduk, ke tempat dia duduk semula.


"Nyari apa sayang?" tanya sang Mami yang juga penasaran dengan Aira.


"Tadi aku, kayak lihat kak Ayu deh Mam, tapi pakainnya lusuh, ngak seperti dia yang aku kenal" ucap Aira.


"Mungkin kamu salah sayang, mana mungkin kakak kamu berpakaian seperti itu, kamu kangen sama dia ya?!" tanya sang Mami.


"Ngak juga sih mam, cuma tadi emang kayak kak Ayu deh sekilas, tapi aku juga ragu" oceh Aira.


"Sudah... ngak usah di pikirin, itu es nya di makan nanti ke buru mencair" titah sang Mami mengelus rambut Aira.


Aira memakan es nya dengan sangat lahap sampai damai dia minta nambah, mengambil punya Brian yang sedang menikmati es doger tersebut, dengan senang hati Brian memberikannya dan juga menyiapi sang istri dengan telaten sambil menunggu es yang dia pesan lagi.


Yang lain hanya terkekeh melihat ***** makan bumil satu itu yang tidak ada kenyangnya.


Bersambung...


Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya....


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2