Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 195


__ADS_3

Hari berganti minggu pun berlalu.


Kini Brian sudah mulai bekerja kembali, dengan wajah kembali dingin.


Dia sudah mencari Aira ke rumah Orang tua dan Abangnya namun bukan Aira yang dia dapat, malah tubuhnya babak belur di hajar oleh sang kaka ipar.


Kakak iparnya murka, karena adik semata wayangnya, hilang tidak di temukan, Bima pun kocar kacir mencari Aira, Ayahnya jatuh sakit, tapi mereka meyakini Aira dalam ke adaan baik baik saja, mungkin Aira butuh waktu untuk menenangkan dirinya, mereka hanya berfikir positif.


Begitu pun dengan Tommy dan kakak angkat Aira juga turun tangan mencari ke berada Aira, namu belum satu pun yang bisa melacak ke berada gadis cantik itu.


Sahabatnya Aleta, dari sejak pagi muntah muntah, bolak balik kamar mandi, dan berujung pingsan dan di larikan ke rumah sakit.


Ternyata Aleta di nyatakan hamil tiga minggu, tidak kalah denga Nina, wanita cantik itu pun sama, dia sudah tau sebelumnya, dia sempat memeriksakan dirinya ke dokter, karena pusing pusing terus, dan ternyata Nina pun sedang hamil dua minggu.


Semua orang sedang berkumpul di rumah sakit tersebut, termasuk Brian, Mami Arum dan Papi Tama.


Mereka diam, tidak banyak bicara, seandainya menantu kesayangannya berada di sini, apakah menantunya juga sedang hamil, betapa bahagianya dia klau seandainya menantu ke sayangannya itu juga hamil.


Brian juga sedih, kemana sang istri, tidak ada kabar sama sekali, hilang bagai di telan bumi, sudah banyak yang mencari Aira namun belum satu pun yang berhasil menemukan nya.

__ADS_1


Sementara itu, Wanita cantik yang di rindukan semua orang itu, sedang berlarian kesana kemari, membantu para korban yang terkena ledakan bom.


Wajah cantik itu kini, tertutupi dengan banyak debu dan darah para korban yang dia tolongnya.


Dengan lihainya Aira membantu satu persatu, para pengungsi itu, ada yang hanya luka ringan, dan ada yang harus di jahit, dan ada pulang yang harus melakukan operasi dadakan, karena luka yang sangat serius.


Tempat yang Aira datangin saat ini suasana nya sangat mencekam, terdengar isak tangis anak anak bahkan orang dewasa, karena ke hilangan anggota keluarganya.


Ada juga suara jeritan dan rintihan orang orang yang menahan sakit, akibat ledakan bom dan terkena timah panas, yang bersarang di tubuh mereka.


Aira tidak sempat memikirkan dirinya sendiri, fokus mereka hanya kepada para korban yang bergelimpangan di sana.


Huufff...


"Akhirnya selesai juga" teriak mereka bersama.


"Ternyata begini toh rasanya, bekerja di bawah hujan peluru, bukan lagi hujan Air, ngeri ngeri sedap cok!" kelakar rekan Aira dengan terkekeh.


Mereka juga ikut terkekeh dengan bayolan teman sejawatnya itu.

__ADS_1


Tidak di pungkiri mereka sebenarnya bekerja di bawah tekanan yang berat, takut sedang serius membantu orang, eh tiba tiba peluru sudah mencium tubuh mereka tanpa dosa.


Namun sekali lagi demi misi kamanusian, mereka harus berani, melawan rasa takut mereka,demi orang orang yang membutuhkan bantuan mereka.


Aira kembali ke barak, dia membersihkan tubuhnya di bawa sower dan mengkusuk seluruh tubuhnya tidak ada yang terlewatkan sejengkal pun, dan tiba di bagian perut, Aira merasakan perutnya sedikit berbeda, sedikit membuncit. Guys...


"Ada apa ini, kenapa perutku agak berisi ya?" gumam Aira.


"Apa kalian sudah ada di sini?" tanya Aira ke perutnya itu.


Setelah itu Aira terkekeh sendiri dengan ucapannya, dia tidak ambil pusing soal itu, menurutnya hanya biasa saja, dia tidak merasakan gejala orang hamil, mual tidak muntah pun tidak, hanya ***** makannya saja yang bertambah.


Bersambung..


Haiii...


jangan lupa like komen dan vote..


"Terimakasih.."

__ADS_1


__ADS_2