
"Mau nambah lagi sayang?" tanya Brian melihat sang istri masih saja memandangi mangkok es yang sudah kosong di depannya.
"Ngak mau, nanti baksonya ngak kebagian tempat?!" ucap Aira sambil menggelengkan kepalanya.
"Hahahaha.. kamu ini!" ucap Brian gemes dan lansung mengkusuk kepala sang istri, yang lain pun ikut terkekeh.
"Ya sudah ayo.... kita cari bakso?!" seru Papi Tama, masih terkekeh geli dengan tingkah menantu cantiknya itu.
"Bayar dulu" titah Aira.
"Iya iya, ini di bayar?!" ucap Brian.
"Berapa mang?" tanya Brian.
"Dua ratus ribu mas?!"
Brian menarik lima lembar uang kertas berwarna merah dan memberikan kepada si mamang penjual es doger itu.
"Mas ini kelebihan Mas?!" ucap si penjual es doger.
"Ngak pa apa mang rezeki buat mamang, istri saya dari tadi ngidam es doger tapi ngak ketemu ketemu, ketemunya sama mamang" cerita Brian.
__ADS_1
"Ya Allah.... terima kasih banyak ya Mas, ini penglaris saya mas, dari tadi keliling belom ada yang beli, masnya datang dan memborong dagangan saya, sekarang saya di kasih rezeki lebih pula" curhat si mamang es doger.
"Semoga istri dan dedek bayinya sehat sampai hari kelahiran, razeki mas dan keluarga semakin lancar" do'a tulus si tukang es doger.
Brian tersenyum dan menepuk bahu si mamang dan berlalu pergi dari sana menuju mobil dengan wajah yang sumringah.
"Ternyata begini ya rasanya saat kita bisa memberi kepada orang lain, lansung di do'akan di tempat" gumam Brian dengan mata berkaca kaca.
"Pantas istri gue suka memberi kepada orang yang membutuhkan, begini rasanya hati gue lansung plong" Brian masih bergumam sambil membuka pintu mobilnya.
"Abang kenapa senyum senyum sendiri?" tanya Aira yang bingung melihat tingkah sang suami.
Brian menarik sang istri ke dalam pelukannya.
Apa cucunya ini kesurupan jin es doger, pulang pulang senyum senyum sendiri, tapi matanya berkaca kaca, dan ini lansung meluk meluk cucu mantunya.
"Sayangg,, ternyata begini rasanya saat kita memberi sama yang membutuhkan, kita lansung di do'akan dengan tulus di depan mata?!" ucap Brian masih memeluk sang istri dengan mata yang masih berkaca kaca.
Senyum Aira lansung terbit mendengar penuturan sang suami.
"Iya begitu rasanya, seandainya masih berat memberi orang luar, cobalah abang kasih orang orang yang bekerja di sekitar abang di rumah misalnya sama para bibi, sopir bodyguard, pasti mereka senang, tak melulu abang kasih uang, tapi apa yang abang makan, pulang dari mana mana atau jajan apa apa belikan mereka, pasti mereka senang?!" ucap Aira mengajarkan sang suami.
__ADS_1
"Iya abang akan coba melakukannya, nanti kita beli bakso belikan mereka semua" titah Aira.
Dan di anggukin oleh Aira.
"Tidak salah aku mempunyai cucu menantu seperti mu nak, banyak ke baikan yang kau ajarkan kepada kami" Gumam Kakek surya yang matanya ikut berkaca kaca.
"Nona memang luar biasa, semenjak Nona berada di rumah mereka, tidak ada para bibi dan pekerja lain yang mengeluh, malah mereka memuji Nona, yang selalu memberikan mereka oleh oleh di setiap pulang dari mana pun" gumam sopir.
"Kalian tidak tau saja, seberapa baik Nona muda ini, anak anak kami dia sekolahkan dengan gratis oleh dia, tanpa sepengetahuan kalian" gumam sopir.
"Kita mau cari bakso di mana Nona?" tanya pak sopir, memecahkan keheningan.
Di perapatan yang dekat kampus aku pak?!" jawab Aira.
Saat Aira melihat kelar jendela dia melihat Ayu yang sedang mendorong kursi roda.
Pak....
Pak....
Berhenti pak....
__ADS_1
Bersambung....
Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya.